Tampilkan postingan dengan label durusul-lughah-3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label durusul-lughah-3. Tampilkan semua postingan

Isim Maf'ul - Pelajaran 4 - Durusul Lughah 3

Setelah mempelajari isim faa'il, sekarang kita mengupas tentang isim maf'ul (اسْمُ المَفْعُول).

materi pelajaran isim maf'ul


Catatan pelajaran tentang isim maf'ul



1. Dalam pelajaran ini, kita hanya membahas isim maf'ul yang berasal dari fi'il ats-tsulaatsiy al-mujarrad (فعل الثّلاثي المجرّد).


2. Wazan isim maf'ul dari fi'il tsulatsi mujarrad adalah مَفْعُولٌ (maf'uulun).


3. Perhatikan gambar di bawah.


pengertian isim maf'ul dan cara membentuknya dari fi'il


Kita lihat contoh isim maf'ul yang berasal dari fi'il سَرَقَ (mencuri). fi'il majhul dari سَرَقَ adalah سُرِقَ (dicuri).


Berikut adalah penjelasan tentang isim maf'ul yang terdapat pada gambar di atas.


مَسْرُوقٌ (orang yang terkena pencurian/dicuri). مَسْرُوقٌ adalah isim yang menunjukkan ia adalah orang yang tertimpa kecurian. 


مَسْرُوقٌ adalah kata yang dibentuk (turunan) dari fi'il majhul سُرِقَ (dicuri).


مَسْرُوقٌ disebut isim maf'ul (اسْم مفعول).


Isim maf'uul adalah isim yang diformulasikan dari fi'il mabniy yang majhul (kata kerja pasif). 


Isim maf'ul ini adalah objek penderita atau objek yang dikenai perbuatan. 


Untuk fi'il tsulatsi mujarrad, wazan (وزن) isim maf'ul adalah مَفْعُوْلٌ (maf'uulun).



4. Dari penjelasan nomor 3 di atas, maka untuk memformulasikan isim maf'ul dari fi'il tsulatsi mujarrad adalah:


a. Kita ambil fi'il mabniyy-nya.

b. Ketahui fi'il majhul-nya.

c. Bentuk isim maf'ul-nya dengan wazan مَفْعُولٌ


=====Catatan=====

Review kembali bagaimana membentuk fi'il majhul (kata kerja pasif) dari fi'il ma'lum (kata kerja aktif) di materi pelajaran berikut:

1. Mengenal fi'il majhul 

2. Contoh tashrif fi'il majhul 

3. Fi'il majhul dan na-ibul fa'il 

===Akhir Catatan===


Contoh membentuk isim maf'ul dari fi'il tsulatsi mujarrad


a. خَلَقَ = menciptakan

fi'il majhulnya = خُلِقَ = diciptakan

Isim maf'uul => مَخْلُوقٌ = sesuatu yang diciptakan.


b. كَسَرَ = mematahkan

fi'il majhulnya = كُسِرَ (dipatahkan)

isim maf'ul => مَكْسُورٌ = sesuatu yang dipatahkan (sesuatu yang patah).


c. فَتَحَ = membuka

fi'il majhulnya = فُتِحَ (dibuka)

isim maf'ul => مَفْتُوحٌ = yang dibuka, yang terbuka.



Tabel fi'il tsulatsi mujarrad - isim maf'ul

Di bawah ini adalah contoh fi'il dari fi'il tsulatsi mujarrad beserta isim maf'ulnya.


wazan isim maf'ul dari fi'il tsulatsi mujarrad


Latihan Soal


Bentuklah isim maf'ul dari fi'il majhul di bawah ini.


1. قُتِلَ 

2. وُلِدَ

3. عُلِمَ

4. كُرِهَ

5. سُئِلَ 

6. أُكِلَ

7. شُرِبَ

8. دُفِنَ

9. قُرِئَ

10. غُسِلَ

11. وُجِدَ

12. خُلِقَ

13. كُسِرَ

14. فُصِلَ

15. سُرَّ

16. كُتِبَ

17. فُتِحَ 

18. نُصِرَ 

19. مُنِعَ


Jawaban soal


Bentuklah isim maf'ul dari fi'il majhul di bawah ini.


1. قُتِلَ  , isim maf'ulnya مَقْتُولٌ


2. وُلِدَ, isim maf'ulnya مَولُودٌ 


3. عُلِمَ, isim maf'ulnya مَعْلُومٌ 


4. كُرِهَ, isim maf'ulnya مَكْرُوهٌ 


5. سُئِلَ, isim maf'ulnya مَسْؤُولٌ


6. أُكِلَ, isim maf'ulnya مَأْكُولٌ


7. شُرِبَ, isim maf'ulnya مَشْرُوبٌ


8. دُفِنَ, isim maf'ulnya مَدْفُونٌ 


9. قُرِئَ, isim maf'ulnya مَقْرُوءٌ


10. غُسِلَ, isim maf'ulnya مَغْسُولٌ


11. وُجِدَ, isim maf'ulnya مَوْجُودٌ


12. خُلِقَ, isim maf'ulnya مَخْلُوقٌ


13. كُسِرَ, isim maf'ulnya مَكْسُورٌ


14. فُصِلَ, isim maf'ulnya مَفْصُولٌ


15. سُرَّ, isim maf'ulnya مَسْرُورٌ


16. كُتِبَ, isim maf'ulnya مَكْتُوبٌ


17. فُتِحَ, isim maf'ulnya مَفْتُوحٌ


18. نُصِرَ , isim maf'ulnya مَنْصُورٌ


19. مُنِعَ, isim maf'ulnya مَمْنُوعٌ


Demikian pelajaran hari ini, kita akan melanjutkan ke materi selanjutnya, in syaa Allah.


Bagaimana Membentuk Isim Fa'il Dari Fi'il? - Pelajaran 4 - Durusul Lughah 3

Pada bab keempat dalam kitab Durusul lughah 3, kita akan mempelajari isim faa'il.     

cara membuat isim faa'il dari fi'il



اسْمُ الفَاعِلِ (isim faa'il)


Pengertian isim fa'il


اسم الفاعل : اسم يصاغ من الفعل المبنيّ للمعلوم للدَّلالة على مَنْ قام بالفعل


* Isim fa'il adalah isim yang dibentuk dari fi'il mabniy. 


* Isim faa'il adalah isim yang menunjukkan siapa yang melakukan sebuah pekerjaan.


* Untuk fi'il tsulaatsi al-mujarrad, bentuknya adalah sesuai dengan wazan فَاعِلَ 


Contohnya:


Fi'il madhi:  كَتَبَ  (menulis).


Isim faa'il-nya adalah كَاتِبٌ (orang yang menulis; penulis).


membuat fa'il dari fi'il tsulatsi mujarrad




Latihan Soal 


Bentuklah isim faa'il dari fi'il berikut:


1. قَتَلَ - يَقْتُلُ , isim fail => قَاتِلٌ


2. جَهِلَ - يَجْهَلُ , isim fail => جَاهِلٌ


3. رَكَعَ - يَرْكَعُ , isim fail => رَاكِعٌ


4. عَلِمَ - يَعْلَمُ , isim fail => عَالِمٌ


5. سَجَدَ - يَسْجُدُ , isim fail => سَاجِدٌ


6. رَكِبَ - يَرْكَبُ , isim fail => رَاكِبٌ


7. جَلَسَ - يَجْلِسُ , isim fail => جَالِسٌ 


8. شَهِدَ - يَشْهَدُ , isim fail => شَاهِدٌ 


9. لَعِبَ - يَلْعَبُ , isim fail => لاَعِبٌ


10. سَأَلَ - يَسْأَلُ , isim fail => سَائِلٌ


11. أَكَلَ - يَأْكُلُ , isim fail => آكِلٌ


12. خَدَمَ - يَخْدِمُ , isim fail => خَادِمٌ


13. كَرِهَ - يَكْرَهُ , isim fail => كَارِهٌ


14. عَقَلَ - يَعْقِلُ , isim fail => عَاقِلٌ


15. بَرَأَ - يَبْرَأُ , isim fail => بَارِئٌ


16. أَمَرَ - يَأْمُرُ , isim fail => آمِرٌ



Catatan tambahan:


Jika fi'il selain tsulatsi mujarrad, maka isim faa'il dibentuk dengan langkah berikut:


1. lihat fi'il mudhari


2. ganti huruf mudhara'ah-nya dengan huruf mim berharakat dhammah.


3. huruf sebelum huruf terakhir diharakati kasrah.


langkah membentuk fa'il dari fi'il tsulatsi mazid dan ruba'iy



Contoh 


Tentukan isim fa'il dari fi'il berikut:


1. عَلَّمَ


2. اسْتَغْفَرَ


3. اطْمَأَنَّ


4. نَادَى


Jawaban:


1. Fi'il mudhari dari عَلَّمَ adalah  يُعَلِّمُ


Langkah selanjutnya adalah mengganti ي dengan م, sehingga menjadi : مُعَلِّمٌ


Huruf sebelum huruf terakhir adalah ل, harakatnya kasrah => مُعَلِّمٌ



2. Fi'il mudhari : يَسْتَغْفِرُ


Isim fa'ilnya => مُسْتَغْفِرٌ



3. Fi'il mudhari => يَطْمَئِنُّ


Isim failnya => مُطْمَئِنٌّ



4. Fi'il mudhari => يُنَادِي


Isim faa'il-nya adalah مُنَادٍ


Demikianlah langkah-langkah pembentukan isim faa'il dari fi'il tsulatsi mujarrad dan selainnya.

======================

Materi penting yang terkait faa'il yang perlu dibaca adalah:

1. al-marfu'at : fa'il

2. Fi'il , fa'il , dan maf'ul bih

3. Faa'il dan maf'uul bih


Fungsi immaa - Pelajaran 3 - Durusul Lughah 3


Sampailah kita pada pembahasan terakhir bab ketiga buku Durusul Lughah jilid 3 ini. Pada bab ini, terdapat beberapa materi pelajaran yang dibahas.



Daftar Materi pelajaran yang dikupas pada pelajaran 3



1. أُخَرُ yang merupakan jamak dari أُخْرَى , serta bentuk mudzakkarnya.

2. Contoh penggunaan إِمَّا 

3. Ungkapan صَلِّ بِنَا

4. اسْمُ الجِنْسِ الجَمْعِيّ (isim jinsi jamak dan mufrad)


أُخْرَى  dan آخَرُ 


أُخْرَى  (ukhraa)


1. أُخْرَى  artinya = yang lain.

2. أُخْرَى  adalah isim mu-annats (المؤنث ) dan untuk penggunaan isim mufrad (مفرد)

Contoh kalimat menggunakan أُخْرَى  (ukhra):


غَابَتْ زَيْنَبُ وَطَالِبَةٌ أُخْرَى , dalam bahasa Indonesia, kita bisa menerjemahkannya dengan:

- Zainab dan seorang siswi lainnya tidak hadir.


3. Bentuk jamak dari أُخْرَى  adalah أُخَرُ (ukharu)


a. أُخَرُ adalah mamnu' minash sharf (tidak bertanwin).

b. Contoh kalimat menggunakan أُخَرُ :


غَابَتْ زَيْنَبُ وَطَالِبَاتٌ أُخَرُ , artinya adalah : Zainad dan para siswi lain tidak hadir.


contoh kalimat ukhraa dan ukharu



آخَرُ (aakharu)


1.   آخَرُ  artinya lain; yang lain; yang lainnya

2. Kita menggunakan آخَرُ  untuk isim mufrad, mudzakkar.

3. Contoh kalimat menggunakan آخَرُ  :

غَابَ زَيْدٌ وَطَالِبٌ آخَرُ  = Zaid dan seorang siswa lain tidak hadir.


4. Bentuk jamak dari آخَرُ  adalah آخَرُونَ

Contoh kalimat menggunakan آخَرُونَ :

- غَابَ زَيْدٌ وَطُلاَّبٌ آخَرُونَ , artinya : Zaid dan siswa-siswa lainnya tidak hadir.



إِمَّا (immaa)


fungsi immaa wa immaa dan contoh kalimat



إِمَّا adalah salah satu huruf yang mempunyai beberapa fungsi, yaitu:


1. التَّفْصِيْلُ = untuk merinci atau menjelaskan.

Contoh: الاِسْمُ إِمَّا مُذَكَّرٌ وَإِمَّا مُؤَنَّثٌ 

Isim itu ada dua jenis, baik itu mudzakkar atau mu-annats.


2. الشَّكُّ = untuk menunjukkan keragu-raguan

Contoh: أَحْمَدُ إِمَّا مَرِيْضٌ وَإِمَّا مُسَافِرٌ 

Saya belum tahu pasti, apakah Ahmad sedang sakit atau ia sedang dalam perjalanan.


3. التَّخْيِيرُ = untuk menunjukkan pilihan

Contoh: إِمَّا أَنْ تَزُورَنِي وَإِمَّا أَنْ أَزُورَكَ 

(silakan pilih) Kamu yang mengunjungi saya atau saya yang mengunjungimu.


صَلَّى (shalla)


Fi'il madhi : صَلَّى

Fi'il mudhari : يُصَلِّي

Fi'il amr : صَلِّ


shalla-yushalli-shalli



Contoh kalimat:


1. صَلَّيْتُ فِي المَسْجِدِ الحَرَامِ 

Saya shalat di masjidil haram.


2. صَلِّ بِنَا يَا شَيْخُ  

Imami kami dalam shalat wahai syaikh.


Dari sini kita pelajari bahwa ungkapan صَلِّ بِنَا dalam bahasa Indonesia kurang lebih adalah "imamilah kami dalam shalat", intinya mempersilakan atau menunjuk seseorang menjadi imam dalam shalat.



اسْمُ الجِنْسِ الجَمْعِيّ (isim al-jinsi al-jam'iyy)


isim al-jinsi al-jam'iyy



Isim jins jamak ada dua tipe berdasarkan proses pembentukan mufradnya, yaitu:


1. Membentuk mufradnya dengan ي 

Contoh : 


عَرَبٌ , mufradnya عَرَبِيٌّ


تُرْكٌ , mufradnya تُرْكِيٌّ


يَهُودٌ , mufradnya يَهُودِيٌّ 


catatan :

ي dalam hal ini berbeda dengan ya nisbah yang kita telah pelajari.


2. Membentuk mufradnya dengan ة

Contoh :


تُفَّاحٌ, mufradnya adalah تُفَّاحَةٌ


شَجَرٌ , mufradnya adalah شَجَرَةٌ 


سَمَكٌ , mufradnya adalah سَمَكَةٌ 


عِنَبٌ, mufradnya adalah عِنَبَةٌ 


حَبٌّ , mufradnya adalah حَبَّةٌ 


Demikianlah materi pelajaran ketiga buku Durusul lughah 3.

Ingin menyimak pelajaran dari awal, temukan pelajarannya di sini.


Nasab - Mansub - ya nisbah - Pelajaran 3 - Durusul Lughah 3

Hari ini kita akan melanjutkan pelajaran bahasa Arab yang terdapat pada pelajaran ketiga dalam buku Durusul lughah jilid 3.


contoh kalimat ya nisbah



Setelah mempelajari bagaimana membuat kalimat pasif dalam bahasa Arab, cara menulis bilangan tahun dalam hijriah dan masehi, sekarang kita akan belajar tentang ya nisbah (nasab dan mansub) dan nama yang awalnya terdapat ال (alif lam) didahului oleh harfun nida (يَا).


Materi Pelajaran ketiga kitab Durusul lughah jilid tiga:


1. Kaidah nama yang terdapat ال jika didahului oleh huruf nida (يَا)


Contoh nama yang didahului ال :


- الحَسَنُ 


- الحُسَيْنُ


- الزُّبَيْرُ 


- الحَارِثُ 


- البَرَاءُ 



Jika nama-nama di atas didahului huruf nida (يَا), maka kita hilangkan ال 


Contoh :


الحَسَنُ => يَا حَسَنُ


الزُّبَيْرُ => يَا زُبَيْرُ 



2. Kaidah النَّسَبُ (an-nasab)


a. Proses menambahkan يّ (ya dengan tasydid) di akhir kata dinamakan nasab.


b. Isim yang telah ditambahkan يّ (seperti poin a) dinamakan mansuub (المَنْسُوبُ)


Catatan :


- mansub (مَنسوب) dalam kasus ini berbeda dengan manshub (منصوب).


- mansub = isim yang telah ditambahkan di akhir katanya ي nisbah (atau telah dinasab).


- manshub = kondisi isim atau fi'il ketika didahului oleh 'amil (contoh: huruf nashab), tanda asli nashab adalah fat-hah.


Contoh:


الهِنْدُ = al-hindu


Proses nasab adalah menambahkan ي nisbah (نسبة) pada sebuah kata, namun huruf terakhir sebelum ي pada kata tersebut diharakati kasrah.


Jadi الهِنْدُ  proses nasab menjadi => هِنْدِيٌّ 


هِنْدِيٌّ dinamakan al-mansuub, artinya : sesuatu yang dikaitkan dengan India, seperti orang India, bahasa India, warga negara India, dan seterusnya.


Contoh lainnya :


a. العِرَاقُ (iraq) , mansuub-nya عِرَاقِيٌّ , yang artinya orang Iraq.


b. السُّودَانُ  (sudan), menjadi  سُودَانِيٌّ  (orang sudan).



Contoh mansub dari kata-kata yang irregular (selain pola pada contoh di atas)


a. النَّبِيُّ , mansubnya نَبَوِيٌّ (nabawiyyun) yang makna nya yang terkait dengan kenabian.


b. الأَخُ , mansubnya أَخَوِيٌّ (akhawiyyun) yang maknanya bersifat persaudaraan.


c. أَبٌ , mansubnya أَبَوِيٌّ (abawiyyun)



Contoh kalimat menggunakan kata yang ditambah ya nisbah (an-nasab)


Di dalam hiwar (percakapan) bab ketiga ini, kita telah temukan contoh kalimat menggunakan kata al-mansuub ini, lihat gambar.


kaidah ya nisbah -nasab-mansub



أَيْنَ وُلِدْتَ يَا أَحْمَدُ؟ = Wahai Ahmad, dimanakah kamu dilahirkan?


وُلِدْتُ فِي بَاكِسْتَانَ = Aku dilahirkan di Pakistan.


أَنْتَ إِذًا بَاكِسْتَانِيٌّ = Kalau begitu, kamu orang Pakistan.


Demikian pelajaran hari ini. In syaa Allah akan kita lanjutkan pada pertemuan selanjutnya.


Penyebutan Tahun dalam Bahasa Arab - Pelajaran 3 - Durusul Lughah 3

 Masih dalam pelajaran ketiga, namun kali ini kita akan membahas tentang عَامَ ('aama), yang artinya tahun.


cara penyebutan angka tahun dalam bahasa arab



Jawaban ketika ditanya tahun berapa kamu lahir


Lihat gambar di bawah.


penyebutan bilangan tahun dalam bahasa arab



Jika ada pertanyaan : فِي أَيِّ عَامٍ وُلِدْتَ؟ (Ditahun berapa kamu lahir?)


Maka kita menjawab dengan :


- وُلِدْتُ عَامَ .....لِلْهِجْرَةِ


atau 


- وُلِدْتُ عَامَ ....لِلْمِيلاَدِ 


Penyebutannya dimulai dari bilangan yang terendah (satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dst).


Contoh Kalimat


1. وُلِدْتُ عَامَ خَمْسَةٍ وَثَمَانِينَ وَثَلاَثِمِائَةٍ وَأَلْفٍ لِلْهِجْرَةِ 

Saya dilahirkan pada tahun 1385 Hijriah.


Dari contoh di atas, maka disebutkan dulu satuan terkecil yaitu 5, 80, 300, 1000


2. وُلِدْتُ عَامَ سَبْعَةٍ وَسِتِّيْنَ وَتِسْعِمِائَةٍ وَأَلْفٍ لِلْمِيْلاَدِ 

Saya dilahirkan tahun 1967 Masehi.



Penjelasan tentang عَامَ 


1. Dari dua contoh kalimat di atas, maka terlihat kondisi عَامَ adalah manshub.


2. عَامَ manshub karena ia termasuk مَفْعُولٌ فِيه (maf'ul fiih) atau keterangan waktu.


Silakan dibaca kembali untuk mengulang materi zharf zaman atau maf'ul fiih di sini : al-manshubat - maf'ul fih 


3. عَامَ tidak bertanwin karena posisinya dalam kalimat di atas adalah sebagai mudhaf.


4. Setelah عَامَ adalah bilangan tahun, dan bilangan tersebut posisinya adalah mudhaf ilaih, sehingga bilangan tersebut majruur.


Pelajari kembali kaidah angka di materi pelajaran  ini : kaidah angka atau bilangan dalam bahasa Arab 



Contoh lain maf'uul fiih selain عَامَ dan contoh kalimatnya


1. كُنْتُ فِي مَكَّةَ يَوْمَ الجُمْعَةِ 

Saya berada di Mekkah pada hari Jum'at.


2. أَيْنَ تَذْهَبُونَ هَذَا المَسَاءَ؟

Kemana kalian pergi sore ini?



Demikian pelajaran tentang salah satu zharaf zaman عَامَ 


Fi'il Majhul dan Naibul Fail - Pelajaran 3 - Durusul Lughah 3

Pada pelajaran ketiga, dalam kitab Durusul lughah jilid ketiga ini, kita akan belajar bentuk fi'il majhul, perbandingannya dengan fi'il ma'lum, contoh perubahan dari fi'il ma'lum ke fi'il majhul baik fi'il madhi dan fi'il mudhari.

Silakan baca pada hiwar (percakapan) yang terdapat dalam buku. Di dalam catatan pada blog ini, saya akan menunjukkan contoh kalimat menggunakan fi'il majhul.


kalimat pasif dalam bahasa arab



Apa itu fi'il majhul?

Fi'il majhul adalah fi'il yang fa'ilnya tidak disebutkan dalam kalimat (tidak diketahui). Di dalam bahasa Indonesia biasa disebut kata kerja pasif.

Sebaliknya fi'il ma'lum adalah fi'il yang fa'il-nya disebutkan (diketahui). Di dalam bahasa Indonesia biasa disebut kata kerja aktif.

Contoh fi'il ma'lum => فَتَحَ (fataha) = membuka

Contoh fi'il majhul => فُتِحَ (futiha) = dibuka


Contoh penggunaan fi'il majhul pada hiwar pelajaran tiga

1. Fi'il madhi فَتَحَ (membuka)

fi'il majhul futiha artinya dibuka


Kita dapat melihat contoh fi'il majhul فُتِحَ (futiha), yang artinya dibuka.


2. Fi'il mudhari يَفْتَحُ (membuka)

fi'il majhul yuftahu artinya dibuka

يَفْتَحُ (yaftahu) = membuka

يُفْتَحَ (yuftahu) = dibuka


3. Fi'il سَرَقَ (saraqa) = mencuri

fi'il majhul suriqa artinya dicuri

a. Fi'il madhi
ma'lum => سَرَقَ = mencuri
majhul => سُرِقَ (suriqa) = dicuri

b. Fi'il mudhari
ma'lum => يَسْرِقُ (yasriqu) = mencuri
majhul => يُسْرَقُ (yusraqu) = dicuri


4. Fi'il وَلَدَ (walada) = melahirkan


fi'il majhul wulida artinya dilahirkan

a. Fi'il madhi
ma'lum = وَلَدَ (walada) = melahirkan
majhul = وُلِدَ (wulida) = dilahirkan

b. fi'il mudhari
ma'lum = يَلِدُ (yalidu) = melahirkan
majhul = يُولَدُ (yuuladu) = dilahirkan


Penjelasan fi'il majhul

Setelah melihat contoh fi'il majhul yang ada di dalam percakapan, maka tibalah saatnya kita mendengar penjelasan (kaidah nahwu) tentang fi'il majhul ini.

Salah satu penjelasannya terdapat di dalam hiwar, silakan simak gambar di bawah. Setelah itu kita akan buat summary-nya.


kaidah nahwu fi'il majhul

Summary kaidah nahwu dari gambar di atas

1. Fi'il ada dua, yaitu :

a. فعل مبنيّ للمعلوم (fi'lun mabniyyun lil ma'luum)

b. فعل مبنيّ للمجهول (fi'lun mabniyyun lil majhuul)


2. Contoh bentuk ma'lum => قَتَلَ - يَقْتُلُ 

Contoh bentuk majhul => قُتِلَ - يُقْتَلُ


3. Untuk yang majhul: 

Fa'il dihilangkan, sedangkan yang tadinya maf'ul bih menjadi pengganti fa'il atau dinamakan naib fa'il (نَائِب فاعل).

Oleh karena itulah Naa-ib faa-il kondisinya marfu'. 


Perbandingan fi'il ma'lum dan majhul

Untuk menambah pemahaman, kita harus melihat masing-masing contoh beserta i'rab-nya.

Perbandingan 1

Silakan lihat gambar di bawah.


penjelasan kaidah nahwu fi'il majhul

Penjelasan gambar

1. جَلَسَ الطَّالِبُ 


a. الطَّالِبُ = faa'il, marfu' tanda rafa'-nya dhammah.

b. Fa'il (pelaku) terdapat di dalam kalimat yang fi'il-nya ma'lum.


2. سُئِلَ الطَّالِبُ 


a. الطَّالِبُ = naa-ibul faa'il, ia marfu', tanda rafa'-nya dhammah.

b. naibul fa'il terdapat pada kalimat yang fi'ilnya majhul.


Perbandingan 2

Lihat gambar di bawah.

kaidah nahwu fi'il majhul dan fi'il ma'lum

Perhatikan perbandingan fi'il ma'lum dan fi'il majhul setiap poin di atas.


Pada poin (أ)

Fi'il ma'lum => فَهِمَ الطُّلاَّبُ الدَّرْسَ (murid-murid memahami pelajaran itu)

a. Fi'il فَهِمَ 

b. الطُّلاَّبُ  adalah fa'il , marfu, tanda rafa'-nya dhammah

c. الدَّرْسَ adalah maf'ul bih, manshub, tanda nashab-nya fat-hah.


Kalimat aktif di atas, diubah menjadi kalimat kalimat pasif sehingga menjadi:

فَهِمَ الدَّرْسُ (Pelajaran itu dipahami)

a. الدَّرْسُ  adalah naa-ibul faa'il , marfu, tanda rafa'-nya adalah dhammah.


Begitu juga dengan poin berikutnya, sehingga kesimpulannya adalah =>

Untuk kalimat pasif yang dibentuk dari kalimat aktif seperti contoh di atas, maka:

a. Fa'il yang terdapat dalam kalimat aktif dihilangkan.

b. Maf'ul bih manshub yang terdapat dalam kalimat aktif, posisinya menjadi na-ibul fa'il marfu'.


Fi'il majhul dan naa-ibul faa'il harus sama kondisinya

Jika naibul fail mudzakkar maka fi'il harus menggunakan bentuk mudzakkar (fi'il dgn dhamir mudzakkar), dan jika naibul failnya mu-annats, fi'ilnya menggunakan dhamir mu-annats.

Contoh


فُتِحَ البَابُ

a. البَابُ isim mudzakkar

b. فُتِحَ fi'il untuk dhamir mudzakkar (هُوَ)


سُرِقَتِ السَّاعَةُ

a. السَّاعَةُ adalah isim mu-annats

b. سُرِقَتْ adalah fi'il untuk dhamir mu-annats (هِيَ)


Cara mengubah Fi'il bentuk ma'lum menjadi majhul

Fi'il madhi

Huruf awal diharakati dengan dhammah, kemudian huruf sebelum huruf terakhir diharakati dengan kasrah.

  

a. فَهِمَ (fahima)


- ف diharakati dhammah => فُ

- ه diharakati kasrah => هِ

sehingga menjadi فُهِمَ (fuhima)


b. نَهَى (nahaa)


- ن diharakati dhammah => نُ

- ه diharakati kasrah => هِ

- ى menjadi ي => ya (يَ)

Sehingga bentuk majhul menjadi نُهِيَ (nuhiya)



c. تَعَلَّمَ (ta'allama)


- ت diharakati dhammah => تُ

- huruf kedua juga diharakati dhammah => عُ

- huruf sebelum huruf terakhir diharakati kasrah => لِ

Sehingga bentuk majhulnya menjadi تُعُلِّمَ (tu'ullima)



d. اسْتَقْبَلَ (istaqbala)


- ا menjadi dhammah => اُ

- ت menjadi dhammah => تُ

- huruf sebelum huruf terakhir diharakati kasrah => بِ

Sehingga bentuk majhulnya menjadi اُسْتُقْبِلَ (ustuqbila)


e. قَالَ (qaala)


jika fi'il mu'tal 'ain maka alif diganti ya, karena diganti ي maka harakatnya kasrah.

sehingga bentuk majhulnya menjadi => قِيْلَ (qiila)


f. عَدَّ  ('adda)


fi'il mudha'af, bentuk majhulnya => dhammah dihuruf awalnya

Sehingga menjadi عُدَّ ('udda)


Tabel tasrif lengkap untuk setiap dhamir


tabel tasrif lengkap setiap dhamir fi'il majhul


Fi'il mudhari

Cara mengubah mudhari ma'lum menjadi mudhari majhul :
Huruf pertama diharakati dhammah, huruf sebelum huruf terakhir diharakati fat-hah.

a. يَفْهَمُ (yafhamu)

- harakat huruf ي menjadi dhammah = يُ

- huruf sebelum huruf terakhir menjadi fat-hah => هَ

Sehingga bentuk majhulnya menjadi يُفْهَمُ (yufhamu)


b. يَقُولُ (yaquulu)

Karena fi'il mu'tal 'ain, maka mengubah ke majhul dengan :

- men-dhammah huruf pertama.

- mengubah و menjadi ا 

Sehingga bentuk majhul-nya menjadi يُقَالُ (yuqaalu)


c. يَعِدُ (ya'idu)

karena fi'il mu'tal fa, maka mengubah ke majhul dengan :

- men-dhammah huruf pertama

- mengembalikan huruf illah (pada fa fa'il) yang hilang

- mem-fat-hah huruf sebelum huruf terakhir.

Sehingga bentuk majhulnya menjadi يُوعَدُ (yuu'adu)



Tabel tasrif lengkap untuk setiap dhamir

tabel tashrif mudhari majhul untuk setiap dhamir



Kaidah jika maf'ul bih-nya berupa dhamir

Lihat gambar di bawah

kaidah majhul yang maf'ul bih nya berupa dhamir


Penjelasan

أَسَأَلَكَ المُدِيْرُ عَنِ الغِيَابِ؟
Apakah kepala sekolah bertanya kepadamu tentang ketidakhadiran?

- المُدِيْرُ = fa'il 

- كَ = maf'ul (maf'ul atau objek berupa dhamir untuk orang kedua, mudzakkar, mufrad)


Untuk fi'il majhul:

- maf'ul yaitu dhamir mukhatab, mudzakkar, mufrad => menjadi naa-ib faa'il.

- fa'il (المدير) dihilangkan.

Sehingga kalimatnya menjadi =>

أَسُئِلْتَ عَنِ الغِيَابِ؟
Apakah kamu ditanya tentang ketidakhadiran?

- na-ibul fa'il nya adalah التاء (orang kedua, mudzakkar, mufrad).


================Materi Penunjang===================





Silakan baca materi di atas agar pemahaman kita tentang kalimat aktif dan kalimat pasif dalam bahasa Arab lebih kuat lagi.

Wazan Jamak Taksir dan I'rabnya - Pelajaran 2 - Durusul lughah 3

Kita telah mempelajari macam-macam jamak dan wazan jamak taksir, seperti pada pelajaran macam-macam jamak, wazan jamak taksir.


jamak ma'na adalah ma'aanin


Untuk mengingat kembali, kita ulang beberapa wazan, contohnya:


1. مَفَاعِلُ , misalnya : مَسَاجِدُ , mufradnya adalah مَسْجِدٌ (mesjid).


2. فَوَاعِلُ , misalnya : خَوَاتِمُ , mufradnya adalah خَاتِمَةٌ (akhir; kesudahan)


3. فَعَائِلُ , misalnya : صَحَائِفُ , mufradnya adalah صَحِيفَةٌ (lembar; surat kabar)


4. مَفَاعِيْلُ , misalnya : مَصَابِيحُ , mufradnya adalah مِصْبَاحٌ (lampu)



Pada buku Durusul lughah jilid 3 pelajaran kedua ini, kita dikenalkan satu lagi wazan jamak taksir.


Contoh kata yang diberikan penulis kitab adalah مَعَانٍ yang merupakan jamak dari مَعْنًى


Contoh lainnya adalah kata-kata berikut:


1. جَوَارٍ => mufradnya adalah جَارِيَةٌ (perempuan)


2. لَيَالٍ => mufradnya adalah لَيْلَةٌ  (malam)


3. نَوَادٍ => mufradnnya adalah نَادٍ (klub)



I'rab 


1. Marfu'


Contoh  :


لِلْوَاوِ مَعَانٍ كَثِيْرَةٌ = waw mempunyai makna yang banyak.


ma'anin = mubtada' marfu', alamat rafa'nya dhammah muqaddarah (dhammah muqaddarah 'alal yaa-u al-mahdzufah), at-tanwin 'iwadh 'anil yaa-i al-mahdzufah.



2. manshub


Contoh : 


أَعْرِفُ لِلْوَاوِ مَعَانِيَ كَثِيْرَةً


ma'aniya : maf'ul bih manshuub, wa'alamatu nashbihi al-fat-hah azh-zhahirah.



3. majrur


Contoh : 


تَأْتِي الوَاوُ لِمَعَانٍ كِثِيْرَةٍ 


ma'aanin : isim majrur bi (ل) wa'alamatu jarrihi al-fat-hah al-muqaddarah 'alal yaa-i al-mahdzufah, wat-tanwiin lil'iwadh

Ladaa yang bermakna indaa - Pelajaran 2 - Durusul lughah 3

Pada pelajaran kedua kita telah mempelajari berbagai macam kata dan ekspresi misalnya min az-zaa-idah, ekspresi doa menggunakan fi'il madhi, la'alla yang mempunyai dua makna, dan lainnya. Materi selanjutnya adalah penjelasan kata لَدَى


ladaa bermakna 'indaa



Penjelasan kata لَدَى 


1. لَدَى : ظَرْفُ مَكَانٍ بِمَعْنَى عِنْدَ 


ladaa adalah kata keterangan tempat, maknanya antara lain: di sisi; dekat; dengan; pada


2. تُقْلَبُ أَلِفُهَا يَاءً عِنْدَ إِضَافَتِهَا إِلَى الضَّمِيْرِ


alif pada kata لَدَى  berubah menjadi huruf ya (ي) ketika ia berbentuk idhafah yang mudhaf ilaih-nya adalah dhamir.


Contoh :


لَدَى البَابِ = di sisi pintu itu.


لَدَيْكَ = punya kamu. 


Pada kasus kedua, لَدَى  adalah mudhaf, dan mudhaf ilaih-nya adalah dhamir كَ , sehingga alif (ى) berubah menjadi ya (ي)


Jenis Isim Yang Majrur - Pelajaran 1 Durusul Lughah 3

Setelah mempelajari isim yang manshub, maka kali ini kita belajar isim yang majrur.

Isim majruurat (المجرورات) adalah isim yang berada di dalam dua kelompok di bawah.






Isim-isim yang majruur


1. المضاف إليه (mudhaaf ilaih)


Sobat tentu telah belajar materi idhafah bukan? Namun begitu, saya rekomendasikan untuk mengulang kembali materi tentang mudhaaf dan mudhaaf ilaih berikut ini:





ok, setelah sobat muraja'ah materi idhafah, mari kita lanjutkan belajar di buku durusul lughah jilid 3 pelajaran 1 ini.

Contoh pada buku durusul lughah terdapat pada gambar di bawah.

pelajaran mudhaf & mudhaf ilaih




2. المسبوق بحرف جرّ (didahului oleh harf jar)


Mengenai huruf jar, saya juga sudah menuliskan catatan mengenainya seperti pada link di bawah:




Demikian pelajaran mengenai al-majruuraat, kita akan teruskan ke pelajaran at-tawaabi' 

================================

Baca pelajaran sebelumnya:



min az-za-idah - Pelajaran 2 - Durusul lughah 3

Di buku Durusul lughah jilid ketiga ini, kita akan semakin diperkenalkan dengan ekspresi bahasa Arab sehari-hari. Setelah mengetahui ekspresi doa menggunakan fi'il madhi, sekarang kita akan belajar tentang مِنْ الزَّائِدَةُ (min az-zaa-idah).


kaidah min zaidah


Kaidah min az-zaa-idah (مِنْ الزَّائِدَةُ)


Di buku ini, kalimat yang dicontohkan untuk menerapkan min zaidah adalah هَلْ مِنْ سُؤَالٍ؟


contoh kalimat menggunakan min az-zaaidah



Mari kita kupas satu persatu contoh kalimat ini


1. هَلْ مِنْ سُؤَالٍ؟ (hal min su-aalin?).


Kalimat lengkapnya adalah seperti berikut :


هَلْ مِنْ سُؤَالٍ عِنْدَكَ؟ (hal min su-aalin 'indaka?)



2. مِنْ pada kalimat poin satu adalah min zaidah.


3. Fungsi min az-za-idah pada sebuah kalimat adalah sebagai penekanan (التّوكيد)


4. Untuk menerapkan min zaa-idah pada sebuah kalimat, harus menggunakan kaidah berikut:


a. Kalimat tersebut terdapat laa naafiyah (negasi), laa naahiyah (larangan), dan kalimat tanya (dengan kata tanya هَلْ)


b. Isim setelah مِنْ dalam kondisi majrur dan nakirah.



Contoh kalimat menggunakan min az-zaaidah


1. laa/maa naafiyah


مَا رَأَيْتُ مِنْ أَحِدٍ (maa ra-aitu min ahadin).


Saya tidak melihat siapapun.


Note :


أَحَدٍ = majrur, ia dalam bentuk nakirah.



2. laa naahiyah


لاَ تَكْتُبْ مِنْ شَيْءٍ (laa taktub min syai-in)


Jangan menulis apapun.


===note===

Bagi yang ingin murajaah kaidah laa nahiyah, silakan baca di link berikut:

Penjelasan laa nahiyah dan contoh kalimatnya

===end of note===



3. istifham dengan هَلْ


هَلْ مِنْ جَدِيْدٍ ؟ (hal min jadiid?)


Adakah yang baru?



Contoh lain yang merupakan soal latihan dari buku


1. هَلْ مِنْ خَبَرٍ؟  (Ada khabar?)


2. هَلْ مِنْ مَزِيدٍ؟ (Ada tambahan?)



Ungkapan Doa Menggunakan Fi'il Madhi - Pelajaran 2 - Durusul lughah 3


Kita masih mempelajari materi di bab kedua buku durusul lughah jilid 3.

Setelah mengetahui kata-kata bahasa Arab berikut la'alla, ilakum, asy-yaa-u, maka kita akan bahas tentang penggunaan fi'il madhi sebagai ungkapan doa.


ekspresi doa menggunakan fi'il madhi



Ungkapan doa menggunakan fi'il madhi


Perhatikan gambar yang berisi dialog di bawah.


ungkapan doa dengan fi'il madhi


شَفَى adalah fi'il madhi, artinya menyembuhkan; mengobati; memulihkan

fi'il mudharinya adalah يَشْفِي

Dari gambar di atas, kita melihat kalimat شَفَاهُ اللَّهُ


Kalimat di atas terdiri dari:


- fi'il madhi شَفَى 

- fa'il اللّهُ 

- maf'ul bih dhamir هُوَ 


Artinya kurang lebih adalah "Semoga Allah menyembuhkan dia."


Catatan


1. Kalimat di atas adalah ekspresi atau ungkapan doa.


2. fi'il madhi yang digunakan pada kalimat di atas bermakna mustaqbal (waktu yang akan datang).


Contoh ungkapan doa lainnya menggunakan fi'il madhi


1. جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا


Artinya : Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.

Fi'il madhinya adalah جَزَى (jazaa), sedangkan mudharinya adalah يَجْزِي (yajzii)


2. رَحِمَهُ اللَّهُ


Artinya : Semoga Allah merahmatinya.

Berasal dari fi'il madhi رَحِمَ (rahima) yang artinya merahmati; mengasihi; menyayangi.

Sedangkan fi'il mudharinya adalah يَرْحَمُ (yarhamu).


3. غَفَرَ اللَّهُ لَهُ  


Artinya : Semoga Allah mengampuninya.

Fi'il madhinya adalah غَفَرَ (ghafara), sedangkan fi'il mudharinya يَغْفِرُ (yaghfiru).


Ungkapan doa menggunakan fi'il madhi dan laa naafiyah (لا)


Selain contoh ungkapan doa di atas, ungkapan doa bisa juga menggunakan laa nafiyah yang posisinya sebelum fi'il madhi.

Contohnya:


لاَ أَرَاكَ اللَّهُ مَكْرُوهًا 


Artinya: Semoga Allah tidak menampakkanmu sesuatu yang tidak disukai.

Fi'il madhi - mudharinya adalah أرَى - يُرِيْ  , artinya adalah menampakkan; mempertunjukkan; memperlihatkan


Demikian materi pelajaran hari ini tentang fi'il madhi yang merupakan ekspresi doa.

Asy-yaa-u jamak dari syai-un | Pelajaran 2 - Durusul lughah 3

 Catatan pembelajaran bahasa Arab dari kitab Durusul lughah jilid 3. 


contoh kalimat menggunakan asy-yaa-u



Pada pelajaran kedua ini, kita belajar satu persatu kata-kata bahasa Arab, seperti لَعَلَّ , إِلَيْكُمْ, sekarang kita akan mempelajari kata أَشْيَاءُ 


أَشْيَاءُ


Penjelasan tentang أَشْيَاءُ : 


اسْمٌ مَمْنُوعٌ مِنَ الصَّرْفِ 


أَصْلُهُ أَشْيِئَاءُ عَلَى وَزَنِ أَفْعِلاَءُ


- asy-yaa-u adalah isim mamnu' minash sharf


- berwazan af'ilaa-u (أَفْعِلاَءُ), oleh karena itu asalnya adalah أَشْيِئَاءُ 


- أَشْيَاءُ  adalah bentuk jamak dari شَيْءٌ 


- شَيْءٌ  artinya adalah sesuatu.



Contoh kalimat menggunakan أَشْيَاءُ


Kita bisa melihat contoh kalimat pada gambar di bawah. Kalimat ini terdapat pada hiwar pada buku durusul lughah jilid 3 pelajaran 2.


jamak syai-un adalah asy-yaa-u

Artinya: Aku pergi ke pasar dan membeli sesuatu.



Contoh Isim Fi'il Amr - Pelajaran 2 - Durusul Lughah 3

Dari hiwar (percakapan) yang terdapat pada pelajaran kedua buku Durusul lughah jilid 3, kita bisa mengambil faidah materi bahasa Arab. Salah satunya adalah apa yang akan kita bahas di bawah ini.


ilaikum bermakna khudzuu - ambillah



Isim fi'il amr:  إِلَيْكُمْ


إِسْمُ الفِعْلِ (isim fi'il) yang kita bahas sekarang adalah isim fi'il amr (اسْمُ فِعْلِ أَمْرٍ).


Mengapa disebut fi'il amr? Karena maknanya adalah berupa perintah.


إلَيْكُمْ maknanya adalah خُذُوا , yaitu ambillah.


Ia dibentuk dari harf jar إِلَى dan dhamir كُمْ


Lihat gambar di bawah 


Contoh isim fi'il amr



Contoh kalimat yang diberikan kepada kita dari gambar di atas adalah:


إِلَيْكُمْ أَمْثِلَةً أُخْرَى


Artinya : Ambillah contoh yang lain!


Penjelasan kalimat


- إِلَيْكُمْ : isim fi'il amr, mabniy 'alas sukun.


- أَمْثِلَةً : maf'ul bih, manshub, alamat nashabnya adalah fat-hah.



Catatan Tambahan


1. Dhamirnya dapat berubah, sesuai jumlah dan gender orang yang disuruh.


Contoh:


a. Menyuruh ke satu orang laki-laki => dhamirnya كَ


- إِلَيْكَ هَذَا الكِتَابَ يَا أَحْمَدُ = Ambil buku ini wahai Ahmad!


b. Menyuruh ke satu orang perempuan => dhamirnya كِ 


- إِلَيْكِ هَذِهِ الحَقِيْبَةَ يَا مَرْيَمُ = Ambil tas ini wahai Maryam!


c. Menyuruh ke banyak perempuan => dhamirnya كُنَّ


- إِلَيْكُنَّ هَذِهِ الدَّفَاتِرَ يَا أَخْوَاتُ = Ambillah buku tulis ini wahai saudari-saudariku!


2. Dari gambar di atas, pada kalimat terakhir, kita juga diberitahu contoh lain dari isim fi'il amr, yaitu آمِينْ yang maknanya sama dengan اسْتَجِبْ yaitu perkenankanlah; kabulkanlah; jawablah.


Tambahan contoh isim fi'il amr lain : عَلَيْكَ


عَلَيْكَ yang bermakna أَلْزِمْ 


Biasanya berpasangan dengan بِ jika terdapat maf'ul bih, sehingga menjadi عَلَيْكَ بِ 


Artinya kurang lebih : 


- Berpeganglah


- Diwajibkan atas kamu


- Pegang teguhlah


- Jadilah orang yang


Contoh


- عَلَيْكَ بِالاِجْتِهَادِ = Bersungguh-sunggulah; jadilah engkau orang yang bersungguh-sungguh.


-  عَلَيْكَ بِتَقْوَى اللَّهِ = bertakwalah kamu kepada Allah


- عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي = berpegangteguhlah pada sunnahku; wajib atas kalian memegang teguh sunnahku.


=============================


Itulah akhir materi hari ini. Selanjutnya kita akan membahas tentang kata أَشْيَاءُ pada postingan mendatang, in syaa Allah.

Baca pelajaran sebelumnya : la'alla yang bermakna pengharapan dan kekhawatiran


Isim al-manshubat - Pelajaran 1 Durusul Lughah 3

Masih di pelajaran pertama buku Durusul lughah jilid ketiga.

Pada pelajaran lalu, kita telah membahas al-marfuu'at pada isim, kita juga telah melihat contoh-contohnya.

Sekarang kita lanjutkan dengan materi al-manshubat pada isim.


al-manshubat : isim yang manshuub


المنصوبات من الأسماء (manshuubaat pada isim)


Isim yang manshuub adalah isim yang termasuk bagian di bawah ini, yaitu:


1. اسم إِنَّ (isim inna)


contoh:

إِنَّ المُدَرِّسَ مَرِيْضٌ

al-mudarrisu adalah isim inna.

ia adalah manshub, tanda nashab-nya adalah fat-hah.


==================
Penjelasan dan contoh lebih lengkap tentang inna : inna dan contoh kalimatnya
==================

2. خَبر كان (khabar kaana)


contoh:

كَانَ الطَّعَامُ لَذِيْذًا

ladziidzan adalah khabar kaana.

ia manshub dan tanda nashab-nya adalah fat-hah.


====================
murajaah kaan di sini : penjelasan كان (kaana)
====================


3. المفعول به (maf'uul bih)


maf'ul bih adalah objek penderita atau yang dikenai suatu perbuatan.


contoh:

فَهِمْتُ الدَّرْسَ

artinya : saya memahami pelajaran.

ad-darsa (pelajaran) dalam kalimat di atas adalah objek (maf'ul bih).

jadi ad-darsa adalah manshub, dan tanda nashab-nya adalah fat-hah.


========================
mengulang pelajaran tentang maf'ul bih : faa'il dan maf'ul bih
========================

4. المفعول فِيه (maf'uul fiih)


maf'ul fiih adalah zharaf (ظرف), yaitu isim yang menunjukkan keterangan waktu atau keterangan tempat terjadinya sebuah perbuatan.

contoh:

- سَافَرَ أَبِيْ لَيلاً , artinya : ayahku pergi pada malam hari.

lailan (malam hari) adalah zharaf zaman (waktu).

Jadi lailan adalah manshuub, dan tanda nashab-nya adalah fat-hah.


========================
mengulang pelajaran maf'ul fiih dari kitab lain : ma'ful fih (zharaf)
=========================


5. المفعول لأجله (maf'ul li-ajlih)


maf'ul li-ajlih adalah isim yang berfungsi untuk menjelaskan sebab terjadi perbuatan.


Contoh:

صُمْتُ إِيمَانًا بِاللَّهِ , artinya: aku  berpuasa karena iman kepada Allah.

iimaanan dalam kalimat di atas adalah sebagai maf'ul li-ajlihi karena menunjukkan sebab orang tersebut berpuasa, sebabnya yaitu karena iman kepada Allah.

oleh karna itu ia manshuub, dan tanda nashab-nya adalah fat-hah.



6. المفعول معه (maf'ul ma'ah)


maf'ul ma'ah adalah isim yang terdapat setelah huruf و  . Artinya adalah bersama atau menunjukkan perbuatan yang terjadi bersama.


catatan:

a. و dalam maf'ul ma'ah adalah waw ma'iyyah , bukan waw athaf (alias waw yang berarti "dan").

b. setelah waw ma'iyyah adalah isim manshub.


Contoh:

جَاءَ أَبِي وَغُرُوبَ الشَّمْسِ

Arti menurut kalimatnya: bapak saya datang bersama terbenamnya matahari.

Maksud kalimat tersebut adalah bapak saya datang ketika terbenamnya matahari atau bapak saya datang bersamaan dengan terbenamnya matahari.


- ghuruuba adalah maf'ul ma'ah. Maka ia manshub, tanda nashab-nya adalah fat-hah.



7. المفعول المطلق (maf'uul muthlaq)


maf'ul muthlaq adalah isim yang berfungsi sebagai:

- penjelas bilangan

- penjelasn macam

- penguat suatu perbuatan


contoh:

- penguat perbuatan : نَظَرْتُ نَظْرًا
artinya : saya melihatnya betul betul melihat.


- penjelas bilangan : نَظَرْتُ نَظْرَةً
Artinya : saya melihatnya sekali atau saya satu kali melihat.


- penjelas macam: نَظَرْتُ نَظْرًا طَوِيْلاً
Artinya: saya melihatnya dengan melihat yang lama sekali.


catatan maf'ul muthlaq:

a. maf'ul muthlaq itu menggunakan mashdar yang manshub.

b. maf'ul muthlaq penjelas bilangan memakai wazan فَعْلَةً


===================================
catatan pelajaran dari kitab lain: maf'ul muthlaq-maf'ul lah/li ajlih-maf'ul ma'ah
===================================

8. الحال (haal)


haal adalah isim untuk penjelas keadaan ketika terjadinya suatu perbuatan.

haal dibentuk dari faa'il atau maf'uul.

haal jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia: "sambil" atau "dalam keadaan"

haal adalah isim nakirah, sedangkan shahibul haal (pelaku perbuatan) adalah isim ma'rifat.


Contoh: يُصَلِّي جَدِّي جَالِسًا
Artinya: Kakekku shalat sambil duduk (kakekku shalat dalam keadaan duduk).


============================
materi pelajaran hal dari kitab lain : al-manshubat - al-haal
============================



9. التمييز (tamyiiz)


tamyiiz adalah isim yang disebut setelah isim mubham (dalam keadaan samar), fungsinya adalah untuk menjelaskan kesamaran tersebut.


contoh: أَنَا أَكْبَرُ مِنْكَ سِنًّا
Artinya: saya lebih tua dari kamu.

penjelasan:

kalimat أَنَا أَكْبَرُ مِنْكَ itu tidak jelas alias samar, arti kalimat itu adalah saya lebih besar dari kamu.

Lebih besar apanya? badannya? rumahnya?

untuk itu diperlukan adanya tamyiiz untuk memperjelas kesamaran, dalam kalimat ini penjelasnya adalah سِنًّا (sinnan) yaitu usia.

sehingga jelaslah bahwa yang dimaksud adalah lebih besar usianya alias lebih tua.



10. المستثنى (mustatsnaa)


mustatsna adalah pengecualian atau isim yang dikecualikan.

Ada beberapa adat/huruf istitsna, dalam contoh ini kita memakai  إِلاَّ


contoh: حَضَرَ الأَوْلاَدُ إِلاَّ حَامِدًا
artinya: telah hadir anak-anak itu kecuali hamid.

hamid adalah mustatsnaa, sehingga ia manshub, dan tanda nashab-nya adalah fat-hah.



11. المنادى (al-munaadaa)


munada adalah isim yang disebut setelah harfun nida. Artinya adalah yang dipanggil atau diseru.


munada dalam keadaan manshub jika ia dalam bentuk idhafah.

contoh:

يَا أَبَا مُحَمَّدٍ

artinya: wahai bapaknya Muhammad.

abaa adalah munada (orang yang dipanggil) yang mudhaf, mudhaf ilaihnya adalah muhammad.

jadi abaa adalah manshub, tanda nashab-nya adalah alif (ا) karena ia adalah termasuk asmaul khamsah.


==========================
jika ingin contoh munada yang mufrad maupun yang mudhaf, baca di contoh munada yang mudhaf dan yang idhafah
==========================


Demikianlah materi pelajaran isim-isim yang manshub.


al-marfu'at pada isim - Pelajaran 1 Durusul Lughah 3


Setelah kita mempelajari isim yang mu'rab dan yang mabniy dan mengetahui tanda atau alamat isim yang dalam keadaan marfu', manshub, dan majrur, maka kita akan teruskan pelajaran dengan materi apa saja isim-isim yang marfu' (المَرْفُوعَاتُ مِنَ الأَسْمَاءِ)

marfu'at min asmaa


al-marfuu'aatu minal asmaa-i (isim-isim yang marfu')


Di bawah ini adalah isim marfu':


isim isim yang marfuu'


1. المُبْتَدَأُ (al-mubtada')


Contoh:

أَحْمَدُ مُجْتَهِدٌ

ahmad adalah mubtada'

karena mubtada', maka ia marfu'.

tanda rafa'-nya adalah dhammah.


=======================
murajaah mubtada dan khabar di sini:
Penjelasan mubtada' dan khabar

=======================


2. الخَبَرُ (al-khabar)


contoh:

أَحْمَدُ مُجْتَهِدٌ

mujtahidun adalah khabar.

oleh karena itu ia marfu'.

tanda rafa'-nya adalah dhammah.



3. اسْمُ كَانَ (isim kana)


contoh :

كَانَ الطَّالِبُ ذَكِيًّا

ath-thaalibu adalah  isim kaana.

oleh karena itu ia adalah marfu'.

tanda rafa' nya adalah dhammah.

===========================
baca penjelasan tentang kaana untuk murajaah
===========================


4. خَبَرُ إِنَّ  (khabar inna)


contoh:

إِنَّ الطَّالِبَ ذَكِيٌّ

dzakiyyun adalah khabar inna.

ia adalah marfu', tanda rafa'-nya adalah dhammah.


=============================
Baca juga kaidah inna dan anna agar lebih mengerti.
=============================


5. الفَاعِلُ (al-fa'il)


contoh:

حَضَرَ الطَّالِبُ

ath-thaalibu adalah fa'il.

ia marfu', tanda rafa-nya adalah dhammah.


===============================
sebaiknya ulangi materi ini :

fi'il, faa'il, dan maf'ul bih

faa'il adalah salah satu marfuu'aat

===============================

6. نَائِبُ الفَاعِلِ (na-ibul fa'il)


contoh:

يُشْرَبُ المَاءُ

al-maa-u adalah naa-ibul faa'il.

oleh karena itu ia marfu', tanda rafa'nya adalah dhammah.


=======================
naa-ib al-faa'il adalah isim yang marfuu'
=======================



La'alla bermakna at-tarajji dan al-isyfaaq - Pelajaran 2 - Durusul lughah 3

Pelajaran kedua selanjutnya membahas tentang لَعَلَّ (la'alla), khususnya mengupas perbedaan antara la'alla yang berupa pengharapan dan la'alla yang berupa kekhawatiran.


Untuk la'alla yang bermakna pengharapan, kita sudah bahas pada pelajaran awal di kitab Durusul Lughah jilid 2. Pada pelajaran kedua durusul lughah jilid 3 ini dibahas tentang dua jenis makna la'alla, yaitu pengharapan dan ketakutan/kekhawatiran.


contoh la'allahu al-isyfaaq



Penjelasan singkat la'alla (لَعَلَّ)


لَعَلَّ : حَرْفُ نَاسِخٌ مِنْ أَخْوَات إِنَّ يَنْصَبُ الاسم, يَرْفَعُ الخَبر


لَهُ مَعْنَيَانِ : التَّرَجِّي وَالإِشْفَاق


catatan tambahan:

النَّوَاسِخُ فِي النَّحْوِ: الكَلِمَةُ الَّتِي تُغَيِّرُ حُكْمَ الْمُبْتَدإِ وَالْخَبَرِ سَوَاءٌ كَانَتْ حَرْفاً مِثْلَ إِنَّ وَأَخَوَاتِهَا أَوْ فِعْلاً مِثْلَ كَانَ وَأَخَوَاتِهَا


Jadi penjelasan singkat la'alla (لَعَلَّ) adalah : 


- la'alla termasuk huruf naasikh.


- la'alla adalah salah satu akhwat inna (إِنَّ), oleh karena itu ia membuat isim setelahnya manshub dan khabar menjadi marfu'.


- la'alla mempunyai dua makna, yaitu at-tarajjii dan al-isyfaq.


- Untuk mengetahui maknanya, harus melihat konteks keseluruhan kalimat.


Adapun penjelasan apa huruf naashikh itu adalah :


- huruf nasikh di dalam ilmu nahwu berarti kata yang mengubah kondisi mubtada dan khabar


- contohnya : huruf إِنَّ , fi'il كَانَ 


Contoh kalimat yang didahului huruf nasikh


Kita ambil contoh  jumlah ismiyyah yang sederhana.


الدَّرْسُ سَهْلٌ = pelajaran itu mudah.


الدَّرْسُ adalah mubtada' => ia marfu'


سَهْلٌ adalah khabar => ia marfu'


Jika dimasukkan salah satu huruf nasikh, yaitu إِنَّ , maka الدَّرْسُ menjadi manshub (sekarang disebut isim inna), dan سَهْلٌ menjadi khabar inna yang marfu'.



Sekarang kita kembali ke bahasan pokok hari ini yaitu لَعَلَّ


Dua makna la'alla


1. الإشفاق 


al-isyfaaq adalah mashdar dari أَشفَقَ


أشْفَقَ على artinya kira-kira خافَ , di dalam ekspresi bahasa Indonesia kurang lebih kecemasan , ketakutan, atau kekhawatiran.


Contoh la'alla sebagai isyfaaq:


لَعَلَّهُ مَرِيْضٌ , artinya saya khawatir dia sakit.



2. التّرَجِّي


tarajji adalah mashdar dari تَرَجَّى , yaitu berarti mengharapkan.


Contoh la'alla sebagai tarajjiy:


لَعَلَّهُ بِخَيْرٍ , artinya semoga dia dalam keadaan baik.


contoh la'alla at-tarajjiy





Latihan, sebutkan makna dari kalimat di bawah ini:


1. لَعَلَّكَ نَاجِحٌ => tarajjiy

Artinya : semoga engkau sukses.


2. لَعَلِّيْ رَاسِبٌ => isyfaaq

Artinya : saya khawatir gagal.