Tampilkan postingan dengan label AGAMA SYI'AH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGAMA SYI'AH. Tampilkan semua postingan

Agama Syiah Indonesia Dikecam Oleh Umat Islam di WA, Emilia Renita: "Aku Ini Perempuan Syiah, Gak Ada Sejarahnya Perempuan Syiah Takut"



beritaislam.net - Tampaknya perempuan Syiah yang satu ini memang sudah terperosok jauh dalam lubang kesesatan. Nasehat, sindiran, bahkan kecaman terhadapnya dia tanggapi sebelah mata, bahkan sering kali bernada menantang.

Tepat pada pukul 23:01 tanggal 3 Februari 2015 kemaren, Istri jalaludin Rahmat ini update status di Facebook terkait apa yang baru saja dialaminya. Dia dihujani banyak kecaman di akun Whatsappnya.

Bukannya bertaubat kepada jalan yang lurus, justru Emilia menuliskan pemahaman sesatnya, pemahaman Syiah.

"Tau kaan, para sahabat banyak yg murtad sepeninggal Rasul saw?? Kami ga akan ikut sama para pengkhianat Rasul saw & Ahlulbayt(as). Ada 3 hal yg ga akan kutoleransi & aku bara'ah drpdnya: 1)Wilayah Imam 'Ali as. 2) Hak Syeda Fathimah as & 3) ratapanku atas Imam Hussein as. Kalau itu dianggap dosa?? Itulah dosa yg GA akan kubertaubat karenanya." tulisnya dalam akun Facebook @emiliar.az.

Lebih dari itu, dia malah keukeuh terhadap ajaran menyimpangnya dan membanggakan dirinya sebagai sosok perempuan Syiah.

"Apa trus kalian kira, aku takut dengan ancaman kalian? Ya enggaklah, yauww !! Aku ini perempuan syiah. Ga ada sejarahnya perempuan syiah takut, dengan apapun bentuk kezaliman. Sorryy..!!" tutupnya.

Berikut screen shot dari perkataannya yang tertulis dalam akun Facebook miliknya sendiri:



sumber:syiahindonesia.com

Ini Dia Ciri-ciri Ustadz Agama Syiah

DI Indonesia yang serba bebas, sempalan atau ajaran apapun bisa masuk dan atau mengatasnamakan Islam dalam penyebarannya. Untuk itu, kita sebagai orang awam, perlu kiranya memahami dan mengetahui pola penyebaran mereka, utamanya  para “ustadz” mereka, atau oleh sebagian pihak disebut dengan “misionaris” Syiah.
Orang Syiah akan mengajarkan pemahaman Syiah dengan cara bertingkat. Pada tingkat awal belum diajarkan pemahaman Syiah, justru yang diajarkan bagaimana membahas kitab-kitab Ahlussunnah seperti membahas Kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Bulughul Maram, Sunan Abu Dawud dan Kitab Sunnah lainnya. Namun pada setiap sesi pemberian pemahaman kitab-kitab tersebut akan terus digiring untuk diberikan doktrin tentang mazhab Ahlul Bait.
Penggunaan Mazhab Ahlul Bait (Mazhab keluarga Nabi) merupakan ciri tersendiri bagi orang Syiah. Mereka tidak menamakan Mazhab Syiah agar menarik dan tidak membuat gusar orang yang sedang belajar kepada mereka.
Setelah pada tahapan semisal akhir kelas 5, maka mulailah diajarkan perbandingan Syiah-Sunni. Kemudian baru diajarkan hakikat Syiah pada kelas 6. Hal ini seperti yang dinyatakan oleh kalangan yang pernah berinteraksi dengan Pesantren YAPI Bangil atau Yayasan Muthahhari Bandung. Dan metode ini tidak menutup kemungkinan digunakan juga di pondok pesantren yang terindikasi Syiah yang ada di Solo atau daerah lainnya. Meskipun tidak semua santrinya mendapatkan materi seputar pemahaman Syi’ah. Dalam arti hanya santri atau kalangan-kalangan tertentu saja yang diberikan materi tersebut.
Dalam pembahasan kajian fikih yang diadakan selalu saja mengangkat pendapat Mazhab Ahlul Bait sebagai pengganti kata Syiah. Kalangan ini akan menyampaikan bahwa pendapat Abu Hanifah, Malik, Syafi’I dan Ahmad demikian. Adapun menurut pendapat Ahlul Bait demikian. Dan yang rajih adalah pendapat Ahlul Bait. Atau menggunakan kalimat yang semisalnya; madzhab keluarga Nabi, pendapat Amirul Mukminin Ali dan seterusnya. [Rangkuman ceramah Ust. Anung Al-Hamat, Lc., M.Pd.I/Sumber: kiblat]/islampos, Senin 5 Rejab 1435 / 5 Mei 2014 11:10

Ormas Islam di Tulungagung Menolak Syiah

Muhammadiyah, NU, Hizbut Tahrir, Hidayatulloh dan DDII terlihat begitu antusias mendengar pemaparan Ustadz Faridz Okbah tentang bahaya pemahaman Syiah terhadap kesatuan Negara Indonesia.


beritaislam.net- Adzan Ashar baru saja selesai dikumandangkan ketika ratusan kaum Muslimin dari berbagai daerah sekitar Tulungagung mulai berdatangan dan memenuhi hampir seluruh lokasi Masjid Ar Rahmah, Desa Ngujang Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Jalanan di depan masjid pun berjejer puluhan motor dan mobil yangmenjadi kendaraan para jamaah yang hadir.
Kedatangan mereka ke masjid ini tentu saja bukan hanya untuk sholat berjamaah Ashar di Masjid tersebut, akan tetapi untuk mengahdri Kajian Ilmiyah yang diselenggrakan oleh Pemuda Pelajar Al Irsyad Al Islamiyyah Tulungagung dengan mengusung tema “Mewasdai Syiah Dan Ancamanya Untuk NKRI”.
Pemuda Pelajar Al Irsyad Al Islamiyyah Tulungagung secara khusus mengundang dai internasional sekaligus tokoh Aliansi Anti Syiah Nasional (ANNAS) Ustadz Faridz Ahmad Okbah dari Jakarta.
Ustadz Farid, yang telah sekian lama membendung perkembangan Syiah di Indonesia ini mengawali penyampaianya, dengan mengingatkan semua yang hadir bahwa sumber kebahagiaan adalah beriman Kepada Alloh SWT dan mengikuti apa yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhmmad SAW.
Selanjutnya beliau mengingatkan untuk mewaspadai makar musuh Islam untuk merusak kaum Muslimin melalui aliran-aliran sesat yang mengatas namakan Islam.
“Ada sekitar 300-an aliran sesat di Indonesia yang mengatas namakan Islam” ujar beliau, dari sekian banyak aliran sesat tersebut yang paling berbahaya adalah kelompok SYIAH.
Syiah sangat berbahaya bagi kaum muslimin dan Negara kesatuan Indonesia (NKRI). Ia bukan saja gerakan keagamaan namun juga gerakan politik yang berkeinginan merubah konstitusi suatu Negara berdasarkan syiah. Selain itu syiah memiliki cara yang sangat militant dalam menyebarkan ajaranya sehingga kaum muslimin sangat sulit untuk mengenalinya.
Selain mereka menggunakan Taqiyah (menyembunyikan ke syiahanya) ketika mereka masih lemah. Oleh karenanya seluruh umat Islam dan pemerintah dituntut untuk mewaaspadai dan menutup setiap jalan yang bisa menjadi pintu masuk syiah untuk menyebarkan idiologinya.
Diantara ciri-ciri Syiah adalah dengan menyebarkan kecintaan kepada Ahlul Bait terutama Ali Radhiyallohuanhu dan Husain, mengunggulkan dan membanggakan Iran, serta mengajarkan kebencian kepada para sahabat terutama Abu Bakar dan Umar Radhiyallohu ‘anhumaa.


Kaum muslimin dari unsur Muhammadiyah, NU, Hizbut Tahrir, Hidayatulloh dan DDII terlihat begitu antusias mendengar pemaparan Ustadz Faridz Okbah tentang bahaya pemahaman Syiah terhadap kesatuan Negara Indonesia.
Dengan adanya kajian ilmiyah seperti ini diharapkan kaum muslimin di Tulungagung dan sekitarnya lebih waspada terhadap adanya aliran aliran yang mengatas namakan Islam akan tetapi menyimpang dari Manhaj ahlusunnah waljamaah. [syahid/MardiMardjan/voa-islam.com/nahiunkar.com]

Ulama Syiah: "Abu Bakar dan Umar Serta Orang yang Mencintai Mereka Adalah Kafir"



arroudoh.com  - Syiah berkata: aqidah syiah adalah bara’ (sikap antipati) adalah; bahwa kami berlepas diri dari empat berhala: Abu Bakar, Umar, Utsman dan Muawiyah. Dan empat wanita: Aisyah, Hafshah, Hunduyn dan Ummu al-Hakim ra. Serta para pengikut dan pendukungnyam karena mereka adalah makhluk yang paling buruk di muka bumi. Dan iman seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya serta para umam tidak akan sempurna hingga dia berlepas diri dari musuh-musuh mereka.
Lihat: kitab Haqqu al-Yaqin, oleh al-Majlisi hal, 519.

Syiah berkata: Abu Bakar dan Umar ra kafir, orang yang mencintai mereka juga kafir.
Lihat: kitab Bihar al-Anwar, oleh al-Majlisi (69/137, 138)

Syiah berakta: Abu Bakar, Umar terlaknat, keduanya meninggal dalam keadaan kafir dan Musyrik kepada Allah yang Maha Agung.
Lihat: kitab Bashair ad-Darajat, oleh as-Shaffar, (8/245) (nisyi/syiahindonesia.com)

Inilah Daftar 77 Yayasan Syiah di Seluruh Indonesia



arroudoh.com  - Sesungguhnya Agama Sesat Syiah-Hadahumullah- tidak henti-hentinya mengincar mangsa di negeri kita. Melalui berbagai cara mereka berusaha mendekatkan diri mereka kepada kaum muslimin untuk dengan misi penyebaran agama Sesat Syiah di Indonesia.

Salah satunya dengan mendirikan berbagai yayasan keislaman untuk melancarkan makar Iblis mereka. Maka, berhati-hatilah wahai kaum muslimin terhadap yayasan-yayasan Syiah yang akan mengancam aqidah kita dan keturunan kita…

Berikut ini kami bawakan daftar nama dan alamat yayasan Syiah di Indonesia (Semoga Allah memberi hidayah Sunnah kepada orang-orang Syiah).

Maksud kami menampilkan daftar yayasan Syiah disini dengan tujuan agar kaum muslimin dapat berhati-hati terhadap makar dan propaganda sesat Syiah.

Salah satu pusat penyebaran Syiah di Indonesia adalah kota Bandung bersama yayasan Muthohari dengan dedengkotnya seorang Syiah Rafidhah DR. Jalaluddin Rahmat (biasa dipanggil dengan Kang Jalal – salah seorang dosen universitas ternama di kota Bandung). Semoga Allah segera membuka kedok orang ini yang sesungguhnya!!!

Maka, berhati-hatilah wahai Umat Islam dari makar Syiah ini

DAFTAR 77 YAYASAN SYIAH DI NUSANTARA

1) Yayasan Fatimah - JL. Batu Ampar III No.14 Condet Jakarta Timur, 13520

2) Tazkia Sejati Patra Kuningan IX No.6 Kuningan Jakarta Selatan

3) Yayasan Al Mahdi Jakarta Utara

4) Yayasan Al Muntazar Komp Taman Kota Blok E7/43 Kembangan Utara, Jakarta Barat

5) Yayasan Madina Ilmu Sawangan, Parung, Depok

6) Shaf Muslimin Indonesia Cawang - IPABI Bogor Yayasan Insan Cita Prakarsa Jl Lontar 4 No.9 Menteng Atas Jaksel

7) Islamic Center Jakarta Al Huda Jl Tebet Barat II No 8, Tebet, Jaksel, Indonesia 12810

8) Yayasan Asshodiq Jl Penggilingan No 16 A, RT01/07 Jakarta Timur

9) Pengajian Ummu Abiha (HJ Andriyanti) Jl Pondok Hijau VI No.26 Pondok Indah Jakarta Selatan 12310

10) Pengajian Al Bathul (Farida Assegaf) Jl Clilitan Kecil, Jaksel

11) Yayasan Babul Ilmi Jl Taman Karmila, Blok F3/15 Jatiwaringin Asri, Pondok Gede

12) Pengajian Haurah Jl Kampus I Sawangan Depok

13) MPII Jl Condet Raya 14 condet Jaktim 13520

14) FAHMI (Forum Alumni HMI) Depok Jl. Fatimah 323 Depok

15) Yayasan Azzahra Jl. Dewi Sartika Gg.Hj.M.Zen No 17, RT.007/05, Cawang 3, Jakarta Timur

16) Yayasan Al Jawad Gegerkalong Girang, No 92 Bandung 40015

17) Yayasan Muttahhari Jl Kampus II No 32 Kebaktian Kiaracondong 40282

18) Majlis Taklim Al Idrus Rt 04/01 Cipaisan, Purwakarta

19) Yayasan Fatimah Jl Kartini Raya No 11/13, Cirebon 45123

20) Yayasan Al Kadzim

21) Yayasan Al Baro’ah Gg Lenggang IV-66 Blok H, Bumi Resik Panglayungan, Tasikmalaya 46134 Jabar

22) Yayasan 10 Muharrom JL Chincona 7 Pangalengan Bandung

23) Majlis Ta’lim Annur Jl Otista No 21 Tangerang Jabar

24) Yayasan As Shodiq Jl Plesiran 44 Bandung 40132

25) IPABI PO BOX 509 Bogor Jabar

26) Yayasan As Salam Jl Raya Maja Utama 25 Majalengka Jabar

27) Yayasan Al Mukarromah Jl Cimuncang No 79 Bandung Jabar Jl Kebun Gedang 80 Bandung 40274 Jabar

28) T Al Jawad Jl Raya Timur No 321 Singaparna Tasikmalaya Jabar

29) Yayasan al Mujtaba Jl Walangi No 82 Kaum Purwakarta Jabar

30) Yayasan Saifik Jl Setiabudi Blok 110 No 11A/166 D Bandung, Jawa Barat

31) Yayasan Al Ishlah DRS Ahmad M.Ag - Jl Pasar Kramat No 242 Ps Minggu Cirebon, Jabar

32) Yayasan Al-Aqilah Jl. Eksekusi EV No. 8 Komp. Pengayoman, Tangerang 15118, Banten – Indonesia

33) Yayasan Dar Taqrib Jl KH Yasin 31A PO BOX 218 Jepara Jawa Tengah

34) Al Hadi Pekalongan 51123 , PO BOX 88

35) Yayasan Al Amin Giri Mukti Timur II/1003/20, Semarang Jawa Tengah

36) Yayasan Al Khoirat Jl Pramuka 45, RT 05/06 Bangsri Jepara

37) Demak Jateng Desa Prampelan, Rt 02/04 No 50 Kec Sayung, Jateng

38) Yayasan Al Wahdah Metrodanan, 1/1 no 81 Ps Kliwon, Solo Jateng

39) Yayasan Rausan Fikr (Safwan) Jl Kaliurang Km 6, Gg Pandega Reksa No 1B Yogyakarta

40) Yayasan Al Mawaddah Jl Baru I Panaruban, Rt 02/03 Weleri, Kendal Jateng

41) Yayasan Al Mujtaba (BP Arman) Jl Pasar I/59, Wonosobo Jateng

42) Yayasan Safinatunnajah Jl Pahlawan, Wiropati 261, Desa Pancur wening Wonosobo Jateng

43) Yayasan Al Mahdi Jl. Jambu No.10, Balung, Jember Jawa Timur 68161

44) Majlis T’lim Al Alawi Jl Cokroaminoto III/254, Probolinggo Jawa Timur

45) Yayasan Al Muhibbiin Jl. Kh Hasan No.8, Probolinggo, Jawa Timur

46) Yayasan Attaqi Kedai Hijau, Jl. RA Kartini No.7 Pandaan Pasuruan Jatim

47) Yayasan Azzhra Sidomulyo II No 38, Bululawang Malang Jawa Timur

48) Yayasan Ja’far Asshodiq Jl KH Asy’ari II/1003/20 Bondowoso Jawa Timur 68217

49) Yayasan Al Yasin Jl. Wonokusumo Kulon GG 1/No.2 Surabaya

50) Yayasan Itrah PO BOX 2112, Jember Jawa Timur

51) Yapisma Jl. Pulusari I/30, Blimbing, Malang Jawa Timur

52) Yayasan Al Hujjah Jalan Sriwijaya XXX/5 Jember Jawa Timur

53) Yayasan Al Kautsar Jl.Arif Margono 23 A, Malang Jawa Timur

54) YAPI Jl Pandaan Bangil, Kenep Beji, Pasuruan Jatim

55) Yayasan AL Hasyim Jl Menur III/25A Surabaya

56) Yayasan Al Qoim Jl Sermah Abdurrahman No 43, Probolinggo Jawa Timur

57) FAJAR - Al-Iffah Jl. Trunojoyo IX / 17 Jember

58) Yayasan BabIlm Jl. KH. Wahid Hasyim 55 Jember 68137. Jawa – Timur Telpon : 0331-483147 PO. BOX : 232

59) Yayasan al-Kisa’ Jl. Taeuku Umar Gg. Sesapi No. 1 Denpasar Bali

60) Al-Hasyimi Toko al-Kaf Nawir Jl. Selaparang 86 Cakranegara Lombok

61) Yayasan Al Islah Kopm Panakkukang Mas II Bloc C1/1 Makasar 90324

62) Yayasan Paradigma Jl Sultan Alaudin no 4/lr 6 - Yayasan Fikratul Hikmah Jl Sukaria I No 4 Makasar 90222

63) Yayasan Sadra Makasar - Yayasan Pinisi JL Pontiku, Makassar, Sulsel

64) Yayasan LSII JL Veteran Selatan, Lorong 40 No 60 Makasar

65) Yayasan Lentera Jl. Inspeksi Pam No. 15 Makassar

66) Yayasan Nurtsaqolain Jl Jendral Sudirman No 36A Palopo Sulsel Belakang Hotel Buana

67) Yas Shibtain Jl Rumah Sakit no 7 Tanjung Pinang Kep Riau

68) Yayasan Al Hakim Pusat Perbelanjaan Prinsewu, Bolk B Lt2, Lampung Selatan 35373

69) Yayasan Pintu Ilmu Jl Kenten Permai, Ruko Kentan Permai No.7 Palembang 30114

70) Yayasan Al Bayan Jl Dr. M. Isa 132/795 Rt 22/8 Ilir Palembang

71) Yayasan Ulul Albab Jl Air Bersih 24 D Kutabelang Loksumawe Aceh

72) Yayasan Amali Jl. Rajawali. Komp. Rajawali I No. 7 Medan 20122 - Kumail Jl. Punai 2 No. 26 Kuto Batu Palembang

73) Yayasan Al Muntadzar Jl Al Kahoi II no 80, Samarinda Kalimantan Timur

74) Yayasan Arridho Jl A Yani KM 6-7 No 59 Banjarmasin Kalimantan Selatan

75) Us Ali Ridho Alatas Jl. Sungai Ampal No.10 Rt43/15 Sumberjo, Balikpapan, Kalimantan Timur

76) Madrasah Nurul Iman Selat Segawin, remu Selatan No 2 Sorong Irian Jaya.

77) ICC( Islamic Culture Center ) Jl. Buncit Raya, samping Gedung Republika dan Mall Pejaten Village, Jakarta Selatan

(muslimsunnahblog/jabir/voa-islam.com/syiahindonesia.com)

Ulama Syiah: "Anjingnya Ariel Sharon Lebih Mulia Ketimbang Abu Bakar dan Umar" (Video)



arroudoh.com - Bukan Syiah namanya kalau tidak mencela Sahabat Rasulullah saw.

Adalah Syaikh syiah yang bernama hasanullah Yari, dengan penuh kebencian ia menagatakan bahwa imam Abu Bakar dan Imam Umar adalah kafir, ahli neraka, lebih busuk dari orang kafir manapun bahkan anjing ariel sharon lebih baik ketimbang Abu Bakar dan Umar!!!


Simak berikut videonya:






Ulama Syiah ini berkata: "Demi Allah, orang-orang kafir lebih utama ketimbang Abu Bakar dan Ummar. Aku bersumpah atas nama Allah, Amerika, Yahudi Aaron Sharon lebih utama 1000 kalil lipat ketimbang Abu Bakar dan Umar. Anjingnya Ariel Sharon bukan Ariel Sharonnya, Ariel Sharon punya anjing dan anjingnya itu lebih mulia ketimbang Abu Bakar dan Ummar."
  
Dan masih banyak ocehannya yang lain, yang menunjukkan kebencian yang memuncak dari orang syiah kepada islam, kepada Rasulullah dan kaum muslimin, sehingga dilampiaskan dengan menghujat sahabat Nabi terbaik pembawa al-Quran kepada kita semua, yaitu Abu Bakar, Umar dan seluruh sahabat. (nisyi/gensyiah.com/syiahindonesia.com)


Inilah Alasan Imigran Syiah Tidak Segera Dideportasi



arroudoh.com - Ribuan pengungsi imigran syiah membanjiri wilayah Indonesia. Balikpapan salahsatunya. Menurut penelusuran Fajar Shadiq, anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) yang melaporkan dari Balikpapan, ada sekitar 300 imigran asal Afghanistan di Kota Balikpapan. Sementara di seluruh Indonesia jumlahnya lebih dari 6.000 imigran.

Keruan saja, segenap masyarakat menolak kedatangan imigran ilegal ke kota yang mereka tinggali. Pasalnya, selain tidak ada dokumen yang lengkap, hanya mengandalkan selembar kertas sertifikat dari UNHCR, mereka juga memiliki paham dan ideologi yang bertolak belakang dengan umat Islam di Indonesia.

Pengungsi Afghanistan ini terang-terangan mengaku beragama Syiah. Masyarakat khawatir, mereka akan menyebarkan pengaruhnya ke Indonesia. Apalagi, imigran Syiah, khususnya yang berada di Balikpapan, tidak semuanta tertampung di Rumah detensi Imigrasi (Rudenim).

Banyak pihak bertanya-tanya, kenapa pihak imigrasi tidak mendeportasi mereka? Ditemui di Balikpapan, Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Rumah Detensi Imigrasi Lamaru Balikpapan, Edu Andarius Aria menyatakan bahwa saat ini pihak keimigrasian juga terbentur dengan hukum yang dibuatnya sendiri.

“Kita ini terbentur dengan hukum, karena para pencari suaka itu ada payung hukumnya. Di luar itu ada konvensi tentang HAM, ada konvensi tentang pengungsi tahun 1951, walaupun kita tidak ikut meratifikasi,” ujar Edu saat ditemui di Rudenim Lamaru Balikpapan pada Kamis, (11/12) lalu.

Meskipun Indonesia tidak ikut meratifikasi konvensi internasional tentang pengungsi, tetapi ada hukum positif kita yang sudah mengatur di sini.Ada aturan imigrasi yang menyatakan bahwa pencari suaka tidak bisa dideportasi. Yaitu berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-1489.UM.08.05 Tahun 2010. (azm/arrahmah.com/syiahindonesia.com)

Ulama Syiah: "Ali bin Abi Thalib sang pemilik Surga dan Neraka"


arroudoh.com- Di Dalam buku "Ilal Asy-Syara'i" karya seorang ulama Syiah yang sangat masyhur, Abu Ja'far Muhammad bin Ali bin Husain bin Babawaih Al-Qummi yang wfat tahun 381 H, terdapat teks berikut ini:

"Jika Hari Kiamat telah tiba didatangkanlah sebuah mimbar yang dilihat oleh semua makhluk, seorang laki-laki berdiri di atasnya, satu malaikat berdiri di samping kanannya dan satu malaikat lagi berdiri di samping kirinya.

Malaikat yang di samping kananya menyeru dan berkata, 'Wahai semua makhluk, inilah Ali bin Abi Thalib sang pemilik Surga, ia memasukkan ke dalam surga siapa saja yang ia kehendaki',

Kemudian Malaikat yang di samping kirinya menyeru dan berkata, 'Wahai semua makhluk, inilah Ali bin Abi Thalib sang pemilik Neraka, ia memasukkan ke dalam Neraka siapa saja yang ia kehendaki'."


Apakah seorang Ali bin Abi Thalib, sahabat Nabi yang mulia, mempunyai keberanian dan sikap lancang terhadap Allah dan mendahului hak tunggal Allah Azza Wajalla untuk memasukkan hamba-hamba-Nya ke dalam Surga dan Neraka-NYA?!!!, ini tidak lain kedustaan yang diada-adakan oleh seorang ulama Syiah, berdusta atas nama Ali bin Abi Thalib....!!

padahal banyak sekali ayat-ayat yang sangat jelas di dalam Al-Qur'an bahwa Allah-lah pencipta dan pemilik surga dan neraka, Allah-lah yang berhak memasukkan hamba-hamba-Nya ke dalam surga dan neraka, namun beginilah sebenarnya aqidah syiah yang sangat jauh dari tuntunan Al-Qur'an! (lppimakassar.com/syiahindonesia.com)

silakan lihat langsung teks asli dari kitab Ilal Asy-Syara'i, karya ulama Syiah di bawah ini:


sumber: syiahindonesia.com

Kyai NU: Syiah Mengkafirkan Sahabat untuk Hancurkan Otoritas Agama Islam


 arroudoh.com- Wakil Ketua MUI Jember, KH. Abdullah Syamsul Arifin dalam acara Silaturahmi Nasional ‘Penguatan Aswaja’ menilai aksi caci-maki terhadap sahabat Nabi SAW yang kerap dilakukan oleh kelompok Syiah bukan persoalan besar ketika mereka mengaku tidak sebagai Islam, namun sebaliknya menjadi persoalan besar ketika mereka mengaku sebagai Islam.

“Kalau mereka tidak menganggap dirinya bukan Islam, sebetulnya selesai umat Islam. Tidak akan sakit hati dengan Syiah, Tapi, ketika mereka mengaku sebagai Islam kemudian mencederai keyakinan mainstream mayoritas, ini akan muncul masalah,” kata pengurus Nahdlatul Ulama Kabupaten Jember ini di Ponpes Mahasiswa Al-Hikam, Depok pada Ahad, (07/12).

Karena, menurut pria yang akrab disapa Gus Aab ini, persoalan menghormati sahabat bukan sekedar menghormati pribadinya. Namun, itu berkaitan dengan legitimasi sumber keagamaan umat Islam. Berarti, Syiah mengkafirkan para sahabat dengan tujuan untuk menghancurkan otoritas keagamaan dalam Islam.

“Persoalannya apa, ketika mencaci sahabat, bukan hanya persoalan kita harus menghormati sahabat Nabi SAW. Kita harus ingat, jalur transmisi keagamaan kita melalui para sahabat,” ucapnya.

“Ketika sahabat sudah dikafirkan, darimana kita akan mendapatkan sumber otoritatif keagamaan? Hadis menjadi tidak ada karena hadis melalui jalur sahabat,” tambah tokoh yang akrab dipanggil Gus Aab.

Jadi, kata Gus Aab, tidak bisa dianggap sederhana, bukan sekedar satu pihak menghormati dan satu pihak lainnya mencaci maki para sahabat radhiyallahu anhum.

“Kita tidak akan pernah mendapatkan Kutubus Sittah kalau bukan karena jalur perentetan melalui para Sahabat, Ketika Sahabat dibongkar dan semuanya dikafirkan maka secara otomatis semua kitab-kitab hadis sudah tidak dapat dipakai,” tegasnya kembali. (kiblat.net)