Tampilkan postingan dengan label Sumatera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera. Tampilkan semua postingan

Tugu Adipura dan Masjid Agung Al Furqon, Dua Icon Bandar Lampung Nan Romantis - media - media

Berada di tempat ini seolah menggeret emosi ke beberapa tahun silam. Dimana saya dulu pernah berdiri dan membunuh waktu bersama dengan rekan-rekan jurnalis. Dari sekian banyak tempat minimal ada Tugu Adipura dan Bunderan Masjid Agung Al Furqon.
 
media-islamupdate.blogspot.com
Sepintas memang tak ada ubahnya dengan beberapa tempat lain. Semisal di Jogja memiliki Malioboro, Kawasan Nol Kilometer dan Tugu Jogja. Ah, mungkin karena saya terlalu sentimentil karena dulu pernah ada kenangan di kota ini.

Bandar Lampung atau yang dikenal dengan kota ber-icongajah ini masih tetap romantis. Jadi ada baiknya bila memang sengaja membunuh waktu ditempat ini jangan sendirian. Kalau tidak ada pasangan bolehlah membawa sahabat.

Baik di Tugu Adipura ataupun Lungsir demikian warga menyebut taman di depan masjid Al Furqon terdapat deretan penjual minuman ringan semisal kopi kemasan membuat waktu begitu cepat berlalu. Entah hanya sekedar menikmati suasana malam atau bercengkerama. Dua lokasi paling populer di kota Bandar Lampung ini layak dituju.
 
media-islamupdate.blogspot.com
Bila ingin suasana puncak keramaian datanglah pada malam minggu. Sepanjang jalan anak muda berkumpul menghabiskan malam. Tapi  kalau ingin suasana syahdu tanpa terlalu banyak maka bisa ambil hari lain.

Kerlap-kerlip lampu menghiasai ornamen membuat suasana malam semakin hidup. Semakin malam dan kendaraan semakin sepi tak mengurungkan niat untuk pulang.

Kedua tempat yang menyuguhkan suasana malam ini akan terasa sesak kita waktu menunjuk angka 21.00 WIB. Sebelum waktu itu biasanya mereka yang datang mengajak anak-anaknya.

Hanya saja bila cuaca kurang mendukung semisal hujan maka seketika maka lokasi akan menjadi sepi. Tak ada tempat berteduh yang artinya semua orang harus mengambil keputusan untuk bergeser atau pulang.

Untuk menuju tempat ini juga sangat mudah. Kebetulan saya selama ada di kota ini menginap di Jalan Laksamana Malahayati, Teluk Betung. Cukup merogoh belasan ribu rupiah maka satu mobil siap mengantar.

Sedikit saran bila ingin membunuh waktu ditempat ini untuk isi perut terlebih dahulu. Bila tidak kamu harus sedikit geser ke bawah untuk mengganjal perut. Maklum saja mayoritas dagangan yang disediakan hanya jenis minuman saja. 


Tak terasa sudah 3 jam duduk berdiam diri sembari menatap langit dan lampu kota Bandar Lampung. Sebelum meninggalkan tempat ini masih ada keinginan entah kapan untuk kembali ke sini dan menyusuri sepanjang jalan. Bersama kamu atau sendiri saya akan terus melangkah.

Oh ya kalau berkunjung ke Bandar Lampung jangan lupa mampir ke Taman Kupu-Kupu Gita Persada. Disini kamu bisa melihat lebih dekat proses metamorfosis kupu-kupu nan cantik.

5 Pantai Bangka yang Menawan - media - media

Berbicara mengenai Pantai, siapa sih yang tidak suka? Banyak orang yang sangat ingin ke pantai karna beberapa alasan, entah itu karna rumahnya yang berjauhan dengan pantai, ingin bermain dengan ombak atau hanya ingin sekedar melepas penat dengan cara melihat pemandangan pantai.
Pantai di Bangka Belitung memang sangat banyak, namun ada 5 di antaranya yang paling menawan.

1. Pantai Parai Tenggiri

backpackerakhirpekan.blogspot.com

Pantai yang merupakan pantai paling populer di Pulau Bangka ini terletak di Kec. Sungailiat, berjarak sekitar 40 km dari kota Pangkalpinang. Pantai ini memiliki kontur yang landai dengan ombak yang tenang.
Berenang, bermain di bibir pantai, hingga olahraga air merupakan hal yang biasa pengunjung lakukan di pantai ini. Adanya batu-batu granit yang besar di kawasan pantai bisa menjadi khas tersendiri dari Pantai Parai Tenggiri.

2. Pantai Tanjung Pesona

hms27010yusantizhou.files.wordpress.com

Pantai Tanjung Pesona terletak di Desa Rambak, Sungailiat. Untuk sampai ke pantai ini hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari kota Sungailiat, atau 45 menit dari Pangkalpinang.
Pantai ini sangat digemari oleh anak-anak karena memiliki banyak wahana permainan dan olahraga air, diantaranya kano, banana boat, jetski. Di sana kita juga bisa berenang, bermain pasir, hingga memancing.

3. Pantai Pasir Padi

Pantai Pasir Padi di Bangka
initempatwisata.com

Pantai Pasir Padi berjarak sekitar 7 km dari kota Pangkalpinang. Pantai ini juga merupakan salah satu pantai yang populer di Bangka, maka dari itu tak jarang jika banyak warga Bangka yang berkunjung ke Pantai Pasir Padi.
Untuk dapat masuk ke kawasan wisata Pantai Pasir Padi ini, kita harus menyiapkan uang sebesar Rp 10.000,- per orang untuk membeli tiket masuk.
Bisa dibilang kawasan Pantai Pasir Padi memiliki fasilitas terlengkap dibanding pantai yang lain. Di sana tersedia fasilitas publik seperti hotel berbintang, restoran, hingga warung makan.

4. Pantai Matras

katalogwisata.com

Pantai ini memiliki kontur yang hampir sama dengan Pantai Parai Tenggiri. Pantai Matras terletak di Desa Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat, hanya berjarak sekitar 40 km dari ibukota Provinsi Babel, Pangkalpinang atau berjarak sekitar 7 km dari Kota Sungailiat.

5. Pantai Tikus

Pantai Tikus di Bangka
ketahui.com

Pantai Tikus bisa dibilang merupakan salah satu pantai di Pulau Bangka yang masih alami. Panorama alami di pantai ini terwujud melalui bukit terjal dengan hamparan bebatuan granit dan air laut yang kebiruan.
Ciri khas dari Pantai Tikus yaitu adanya Kuil atau kelenteng yang berbentuk bulat. Kuil tersebut bisa dilihat dari puncak bukit.

Danau Ranau dan Pulau Marisa, Bagaikan Danau Toba dengan Pulau Samosir - media - media

Berbicara tentang Danau Ranau yang ada di Lampung Barat seolah memaksa ingatan untuk kembali ke peristiwa 8 tahun yang lalu. Dimana diri ini tak percaya ada di satu objek wisata paling populer di Lampung.
http://yopiefranz.com/
Objek wisata yang menampilkan keindahan danau dengan Pulau Marisa ini bisa dijangkau dari Bandar Lampung sekitar 6 hingga 7 jam perjalanan naik mobil. Cukup lumayan jauh memang tapi sepanjang perjalanan bila jeli akan didapati berbagai macam objek wisata menarik lainnya.

Sementara itu kalau dari pusat Kota Lampung Barat, Liwa maka perjalanan tidak akan memakan waktu lama. Jarak yang hanya 27 kilometer bisa ditempuh kurang dari 1 jam perjalanan.

Objek wisata yang ada di Lampung Barat ini kadang disebut ada di Palembang tepatnya di Ogan Komering Ulu Selatan. Dan pernyataan tersebut memang tidak salah karena secara geografis memang demikian ada di perbatasan 2 wialayah yang berbeda.

Terlebih secara ukuran memang 2/3 danau ini masuk ke area Sumatera Selatan. Sisanya yang 1/3 masuk wilayah Lampung Barat. Namun demikian spot yang disajikan dari sudut Lampung tak kalah menarik dengan Sumatera Selatan yang memiliki area lebih luas.

Saat pagi tiba dan berada di Danau Ranau ada baiknya berjalan ke mata air hangat. Jaraknya yang tidak begitu jauh dari penginapan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Pada saat-saat tertentu akan menampilkan spot menarik terutama kala senja dimana ada pencari ikan sedang memetik hasil buruannya. Tak jarang para wisatawan membunuh waktu sembari menunggu senja di bibir danau.

Warga sekitar danau masih mampu menjaga ekosistem dengan baik. Mereka tidak ada yang berburu dengan cara berlebihan semisal menggunakan alat modern. Semua masih menggunakan alat tradisional dan hasilnya pun lebih banyak dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satu yang menarik di danau ini selain ada pulau di tengahnya tentu saja terkait ukurannya yang sangat besar. Sejauh mata mamandang seolah tanpa batas bagaikan hamparan samudera yang tenang. Wajar saja bila danau ini dikatakan danau paling luas di Sumatera setelah Danau Toba.

Bila berkunjung ke Danau Ranau sebenarnya ada penginapan yang cukup terkenal. Namun bila dana kurang mencukupi ada baiknya mencari penginapan yang terjangkau semisal penginapan milik Dinas Perikanan Lampung Barat.

Tapi kalau niatnya backpacker dan membawa tenda bisa mendirikannya disekitar danau dengan meminta ijin warga terlebih dahulu. Keuntungan utama membangun tenda disisi danau tentu saja bisa memuaskan mata untuk memandang sunrise dan sunset.




Taman Kupu-Kupu Gita Persada, Laboratorium Alam Penangkaran Kupu-Kupu di Lampung - media - media

Saat berkunjung ke Bandar Lampung jangan lupa untuk menilik Taman Kupu-Kupu Gita Persada. Di sini kamu selain bisa me-refresh otak juga dapat belajar dalam proses penangkaran dan tumbuh kembang kupu-kupu.
http://lampung.tribunnews.com/
Saat kamu beruntung kamu dapat menyaksikan secara langsung perubahan dari kepompong menjadi kupu-kupu nan cantik. Oleh karena itu jangan lupa abadikan momen-momen indah tersebut bersama keluarga terkasih.

Untuk menuju Taman Kupu-Kupu Gita Persada kita butuh waktu sekitar 30 menit dari pusat kota Bandar Lampung. Laboratorium alam ini berada di Desa Tanjung Manis, Jalan Way Rahman, Kemiling, Bandar Lampung. Tempat penangkaran dan observasi ini dibangun sejak tahun 1997 oleh salah seorang ahli biologi dari Universitas Lampung yang bernama Dr Herawati Soekardi.

Pertama kali tahu tentang Taman Kupu-Kupu Gita Persada ini saat diajak salah seorang sahabat yang kebetulan ia mendapat tugas untuk liputan. Dan tak ada salahnya bila saya juga menuliskan dalam media yang berbeda.

Disini selain bisa melihat lebih dekat dan banyak tentang kupu-kupu juga terdapat berbagai fasilitas yang menarik. Selain lahan parkir, musola dan toilet juga terdapat beberapa sarana pendukung yang bikin betah berlama-lama.

Agar proses menikmati atau lebih tepatnya mengamati keindahan kupu-kupu lebih puas ada baiknya naik ke rumah pohon. Diatas ketinggian kita dapat melihat kupu-kupu dengan lebih leluasa.

Rumah pohon yang ada di Taman Kupu-Kupu Gita Persada ada beberapa buah. Ada yang hanya satu tingkat saja, tapi kalau ingin lebih maksimal silakan naik hingga ke tingkat tiga.

Setelah mengobservasi secara langsung dirasa kurang puas ada baiknya masuk ke museum kupu-kupu. Di dalam bangunan ini terdapat berbagai jenis kupu-kupu cantik yang telah diawaetkan.

Jadi bila kebetulan pas kamu datang tidak bisa melihat kupu-kupu dimaksud akan terobati dengan adanya berbagai koleksi museum. Selain itu masih ada serba-serbi yang berkaitan dengan kupu-kupu.

Taman rekreasi keluarga, mungkin itu istilah yang tepat untuk menggambarkan taman ini. Dimana bila membawa anak-anak jangan takut mereka bosan.

Terdapat tempat bermain anak dengan berbagai wahana menarik. Semua wahana itu langsung berbatasan dengan alam sehingga membuat siapa saja makin betah berlama-lama.

Lelah bermain seharian jangan buru-buru pulang. Ada baiknya dengan rehat sejenak di kafe yang ada. Meski menunya kurang begitu istimewa tapi setidaknya dapat menghilangkan haus dan mengisi perut yang keroncongan.

Semua keindahan tersebut di dapat dengan harga yang sangat murah. Bermodal satu lembar uang Rp 10.000,- maka semuanya sudah bisa dinikmati. Tapi inget lho ya tidak termasuk makan dan minum di kafe.

Taman Kupu-Kupu Gita Persada yang berada di kaki Gunung Betung ini akan terasa teduh tiap saat. Membuat wakti sore tak terasa dan tiba saatnya kembali ke kota Bandar Lampung.  

Berlibur Ke Lampung Barat Pastikan Menyambangi Pantai Tanjung Setia - media - media

Entah kenapa setiap mendengar kata Lampung Barat maka yang terbersit dalam benak saya adalah Pantai Krui atau lebih pasnya Pantai Tanjung Setia. Pantai dengan ombak besar yang didominasi warga asing ini seolah mengingatkan pada film Baywatch.
indonesiatravelingguide.com
Hal ini karena menurut beberapa informasi tinggi ombak bisa mencapai hingga 10 meter. Sementara untuk panjangnya mencapai 200 meter.

Dimana mereka yang jago berselancar unjuk kebolehan dan benar saja hanya mereka yang mahir menggunakan papan dapat bertahan lama. Bila tidak bisa jadi tubuh akan dihantam karang.

Pantai Tanjung Setia berada di Desa Tanjung Setia, Lampung Barat. Untuk menuju lokasi dibutuhkan perjalanan panjang dari Bandar Lampung sekitar 7 jam.

Namun, bila dari pusat Kota Liwa hanya membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 jam perjalanan. Jalan relatif baik dengan pemandangan asrinya alam.

Hutan konservasi Bukit Barisan seolah ingin menunjukan betapa kayanya Lampung Barat dengan segala hasil buminya. Bila beruntung dalam perjalanan akan mendapat bunga yang cukup menarik semisal Bunga Anggrek.

Bermain di derasnya ombak membutuhkan perhatian ekstra. Terbukti diawal tahun 2017 pantai yang berbatasan dengan Samudra Hindia ini memakan korban.

Pastikan jangan lengah dan fokus, terutama bila membawa anak kecil. Bisa jadi bila tidak hati-hati akan terseret ombak. Disatu sisi justru besarnya ombak ini menjadi daya tarik tersendiri. Khususnya bagi mereka pecinta olahraga air selancar.

Buktinya banyak warga negara asing berdatangan dan enggan cepat-cepat pergi. BIsa dibilang mereka penasaran dengan adrenalin yang diberikan Pantai Tanjung Setia dengan hempasan ombaknya.

Hati-hati bila berada dikawasan pantai dengan batu karang. Bisa jadi dalam satu waktu membuat siapa saja tersungkur.Saat pantai sedang surut jangan lupa untuk mencoba berburu umang-umang atau binantang laut lainnya.

Lain di Lampung lain di Jogja, bila kamu sedang di Jogja dan penasaran ingin main selancar cobalah berkunjung ke Pantai Wediombo dan Pantai Krakal. Meski kalah dalam ukuran ombak tapi tak kalah seru dengan Pantai Tanjung Setia.

Berlibur di Lampung? Coba Nikmati Aktivitas Gajah di Way Kambas - media - media

Berlibur di Lampung? Coba Nikmati Aktivitas Gajah di Way Kambas-Ingin pergi berlibur tapi malas pergi ke tempat ramai dan pantai? Coba yuk, kunjungi wilayah Sumatera di waktu liburanmu. Sekarang ini sudah banyak moda transportasi yang akan memudahkan kita untuk berkeliling di sana. Dalam hal ini, cobalah untuk pergi ke Lampung.

Pergi ke Lampung Timur adalah pilihan yang tepat jika ingin menghabiskan jatah liburan yang ada. Di Lampung Timur, kita bisa pergi ke Taman Nasional Way Kambas atau yang sering disingkat menjadi TNWK. Kenapa harus ke sana? Memang, Way Kambas bukan hanya satu-satunya tempat wisata di Lampung Timur, sih. Namun, ini bisa jadi pilihan yang paling diprioritaskan. Karena kita akan mendapatkan pengalaman seru selama berkeliling di sana, lho.

Berlibur di Lampung? Coba Nikmati Aktivitas Gajah di Way Kambas


TNWK ini berada di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Berdiri tahun 1985, Way Kambas jadi sekolah pertama gajah di Indonesia. Dikatakan sekolah karena tiap gajah diberikan pelatihan dan juga diajarkan melakukan aktivitas, seperti anak sekolah. Tempat wisata ini bahkan dijadikan sebagai Taman Warisan ASEAN (ASEAN Heritage Park) yang ke-36 di Asia Tenggara. Sebagai orang Indonesia, kita harus bangga dong, karena tempat ini merupakan bagian dari Indonesia!

Di TNWK, ada pusat konservasi gajah dan kita bukan hanya sekadar melihat saja, lho. Pernah menonton film The Jungle of Book? Dalam film tersebut, Mowgli yang mana tokoh utama dan satu-satunya anak kecil yang hidup di hutan bersama para serigala, berani dan bisa berdekatan langsung bahkan membelai gajah tanpa tasa takut.

Nah. Kalau datang ke Way Kambas, kita bisa merasakan sensasi seperti di film The Jungle Book. Kita bisa melihat langsung, dan bisa berdekatan dengan gajah. Bahkan, kita pun dibolehkan untuk naik gajah dan berkeliling sekitar taman dengan mereka. Kapan lagi kan, liburan naik gajah?

Berlibur di Lampung? Coba Nikmati Aktivitas Gajah di Way Kambas


Untuk kegiatan tersebut, setiap wisatawan lokal akan dikenakan biaya sebesar 150.000 ribu rupiah per orang jika ingin naik gajah. Sementara untuk wisatawan asing harus membayar dua kali lipatnya. Hm, cukup menguras kantong, tapi worth it lah ya.

Selain naik gajah, diperbolehkan pula untuk memberi makan, dan mengambil foto bersama gajah. Tips untuk kamu yang gemar melakukan foto-foto atau ingin mengambil foto yang bagus agar bisa dipamerkan di media sosiamu, sebaiknya datang saat pagi hari sebelum pukul enam. Karena saat subuh itulah, pawang mulai melepaskan para gajah ke padang rumput. Dan jumlahnya hampir ratusan yang bila kita lihat!

Tapi kalau datang di siang hari, kamu masih bisa bertemu gajah, kok. Kita akan menyaksikan aktivitas gajah seperti mengangkut kayu, membajak sawah, dan bermain. Gajah di Way Kambas juga selalu dimandikan sebelum masuk ke kandang. Ini bisa juga jadi pilihan untuk dating di sore menjelang matahari terbenam karena gajah yang banyak itu akan berkumpul untuk masuk kandang.

Berlibur di Lampung? Coba Nikmati Aktivitas Gajah di Way Kambas


Lahan seluas 1.300 km persegi dari hutan dataran rendah di taman Way Kambas tersebut, bukan hanya ada konservasi gajah, nih. Ada juga Badak Sumatera. Badak dan gajah yang ada di sana bukan hanya dihadirkan karena untuk menghibur wisatawan yang datang. Adanya mereka sangat dijaga agar eksistensi hewan tersebut tidak punah dari muka bumi.

Berlibur di Lampung? Coba Nikmati Aktivitas Gajah di Way Kambas


Harga tiket masuk taman nasional way kambas hanya perlu membayar lima ribu rupiah per orang, dan sepuluh ribu untuk parkir mobil. Untuk ke Lampung timur kamu bisa menggunakan jalur kapal atau pesawat, lalu bergeraklah menuju Bandar Lampung. Apabila kamu berangkat dari Bandar Lampung, kamu bisa lurus terus menuju pintu masuk desa Rajabasa. Selanjutnya akan bertemu pasar, dan lurus terus sampai menemukan hutan. Dari sana kamu perlu lurus terus mengikuti jalan yang ada, sampai sekitar 50 meter dan kamu akan langsung menemukan tempat yang dituju.

Setelah itu, nantinya kamu akan menemukan plang besar yang bertuliskan Taman Nasional Way Kambas. Plang tersebut dihiasi dengan icon Lampung yang seperti mahkota dan pastikan kamu memotret dirimu di depan plang sebagai kenang-kenangan, ya!

Selamat menjelajahi Way Kambas!

Wisata Sejarah Gunongan Di Banda Aceh - media - media

Wisata Sejarah Gunongan Di Banda Aceh-Gunongan merupakan salah satu objek wisata yang  terletak di Kota Banda Aceh tepatnya Jalan Protokol  atau Ujung Jalan Teuku Umar  Kelurahan Blower Kecamatan Baiturrahman  lebih kurang 200 meter dari Masjid Raya Banda Aceh kearah Selatan Kota Banda Aceh. Situs ini merupakan yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan luar negeri maupun wisatawan dalam negeri bahkan wisatawan local juga tidak pernah sepi tiap harinya. Dari data pengunjung yang dihimpun penulis rata-rata pengunjung wisatawan luar negeri mencapai lebih kurang  50 orang setiap harinya dan pengunjung dalam negeri mencapai 80 0rang dan pengunjung lokal mencapai hingga  100  orang setiap harinya.

Wisata Sejarah Gunongan Di Banda Aceh

Gunongan adalah bangunan yang unik dan sangat kokoh yang di bangun pada masa Kerajaan  Sultan Iskandar Muda abad ke -16 (tahun 1607 – 1636).  Dalam satu riwayat pembangunan gunongan ini menceritakan bahwa : Tuan Putri atau Putri Pahang (Putro Phang ) orang Aceh menyebutnya, yang rindu akan kampong halamannya di negeri Pahang karena daerahnya berbukit-bukit ada gunung dan selalu meminta kepada Sultan Iskandar  Muda untuk  pulang  kesana. Sultan Iskandar Muda sangat sayang dan mencintai permaisurinya, untuk mengobati rasa rindunya Sultan Iskandar Muda saat itu mengabil satu kebijakan untuk membangun sebuah taman yaitu taman sari dan juga dibangun sebuah bangunan  yang  namanya GUNONGAN di dalam seperti menyerupai  bukit-bukit layaknya sebuah gunung dan bila sang putri naik kegunungan beliau merasa seakan sudah berada di negerinya.

Wisata Sejarah Gunongan Di Banda Aceh

Gunongan yang di bangun pada masa Sultan Iskandar Muda ini  disebut sebagai taman Gairah seperti dalam sebuah kitab Bustanul Salatin yang ditulis oleh seorang ulama besar kerajaan Aceh Darussalam abad ke XVI  Masehi  bernama Nuruddin ar-Raniry. Dalam kita Bustanul Salatin ini menguraikan secara lengkap dan terperinci mengenai tentang pembangunan sebuah taman yang luasnya 1000 depa. Dalam kitab ini diuraikan  tentang Gunongan atau taman Sari sangat jelas : Gunongan memiliki elemen – elemen dan penataan bangunan yang dibuat sedemikian rupa namun hari ini elemen-elemen yang dapat kita lihat hanya tersisa sedemikian tidak selengkap seperti yang tertulis dalam kitab Bustanus Salatin.

Wisata Sejarah Gunongan Di Banda Aceh

Bangunan Gunongan merupakan bangunan utama yang menyusun taman secara keseluruhan, bangunan ini replika gunung atau meniriru topografi gunung yang bertingkat tiga dengan bagian puncak seperti menara. Bentuk Gunongan dalam denah bersudut sepuluh, tiap sudut dilengkapi dengan altar urnamen bunga mekar berdaun runcing  dan mempunyai satu pintu masuk pada sisi arah selatan yang ukurannya agak rendah sehingga jika  memasuki  harus merunduk dalam posisi membungkuk.

Secara filosofis ungkapan perasaan hormat atau sikap merunduk, hal ini selalu dilakukan hingga saat ini bila kita memasuki tempat-tempat bertamu di Aceh. Masuk kedalam gunongan untuk menuju ke puncak melewati sedikit terowongan yang panjangnya lebih kurang 5 meter dengan satu belokan yang dilengkapi dengan tangga trap yang sempit , gunongan mempunyai ketinggian lebih kurang 12 meter dan diatas gunongan dapat menikmati pemandangan taman yang sangat indah dilengkapi berbagai bunga-bunga.