Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Download Kitab Al-Ashfiya Karya KH Makruf Khozin

Galeri Kitab Kuning | Berikut ini kami akan bagikan link Kitab Karya KH Makruf Khozin, yang berjudul Al-Ashfiya Fi Dzabbi 'An al-Ihya'.

Download Kitab Al-Ashfiya Karya KH Makruf Khozin

Kitab Al-Ashfiya' tersebut berisi tentang penjelasan tentang hadits-hadits dalam kitab Ihya' Ulumiddin karya Imam Ghazali, yang kerap mendapatkan kritik dari sebagian orang.

Pasalnya, tidak sedikit yang mengkritik hadith-hadith yang tercantum dalam karya monumental tersebut, yang terkesan ingin menyudutkan karya Hujjatul Islam.

Kritik tersebut meski terlihat ilmiah, namun cenderung mengandung upaya untuk meragukan keyakinan umat Islam selama ini, tentang Kitab Ihya' Ulumiddin.

Baca Juga : Koleksi Kumpulan Kitab Yang Membantah Ajaran Wahabi

Link download, akan kami cantumkan pada akhir tulisan. Simak ulasannya berikut ini.

Sekilas Tentang Kitab al-Ashfiya' KH Makruf Khozin.

KH. Makruf Khozin, merupakan salah satu ulama muda berasal dari Desa Ganjaran, Gondanglegi Malang, Jawa Timur.

Putra keempat al-Marhum al-Maghfurlah KH. Khozin Yahya (Pengasuh kedua PP Raudlatul Ulum 1 dan Putra dari al-Marhum KH. Yahya Saybrowi) tersebut kini lebih dikenal sebagai salah satu Pendekar Aswaja asal Jawa Timur.

Wajar, kekhawatiran pria lulusan Pondok Pesantren al-Falah Ploso tersebut terhadap gerakan beberapa kaum muslimin, yang saat ini semakin genjar menggoyahkan akidah umat Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah.

Banyak karya dan buku-buku yang membantah ajaran wahabi, selain itu beliau juga aktif mengisi pengajian-pengajian, dan tulisan baik di media cetak maupun media sosial untuk memperkuat faham Ahlussunnah Wal Jama'ah.

Baca Juga : Download Buku "Wahabi Menuduh, NU Menjawab" Versi PDF

Kitab Al-Ashfiya' Fi al-Dzabbi 'An al-Ihya', merupakan salah satu karya beliau yang berisi ulasan dan penjelasan tentang kritik terhadap hadith-hadith yang kerap dituduhkan oleh sebagaian umat Islam.

Melalui kitab ini, beliau ingin meluruskan kembali, dan mempertegas derajat hadith yang dalam beberapa waktu terakhit dianggap dha'if (lemah) atau bahkan Maudhu' (hadith palsu).

Kitab Al-Ashfiya' berawal dari keresahan beliau ketika membaca sebuah kitab berjudul al-Shufyah Nasy'atuha Wa Tathawwuruha (awal mula dan perkembangan tashawwuf) karya Muhammad Abduh dan Thariq Abdul Halim.

Dalam kitab tersebut, ada sebuah bab khusus yang membahas tentang orang shufi dan ilmu hadith, yang  salah satu pembahasannya berkenaan dengan hadith-hadith dha'if (lemah) atau Maudhu' (hadith palsu), yang kerap disebutkan dalam kitab-kitab tashawwuf, dan salah satunya Kitab Ihya' Ulumiddin.

Setelah melakukan berbagai penelurusan prihal hadith dalam kitab Ihya' Ulumiddin, beliau menemukan banyak tuduhan-tuduhan tentang hadith dalam kitab karya Imam Ghazali tersebut.

Dengan landasan inilah, Kiai yang saat ini sedang menjabat Ketua MUI Jawa Timur, tergerak untuk menyusun sebuah kitab berjudul "Al-Ashfiya' Fi al-Dzabbi 'An al-Ihya'" untuk membantah tuduhan-tuduhan tersebut.

Baca Juga : Download Buku Telaah Kritis Atas Doktrin Faham Salafi /Wahabi

Setidaknya ada 20 Hadith yang beliau jadikan bahan analisis untuk menangkal kritikan dan tuduhan khususnya dari para kaum wahhabi.

Unduh Kitab Al-Ashfiya' Fi al-Dzabbi 'An al-Ihya' - KH. Makruf Khozin

Apakah anda ingin membaca dan mengunduh kitab tersebut, silahkan baca detailnya berikut ini:

Download Kitab Al-Ashfiya Karya KH Makruf Khozin


Nama Kitab : Al-Ashfiya' Fi al-Dzabbi 'An al-Ihya'

Judul Arab : الأصفياء في الذب عن الإحياء

Penyusun : KH. Makruf Khozin

File : PDF

Ukuran : 61 MB

LINK DOWNLOAD (Google Drive)

LINK DOWNLOAD (Archive.org)


Terimakasih telah membaca postingan Download Kitab Al-Ashfiya Karya KH Makruf Khozin,  semoga kita mendapatkan ilmu dan barokah dari kitab tersebut amin.


Link Aplikasi Terjemah Kitab Shahih Bukhori Muslim - Lengkap dan Gratis di Android

Galeri Kitab Kuning | Tulisan ini memuat ulasan tentang aplikasi Terjemah Shahih Bukhori Muslim Di Android yang bisa anda install secara gratis.

Link Aplikasi Terjemah Kitab Shahih Bukhori Muslim - Lengkap dan Gratis di Android

Satu diantara kitab kuning bidang Hadits yang banyak dipelajari dan diajarkan di lembaga Islam seperti Pondok Pesantren adalah kitab Shahih Bukhori Muslim.

Pembelajaran dengan kitab Shahih Bukhori Muslim terbilang salah satu mata pelajaran wajib bagi para pelajar muslim sebab kitab tersebut menjadi rujukan utama dalam bidang haidts.

Dan dengan adanya perkembangan teknologi yang canggih, saat ini kita bisa dengan mudah mempelajari Kitab Shahih Bukhori Muslim, hanya dari Android.

Baca Juga : Link Aplikasi Terjemah Kitab Fathul Qorib Di Android Gratis

Sebab banyak sekali developer yang telah menyediakan aplikasi Kitab Shahih Bukhori Muslim Terjemahan yang bisa dengan mudah kita pasang di Smartphone. Penasaran? simak ulasannya berikut ini.

Aplikasi Terjemah Kitab Kasyifatus Saja di Android

Kitab Shahih Bukhari, berisi kumpulan hadits-hadits Rasulullah saw, yang disusun oleh al-Imam Abu Abdillah bin Islamil al-Bukhari (W 256 H), sementara Kitab Shahih Muslim disusun oleh Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Naisaburi (W 261 H).

Kedua kitab ini menjadi rujukan utama di bidang hadits, hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi, bahwa kedua kitab tersebut, yakni Shahih Bukhari maupun Kiitab Shahih Muslim merupakan kitab hadits yang disepakati keshahihannya oleh ulama ahli Hadits.


Hal senada juga disampaikan oleh al-Imam Ibnu Shalah, bahwa kedua hadits tersebut merupakan kitab hadits yang derajadnya paling tinggi, dan sering disebut dengan Muttafaq Alaih.

Terjemah Shahih Bukhari Muslim ini berisi 2 kitab terjemah hadits shahih bukhari dan hadits shahih muslim. Hadits Shahih Bukhari merupakan kitab (buku) koleksi hadits yang disusun oleh Imam Bukhari (nama lengkap: Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah al-Ju'fi) yang hidup antara 194 hingga 256 hijriah.

Koleksi hadits ini di kalangan muslim Sunni adalah salah satu dari yang terbaik karena Bukhari menggunakan kriteria yang sangat ketat dalam menyeleksi hadits. Ia menghabiskan waktu 16 tahun untuk menyusun koleksi ini dan menghasilkan 2.602 hadits dalam kitabnya (9.802 dengan perulangan).


Al-Jami' atau biasa di kenal dengan Kitab Shahih Muslim merupakan kitab (buku) koleksi hadits yang disusun oleh Imam Muslim (nama lengkap: Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Naisaburi) yang hidup antara 202 hingga 261 hijriah. Ia merupakan murid dari Imam Bukhari.

Shahih Muslim terbagi menjadi beberapa kitab di mana tiap kitab terdiri dari beberapa bab. Judul bab tersebut menunjukkan fiqih Imam Muslim terhadap hadits-hadits yang termuat di dalamnya. Shahih Bukhari bersama dengan kitab Shahih Muslim disebut sebagai ash-Shahihain (Dua Kitab Shahih rujukan utama).

Kitab Shahih Bukhari dan Kitab Shahih Muslim adalah kitab hadits paling shahih bila dibandingkan dengan kitab-kitab hadits lain, dua kitab shahih ini dikenal juga dengan sebutan As-Shahihain (kalau diartikan ke bahasa indonesia kira-kira artinya "dua kitab shahih'), akan tetapi tidak semua hadits shahih terdapat dalam kitab As-Shahihain tersebut.

Baca Juga : Link Aplikasi Terjemah Kitab Fathul Mu'in di Android Gratis - Lengkap Dengan Penjelasannya

Unduh Aplikasi Terjemah Kitab Shahih Bukhori Muslim Gratis

Link Aplikasi Terjemah Kitab Shahih Bukhori Muslim - Lengkap dan Gratis di Android

Bagi anda yang ingin mempelajari Kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dibantu dengan terjemahannya, berikut ini kami bagikan link Aplikasi yang bisa anda install pada perangkat android dengan mudah.

Nama Aplikasi : Terjemah Shahih Bukhari Muslim

Developer : Daff Media

Ukuran : 8.2 MB

LINK DOWNLOAD

Terimakasih telah membaca tulisan dan informasi tentang Aplikasi Terjemahan Shahih Bukhori Muslim Di Android Gratis, dapatkan ragam aplikasi lainnya, klik APLIKASI

Link Download Kitab Arbain Nawawi Makna Jawa / Makna Pesantren

Galeri Kitab Kuning | Tulisan ini memuat Kitab Arbain Nawawi Versi PDF Lengkap Dengan Makna Jawa Atau Makna Pesantren.

Link Download Kitab Arbain Nawawi Makna Jawa / Makna Pesantren

Satu diantara kitab Hadits yang banyak dipelajari tidak hanya di pesantren, namun saat ini sudah banyak diajarkan pada jamaah-jamaah majelis Ta'lim adalah Hadits Arbain Nawawi.

Bagi anda yang kebetulan sedang mencari kitab tersebut lengkap dengan makna jawa, silahkan unduh pada link yang kami cantumkan di akhir tulisan.

Baca Juga : Link Download Kitab Wasiatul Mushtofa Makna Jawa / Makna Pesantren

Kitab Hadits Arbain Nawawi Makna Jawa / Pesantren 

Hadits Arbain al-Nawawiyah, merupakan sebuah kitab yang berisi 42 hadits yang disusun oleh Imam Nawawi.

Kitab Hadits ini, masuk dalam kategori Kitab Hadits Sekunder, seperti halanya kitab Bulughul Maram, sebab penyusunnya tidak menyebutkan sanad secara lengkap.

Baca Juga : Koleksi Kitab-Kitab Karya Imam Nawawi Versi PDF - Gratis Download 

Sementara topik pembahasan dalam kitab Hadits Arbain Nawawi, berisi pokok-pokok penting dalam agama, yakni pembahasan Ushul, dan Furu', serta hadits-hadits tentang Nasehat, Jihad, Zuhud dan lain sebagainya.

Daftar Isi Kitab Hadits Arbain Nawawi

1.Niat dan Ikhlas 

2.Iman,Islam dan Ihsan

3.Rukun Islam

4.Takdir Manusia telah ditetapkan

5.Semua Perbuatan Bid'ah Tertolak

6.Dalil yang Halal dan Haram

7.Agama adalah Nasihat

8.Perintah memerangi manusia yang tidak Sholat dan Bayar Zakat

9.Melaksanakan perintah sesuai kemampuan

10.Makan dari Rezki yang Halal

11.Tinggalkan Keragu-raguan

12.Meninggalkan yang tidak bermanfaat

13.Mencintai milik orang lain seperti mencintai miliknya sendiri

14.Larangan Berzina,Membunuh dan Murtad

15.Berkata Baik atau lebih baik diam

Baca Juga : Link Download Kitab Fathul Mu'in Makna Jawa / Makna Pesantren

16.Jangan mudah marah

17.Berbuat baik dalam segala urusan

18.Setelah melakukan dosa segera lakukan kebaikan

19.Wasiat RAsulullah kepada Ibnu Abbas

20.Anjuran memiliki Rasa Malu

21.Istiqomah

22.Melaksanakan syari'at Islam dengan benar

23.Suci itu sebagian dari Iman

24.Haramnya Berbuat Zalim

25.Bersedekah tidak mesti dengan Harta

26.Segala perbuatan baik adalah sedekah

27.Menjauhi perbuatan yang meresahkan

28.Berpegang teguh pada Sunnah Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin

29.Shalat Lail(malam) menghapus dosa

30.Laksanakan perintah Agama dan menjauhi larangan Agama

31.Anjuran Zuhud

32.Tidak boleh berbuat kerusakan atau bahaya

33.Penuduh wajib bawa bukti dan tertuduh cukup bersumpah

34.Kewajiban mengingkari/memberantas kemungkaran

35.Haramnya sifat dengki dan mencari kesalahan orang lain

36.Sesama muslim wajib saling membantu

37.Pahala kebaikan dilipatgandakan Allah

38.Keutamaan melaksanakan Sunnah

39.Tidak sengaja atau lupa dimaafkan

40.Hidup bagaikan seorang pengembara

41.Menundukkan Hawa Nafsu

42.Dosa selain SYIRIK akan diampuni

Unduh Hadits Arbain Nawawi Makna Jawa / Makna Ala Pesantren

Link Download Kitab Arbain Nawawi Makna Jawa / Makna Pesantren

Nama Kitab : Hadits Arbain Nawawiyah

Penyusun : al-Imam Yahya Syarafuddin al-Nawawi / Imam Nawawi

File : PDF

Source : GD

LINK UNDUH

Terimakasih telah membaca postingan kami tentang Kitab Arbain Nawawi Makna Jawa / Makna Pesantren, semoga kitab tersebut bermanfaat.

Fawaid Riyadhush Shalihin (7)

بسم الله الرحمن الرحيم
Hasil gambar untuk ‫الحديث الشريف‬‎
Fawaid Riyadhush Shalihin (7)
Segala puji bagi Allah Rabbul 'alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba'du:
Berikut Fawaid (Kandungan Hadits) Riyadhush Shalihin yang banyak kami rujuk dari kitab Syarh Riyadhush Shalihin karya Syaikh Faishal bin Abdul Aziz An Najdiy, kitab Bahjatun Nazhirin karya Syaikh Salim bin Ied Al Hilaliy,  dan lainnya. Hadits-hadits di dalamnya banyak merujuk kepada kitab Riyadhush Shalihin, akan tetapi kami mengambil matannya dari kitab-kitab hadits induk. Semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ نَاسًا مِنَ الْأَنْصَارِ سَأَلُوا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَعْطَاهُمْ، ثُمَّ سَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ، حَتَّى إِذَا نَفِدَ مَا عِنْدَهُ قَالَ: «مَا يَكُنْ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ أَدَّخِرَهُ عَنْكُمْ، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَمَنْ يَصْبِرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ مِنْ عَطَاءٍ خَيْرٌ وَأَوْسَعُ مِنَ الصَّبْرِ»
(26) Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa beberapa orang Anshar pernah meminta (harta) kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu Beliau memberikannya, kemudian mereka meminta lagi, lalu Beliau memberikannya hingga habis harta yang ada pada Beliau, kemudian Beliau bersabda, “Tidak ada satu kebaikan (harta) yang aku sembunyikan dari kalian. Barang siapa yang menjaga dirinya (dari meminta-minta), maka Allah akan mencukupkannya, barang siapa yang merasa cukup, maka Allah akan mengkayakannya, barang siapa yang berusaha untuk sabar, maka Allah akan membantunya untuk bersabar, dan tidak ada pemberian yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Fawaid:
1. Kedermawanan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2. Kaya itu bukan kaya atau banyak harta, akan tetapi kaya itu adalah kaya hati.
3. Anjuran untuk menjaga diri dari meminta-minta, qana’ah (merasa cukup), dan bersabar terhadap sempitnya rezeki yang diberikan kepadanya serta hal-hal lain yang tidak menyenangkan di dunia.
4. Bolehnya meminta ketika ada kebutuhan meskipun lebih utama meninggalkannya sampai datang pertolongan dari Allah Azza wa Jalla.
عَنْ صُهَيْبٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ»
(27) Dari Shuhaib radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Semua urusannya baik baginya, dan hal itu tidak ada kecuali pada diri seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka hal itu baik baginya, dan jika ia mendapatkan kesengsaraan, maka ia bersabar, maka hal itu baik baginya.” (HR. Muslim)
Fawaid:
1. Keutamaan syukur terhadap nikmat dan sabar ketika mendapatkan musibah. Barang siapa yang melakukan hal tersebut, maka dia akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, barang siapa yang tidak bersyukur terhadap nikmat dan tidak bersabar terhadap musibah, maka ia mendapatkan kesengsaraan, kehilangan pahala, dan mendapatkan dosa.
2. Orang mukmin yang sempurna imannya akan bersyukur kepada Allah saat mendapatkan nikmat dan bersabar ketika mendapatkan musibah.
3. Orang kafir keluh kesal dan marah-marah ketika mendapatkan musibah, sehingga ia mendapatkan dua dosa, yaitu tidak ridha terhadap takdir Allah dan tidak sabar ketika mendapatkan musibah.
عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: لَمَّا ثَقُلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَعَلَ يَتَغَشَّاهُ، فَقَالَتْ فَاطِمَةُ عَلَيْهَا السَّلاَمُ: وَا كَرْبَ أَبَاهُ، فَقَالَ لَهَا: «لَيْسَ عَلَى أَبِيكِ كَرْبٌ بَعْدَ اليَوْمِ» ، فَلَمَّا مَاتَ قَالَتْ: يَا أَبَتَاهُ، أَجَابَ رَبًّا دَعَاهُ، يَا أَبَتَاهْ، مَنْ جَنَّةُ الفِرْدَوْسِ، مَأْوَاهْ يَا أَبَتَاهْ إِلَى جِبْرِيلَ نَنْعَاهْ، فَلَمَّا دُفِنَ، قَالَتْ فَاطِمَةُ عَلَيْهَا السَّلاَمُ: يَا أَنَسُ أَطَابَتْ أَنْفُسُكُمْ أَنْ تَحْثُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ التُّرَابَ
(28) Dari Anas radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semakin berat sakitnya, maka Beliau pun diliputi oleh kedukaan –karena menghadapi sakaratul maut-, kemudian Fathimah radhiyallahu ‘anha berkata, “Aduhai penderitaan yang dihadapi ayah.” Maka Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setelah hari ini, ayahmu tidak akan mengalami penderitaan lagi.” Saat Beliau telah wafat, maka Fathimah berkata, “Aduhai ayah, ia telah memenuhi panggilan Rabb-Nya. Aduhai ayah, surga Firdauslah tempat tinggalnya. Aduhai ayah, kepada Jibril, kami sampaikan berita wafatnya.” Setelah Beliau dikubur, Fathimah radhiyallahu ‘anha berkata, “Wahai Anas! Apakah hatimu tenang ketika menaburkan tanah di atas jasad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?” (HR. Bukhari)
Fawaid:
1. Para nabi adalah manusia yang paling berat cobaannya.
2. Bolehnya menaruh kasihan kepada seseorang yang akan dicabut nyawa seperti yang diucapkan Fathimah radhiyallahu ‘anha, dan bahwa hal itu tidak termasuk niyahah (meratap).
3. Bolehnya menyebutkan sifat-sifat si mayit setelah wafatnya.
4. Kehidupan setelah dunia lebih baik bagi para nabi ‘alaihimush shalatu was salam dan para pengikutnya.
5. Dunia adalah tempat yang penuh kelelahan, dan akhirat merupakan tempat istirahat dan kenikmatan bagi seorang mukmin.
عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: أَرْسَلَتِ ابْنَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِ إِنَّ ابْنًا لِي قُبِضَ، فَأْتِنَا، فَأَرْسَلَ يُقْرِئُ السَّلاَمَ، وَيَقُولُ: «إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى، وَكُلٌّ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى، فَلْتَصْبِرْ، وَلْتَحْتَسِبْ» ، فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ تُقْسِمُ عَلَيْهِ لَيَأْتِيَنَّهَا، فَقَامَ وَمَعَهُ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ، وَمَعَاذُ بْنُ جَبَلٍ، وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ، وَزَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ وَرِجَالٌ، فَرُفِعَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّبِيُّ وَنَفْسُهُ تَتَقَعْقَعُ  فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ، فَقَالَ سَعْدٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا هَذَا؟ فَقَالَ: «هَذِهِ رَحْمَةٌ جَعَلَهَا اللَّهُ فِي قُلُوبِ عِبَادِهِ، وَإِنَّمَا يَرْحَمُ اللَّهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ»
(29) Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Puteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengirimkan seseorang untuk menyampaikan berita kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu  “Anakku akan meninggal dunia, maka datanglah kepada kami,” maka Beliau mengirimkan seseorang untuk menyampaikan salam dan mengatakan, “Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil, milik-Nya pula apa yang Dia berikan, dan semuanya telah ditentukan ajalnya di sisi-Nya, maka hendaknya ia bersabar dan mengharapkan pahala.” Puterinya pun mengirimkan seseorang sambil bersumpah agar Beliau datang, maka Beliau, Sa’ad bin Ubadah, Mu’adz bin Jabal, Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, dan beberapa orang sahabat pergi mendatanginya, lalu anaknya pun diangkat ke hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedangkan nafasnya ketika itu terengah-engah, lalu mata Beliau berlinangan air mata, kemudian Sa’ad berkata, “Wahai Rasulullah, apa ini?” Beliau menjawab, “Ini adalah rahmat yang Allah berikan kepada hati hamba-hamba-Nya, dan Allah hanya memberikan rahmat kepada hamba-hamba-Nya yang penyayang.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Fawaid:
1. Bolehnya meminta orang yang memiliki keutamaan untuk hadir menyaksikan seorang yang hendak dicabut nyawanya untuk meminta doanya, dan bolehnya bersumpah agar orang tersebut datang.
2. Bolehnya berjalan untuk ta’ziyah (menghibur keluarga mayit). Menjenguk juga boleh tanpa izin; berbeda dengan walimah.
3. Anjuran memenuhi sumpah orang lain.
4. Anjuran memerintahkan orang yang mendapatkan musibah untuk bersabar sebelum datang kematian agar dirinya menerima takdir Allah.
5. Bolehnya mengulang-ulang undangan.
6. Dorongan untuk sayang kepada semua makhluk Allah.
7. Peringatan terhadap hati yang kasar dan mata yang tidak pernah menangis.
8. Bolehnya menangis tanpa disertai ratapan.
9. Perintah mendahulukan salam sebelum berbicara.
10. Perintah menghibur orang yang mendapatkan musibah dengan hiburan yang meringankan penderitaannya.
11. Menjenguk orang sakit meskipun bukan orang utama atau bahkan hanya anak kecil merupakan akhlak mulia.
12. Sekedar menangis dan berlinangnya air mata tidaklah haram, bahkan ia merupakan bentuk rahmat dan kasih sayang.
13. Wajibnya bersabar terhadap musibah.
Bersambung…
Marwan bin Musa
Maraji': Syarh Riyadh Ash Shalihin (Syaikh Faishal bin Abdul Aziz An Najdiy), Syarh Riyadh Ash Shalihin (Muhammad bin Shalih Al Utsaimin),  Bahjatun Nazhirin (Salim bin ’Ied Al Hilaliy), Al Maktabatusy Syamilah versi 3.45, dll.

Download Terjemah Kitab Wasiatul Mustofa Karya Syech Abdul Wahab as-Sya’roni

Galeri Kitab Kuning | Kitab Wasiatul Mustofa merupakan kitab karya Imam as-Sya’roni yang berisi wasiat Nabi Muhammad saw. kepada Sahabat Ali ra.

Download Terjemah Kitab Wasiatul Mustofa Karya Syech Abdul Wahab as-Sya’roni

Kitab yang ditulis Syekh Abdul Wahhab al-Sya'roni tentu sangat dikenal khususnya di kalangan masyarakat pesantren.

Pada tulisan ini, kami akan berbagi Terjemah Kitab Kitab Wasiatul Mustofa, namun Simak ulasan singkatnya berikut ini.

Tentang Kitab Wasiatul Mustofa

Kitab Waṣiyyah al-Muṣṭafā li al-Imami ‘Ali Karramahu Wajhahu, selanjutnya disebut Waṣiyyah al-Muṣṭafā, adalah kitab yang membahas ḥadīṡ yang disandarkan kepada sahabat ‘Ali bin Abī Ṭalib.

Baca Juga : Unduh Terjemah Kitab Jauharul Maknun - Imam Abdurrahman al-Ahdhori

Penulis kitab Waṣiyyah al-Muṣṭafā ialah Abd Al-Wahhāb asy-Sya’rānī.

Salah satu wasiat dalam kitab ini, adalah saat NabiMuhammad SAW.berwasiat kepada sahabat ‘Ali bin Abī Ṭalib bahwa sesungguhnya tidak ada Nabi lagi sesudah beliau.

Dan apabila sahabat ‘Ali bin Abī Ṭalib menjaga wasiat itu maka sahabat ‘Ali bin Abī Ṭalib akan hidup dengan terpuji dan mati dalam keadaan syahid, Allah SWT.

Bahkan Allah akanmembangkitkannya di hari kiamat sebagai seorang faqih (orang yang mengerti), dan sebagai seorang yang alim.

Daftar Isi Buku Terjemah Wasiatul Mustofa

Wasiat-Wasiat Baginda Nabi Muhammad S.A.W.

Pasal Menjelaskan Masalah Wudhu Dan Sholat

Pasal Menerangkan Puasa

Pasal Menerangkan Sedekah

Pasal Menerangkan Do’a, Istigfar, dan Seluruh Dzikir

Pasal Menerangkan Kejujuran dan Teman

Baca Juga : Unduh Buku Terjemah Kitab Syamsul Ma'arif

Pasal Dalam Menerangkan Taubat

Pasal Menerangkan Tentang Menjaga Lisan

Pasal Menerangkan Malu

Pasal Menerangkan Wara'

Pasal Menerangkan Mencela Dunia

Pasal Menerangkan Tingkah Laku Manusia MenurutAllah S.W.T

Pasal Menerangkan Ciri-Ciri Kebaikan

Pasal Menerangkan Ciri-Ciri Syirik

Pasal Menerangkan Do'a-Do'a

Pasal Menerangkan Fan yang Bermacam-Macam

Download Kitab Wasiatul Mustofa Terjemahan

Bagi anda yang ingin lebih jauh kitab Wasiatul Mustofa, berikut ini kami akan bagikan versi terjemahannya. Simak detailnya berikut ini

Baca Juga : Download Terjemah Kitab Daqoiqul Akhbar Karya Syekh Abdurrahim bin Ahmad al-Qadhi

Nama Kitab : Washiatul Mushthofa (وصية المصطفى)

Pengarang : Syech Abdul Wahab as-Sya’roni

Terjemah : Kitab Washiatul Mustofa Terjemahan Bahasa Indonesia

Penerjemah : Hasil Kolaborasi Majelis Ta’lim Madarijul Ulum

File: PDF

Ukuran : 254 KB

DOWNLOAD


Dapatkan kitab-kitab dan buku terjemahan lainnya, klik Terjemah


Disclaimer:

Kami tidak menganjurkan untuk menggandakan dengan tujuan komersil dan mendapatkan profit, tanpa seizin pemilik.

Website ini hanya sebagai media download, sebab file-file sudah tersedia pada penyedia tertentu

Fawaid Riyadhush Shalihin (6)

بسم الله الرحمن الرحيم
Hasil gambar untuk ‫التوبة الى الله‬‎
Fawaid Riyadhush Shalihin (6)
Segala puji bagi Allah Rabbul 'alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba'du:
Berikut Fawaid (Kandungan Hadits) Riyadhush Shalihin yang banyak kami rujuk dari kitab Syarh Riyadhush Shalihin karya Syaikh Faishal bin Abdul Aziz An Najdiy dan lainnya.  semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
عَنْ أَبِي نُجَيْدٍ  عِمْرَانَ بْنِ الْحُصَيْنِ الخُزَاعِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا: أَنَّ امْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ أَتَتْ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ حُبْلَى مِنَ الزِّنَى، فَقَالَتْ: يَا نَبِيَّ اللهِ، أَصَبْتُ حَدًّا، فَأَقِمْهُ عَلَيَّ، فَدَعَا نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِيَّهَا، فَقَالَ: «أَحْسِنْ إِلَيْهَا، فَإِذَا وَضَعَتْ فَأْتِنِي بِهَا» ، فَفَعَلَ، فَأَمَرَ بِهَا نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَشُكَّتْ عَلَيْهَا ثِيَابُهَا، ثُمَّ أَمَرَ بِهَا فَرُجِمَتْ، ثُمَّ صَلَّى عَلَيْهَا، فَقَالَ لَهُ عُمَرُ: تُصَلِّي عَلَيْهَا يَا نَبِيَّ اللهِ وَقَدْ زَنَتْ؟ فَقَالَ: «لَقَدْ تَابَتْ تَوْبَةً لَوْ قُسِمَتْ بَيْنَ سَبْعِينَ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ لَوَسِعَتْهُمْ، وَهَلْ وَجَدْتَ تَوْبَةً أَفْضَلَ مِنْ أَنْ جَادَتْ بِنَفْسِهَا لِلَّهِ تَعَالَى؟»
(22) Dari Abu Nujaid Imran bin Hushain Al Khuza’iy radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ada seorang wanita dari suku Juhainah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan hamil karena zina, ia berkata, “Wahai Nabi Allah, saya berhak mendapatkan hukuman, maka tegakkanlah hukuman kepada diriku.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil walinya dan bersabda, “Berbuat baiklah kepadanya. Jika ia telah melahirkan, maka bawalah ia kepadaku.” Walinya pun melakukan perintah itu, kemudian Nabi Allah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan diberikan hukuman. Wanita itu pun diikat pada pakaiannya, kemudian diperintahkan untuk dirajam, lalu dirajam. Kemudian Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyalatkannya. Umar pun berkata, “Apakah engkau menyalatkannya wahai Nabi Allah, padahal ia telah berzina?” Beliau pun bersabda, “Sesungguhnya ia telah bertaubat dengan taubat yang jika sekiranya dibagikan kepada tujuh puluh orang penduduk Madinah, tentu masih cukup. Pernahkah engkau menemukan seorang yang lebih utama daripada orang yang merelakan dirinya untuk Allah Ta’ala?”(HR. Muslim)
Fawaid:
1. Keagungan taubat, dan bahwa ia dapat menghapuskan dosa-dosa meskipun besar.
2. Hukuman had dapat menghapuskan dosa.
3. Seorang yang dirajam disyariatkan dishalatkan.
4. Perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuat baik kepadanya adalah karena Beliau khawatir keluarganya menyakitinya karena mereka merasa telah dipermalukan, dan karena wanita tersebut telah bertaubat dengan sebenar-sebenarnya sehingga ia perlu dikasihani (sebagaimana diterangkan oleh Imam Nawawi).
5. Dalam sebuah riwayat Muslim disebutkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah yang jiwaku berada di Tangan-Nya, sesungguhnya ia telah bertaubat dengan taubat yang jika sekiranya pemakan cukai (pajak) melakukannya, tentu akan diampuni.” Hadits tersebut menunjukkan, bahwa memakan cukai termasuk dosa besar yang dapat membinasakan, yang demikian karena tuntutannya kepada manusia, mengambil harta mereka dengan tanpa hak, dan mengalihkan untuk yang tidak benar, wallahul musta'an.
7. Perlu diketahui, bahwa syariat merajam pezina muhshan merupakan syariat bagi Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani). Ada nash (teks) khusus rajam dalam Taurat, yaitu sebagaimana disebutkan dalam kitab “Ulangan”, “Ketika ditemukan ada seorang laki-laki yang tidur (berzina) dengan isteri orang lain, maka keduanya dibunuh; yaitu laki-laki yang meniduri wanita dan wanitanya, agar keburukan hilang dari Israel. Jika ada seorang gadis muda dipinang oleh orang lain, lalu ada seseorang menemuinya di sebuah kota, kemudian menidurinya, maka usirlah keduanya dari kota dan rajamlah keduanya dengan batu sampai mati. Wanita gadis (dihukum seperti itu) karena ia tidak berteriak di kota, sedangkan laki-laki (dihukumi seperti itu), karena ia telah menghinakan isteri kawannya, sampai keburukan dihilangkan dari kota.”
Inilah nash dalam Taurat, sedangkan Injil tidak berlawanan dengannya, hal ini pun sama wajib bagi orang-orang Nasrani mengikuti ketetapan dalam Perjanjian Lama, yaitu Taurat dan menjadi hujjah terhadap orang-orang Nasrani ketika tidak ada yang menyalahinya dalam perjanjian baru, yaitu Injil.”
Lihat kitab Falasafah ‘Uqubah (Dinukil dari Kitab Fiqhus Sunnah).
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: " لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ، وَلَنْ يَمْلَأَ فَاهُ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ"
(23) Dari Ibnu Abbas dan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau sekiranya anak Adam (manusia) memiliki satu lembah emas, tentu ia ingin memiliki lagi dua lembah (emas), dan tidak ada yang dapat menutup mulutnya (kerakusannya) kecuali tanah (mati), dan Allah menerima taubat kepada orang yang bertaubat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Fawaid:
1. Celaan terhadap orang yang rakus terhadap dunia, bermegah-megahan dengannya, dan mencintainya.
2. Manusia senantiasa rakus terhadap dunia sampai ia meninggal dunia selain mereka yang mendapatkan taufik dari Allah Azza wa Jalla. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.--Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,-- Dan apabila ia mendapat kebaikan ia sangat kikir,--Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,--Yang tetap mengerjakan shalatnya,--Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,--Bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).”(QS. Al Ma’arij: 19-25).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " يَضْحَكُ اللَّهُ إِلَى رَجُلَيْنِ يَقْتُلُ أَحَدُهُمَا الآخَرَ يَدْخُلاَنِ الجَنَّةَ: يُقَاتِلُ هَذَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ، فَيُقْتَلُ، ثُمَّ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَى القَاتِلِ، فَيُسْلِمُ فَيُسْتَشْهَدُ
(24) Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah tertawa kepada dua orang yang salah satunya membunuh yang lain, namun keduanya masuk surga; seorang yang satu berperang di jalan Allah lalu terbunuh, kemudian Allah menerima taubat si pembunuh, ia pun masuk Islam kemudian terbunuh sebagai syahid.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Fawaid:
1. Keadaan seseorang tergantung akhir hayatnya.
2. Hendaknya seseorang bertaubat dari dosa yang dikerjakannya meskipun besar serta tidak berputus asa dari rahmat Allah Ta’ala, karena Allah Mahaluas ampunan-Nya. Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53)
BAB : SABAR
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 155)
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَاب
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10)
وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأُمُورِ
“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS. Asy Syuuraa: 43)
اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 53)
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu.” (QS. Muhammad: 31)
Ayat-ayat yang memerintahkan untuk bersabar dan yang menjelaskan keutamaannya sangat banyak dan sudah maklum.
عَنْ أَبِيْ مَالِكْ الْحَارِثِي ابْنِ عَاصِمِ اْلأَشْعَرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الطُّهُوْرُ شَطْرُ اْلإِيْمَانِ، وَالْحَمْدُ للهِ تَمْلأُ الْمِيْزَانِ، وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ تَمْلأُ – أَوْ تَمْلآنِ – مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ، وَالصَّلاَةُ نُوْرٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، والصَّبْرُ ضِياءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ . كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَباَئِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوْبِقُهَا
(25) Dari Abu Malik Al Haritsy bin ‘Ashim Al ‘Asy’ary radhiallahuanhu dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Bersuci sebagian dari iman, Al Hamdulillah dapat memenuhi timbangan, Subhanallah dan Al Hamdulillah dapat memenuhi antara langit dan bumi. Shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, sabar adalah sinar Al Quran dapat menjadi hujjah yang meringankanmu atau yang memberatkanmu. Semua manusia berangkat menjual dirinya, ada yang membebaskan dirinya (dari kehinaan dan azab) dan yang menghancurkan dirinya. (HR. Muslim).
Fawaid:
1. Bersuci separuh dari keimanan, karena perkara iman terbagi dua; lahir dan batin. Bersuci termasuk perkara lahir sedangkan akidah yang benar termasuk perkara batin.
2. Pahala tasbih dan tahmid dapat memenuhi timbangan kebaikan seseorang yang membacanya. Yang demikian adalah karena keagungan kalimat tersebut, dimana isinya menyucikan Allah Ta’ala, mentauhidkan-Nya, dan butuh kepada-Nya.
3. Shalat akan memberikan cahaya bagi seseorang di dunia, di kubur, dan di akhirat.  
4. Bersedekah merupakan bukti benarnya keimanan seseorang.
5. Sabar adalah sinar (cahaya yang mengandung panas), yang demikian karena sabar membutuhkan kesungguhan.
6. Al Qur’an akan membela kita jika kita mengamalkannya. Jika tidak diamalkan, maka akan memberatkan kita.
7.  Setiap manusia bekerja, di antara mereka ada yang menjual dirinya kepada Allah dengan menaati-Nya sehingga dengan begitu ia menyelamatkan dirinya dari neraka, dan di antara mereka ada pula yang menjualnya kepada setan dan hawa nafsunya sehingga dirinya celaka.
Bersambung…
Marwan bin Musa
Maraji': Syarh Riyadh Ash Shalihin (Syaikh Faishal bin Abdul Aziz An Najdiy), Syarh Riyadh Ash Shalihin (Muhammad bin Shalih Al Utsaimin),  Bahjatun Nazhirin (Salim bin ’Ied Al Hilaliy), Al Maktabatusy Syamilah versi 3.45, dll.