Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Kumpulan Doa dan Ucapan untuk Orang yang Sedang Sakit

Kumpulan Doa dan Ucapan untuk Orang yang Sedang Sakit
(Image source: pixabay)

Jika anda ingin membaca doa untuk orang sakit  atau memberikan ucapan untuk orang sakit  tapi Anda masih merasa bingung, tenang dulu ya karena ada sudah ada pada artikel yang tepat. Pada kesempatan kali ini mari kita bahas mengenai beberapa doa dan ucapan untuk orang sakit. 

Di jaman pandemi pada saat ini mungkin jika teman Anda ada yang terkena virus ini Anda tidak bisa menjenguknya secara langsung, tapi tenang saja Anda masih tetap bisa mendoakannya di rumah atau mengirimkan pesan melalu WhatsApp sambil mengirimkan makan ke rumahnya. Ini dia beberapa doa dan ucapan yang bisa Anda gunakan:

• “Allaahumma rabban naasi, adzhibil ba'sa. Isyfi. Antas syaafi. Laa syaafiya illa anta syifaa'an la yughaadiru saqaman.”

Artinya: “Ya Allah, hilangkanlah penyakit dan berikanlah dia kesembuhan, Engkau Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.”

• “Syafakallahu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa 'afaka fii diinika wa jismika ilaa muddati ajalika.”

Artinya: “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia.”

• “As'alullāhal azhīma rabbal 'arsyil 'azhīmi an yassfiyaka.”

Artinya: “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arsyi yang megah agar menyembuhkanmu”

• “Ya Allah, biarkan temanku yang sedang sakit bisa merasakan kehadiran-Mu yang dapat menguatkan hidupnya terutama selama dia sedang sakit ini. Tutupi luka mereka dengan rahmat-Mu dan selalu lindungi mereka dari berbagai kesedihan.”

• “Syafakallah untuk temanku, semoga bisa cepat sembuh. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah SWT telah menurunkan penyakit beserta obatnya.” (Sunan Abi Daud)

• “Syafakallah sahabatku, perbanyaklah membaca bismillah supaya lekas sembuh. Rasulullah SAW bersabda, "Letakkan tanganmu di tempat yang terasa sakit dan ucapkan: “Bismillah (Dengan nama Allah)” ucapkan sebanyak tiga kali.”

• “A'udhu bi'izzatillahi wa qudratihi min sharri ma ajidu wa 'uhadhiru”

Artinya: “Aku berlindung dengan Allah dan dengan kekuatan-Nya dari kejahatan yang menimpaku dan apa yang aku pahami.”

• “Robbi annii massaniyad-durru wa-anta arhamur-raahimiin.”

Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kesengsaraan telah menimpa, dan Engkau Maha Penyayang di antara para penyayang.”

• “Ya Allah yang Maha Menyembuhkan, aku berdoa supaya temanku bisa segera sembuh dan bisa melakukan berbagai aktivitas dengan normal.”

• “Robbana-Allahullazi fis-samaai taqoddasas-muka amruka fis-samaai wal-ardhi kamaa rohmatuka fis-samaai faj-al rohmataka fil-ardhi. Ighfir lanaa huubanaa wa khotoyaanaa anta robbut-toyyibeen. Anzil rohmatan min rohmatika wa shifaan min shifaaika 'alaa haazal-waja'i fa-yabra'u.”

Artinya: “Ya Tuhan kami, terpujilah nama-Mu, jadilah kehendak-Mu di langit dan di bumi; karena rahmat-Mu ada di surga, berikanlah itu ke bumi. Ampunilah kami atas segala dosa dan jalan kami yang salah. Wahai Tuhanku, turunkan rahmat dari-Mu dan obat dari-Mu untuk menyembuhkan sakit ini, sehingga sembuh.”

“As'alullahal-'Azima Rabbal-'Arshil-'Azimi, seorang yashfiyaka.”

Artinya: “Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung untuk menyembuhkanmu.”

• “Ya Allah, tolong mudahkan dan sukseskan operasi temanku, saat ini aku hanya bisa berdoa kepada muagar Allah semoga engkau memberkatinya dengan proses pemulihan yang cepat. Semoga teman ku bisa lekas pulih kembali.”

• “Melalui sakit serta kesedihan ini, selalu ingat bahwa rahmat dari Allah SWt selalu menyertaimu.”

“Allah SWT akan menolong orang yang menolong dirinya sendiri. Jadi, jangan lupa untuk minum obat tepat waktu dan aku doakan semoga lekas sembuh.”

• “Jangan sampai kamu kehilangan harapan, Allah SWT akan selalu bersamamu. Semoga Allah SWT bisa memberkatimu dengan kesehatan yang baik serta umur yang panjang”


Kumpulan doa dan ucapan untuk orang sakit Jika Anda ingin membaca doa untuk orang sakit atau menyapa orang yang masih bingung pastikan Anda sudah berada di paragraf yang benar. Gunakan kesempatan ini untuk membahas doa dan ekspresi orang sakit. Jika temanmu terinfeksi virus ini kamu tidak akan bisa menjenguk temanmu secara langsung tapi kamu bisa mengirim makanan dari rumah sambil berdoa atau SMS di rumah. Berikut beberapa doa dan ucapan yang bisa Anda gunakan. Allah ummarabbannaasiadzhibilbasa. isi. Anta Shapi. Laa Syaafiya illa anta syfaaan layghaadirusaqaman Arti Kata - Allah menghilangkan dan menyembuhkan penyakit. Anda akan disembuhkan. Tangan yang tidak memiliki obat selain penyembuhan. Ini adalah perawatan yang tidak akan membuat Anda sakit. Artinya bangun dan katakan bahwa Anda menyembuhkan orang sakit. Semoga Tahta Yang Mahakuasa menyembuhkanmu. (Sunan Abi Dawud) • Baca Bismillah saya agar cepat sembuh. nabi d. Robi annii massaaniyad-durruwa-antaarhamur-rahimin artinya ya Tuhan! Aku memuji namamu. Anda bersama surga. Rahmat-Mu ada di bumi. Ampunilah kami semua dosa dan pelanggaran kami. Pada titik ini saya berdoa rahmat Allah untuk memberinya proses penyembuhan yang cepat. Saya harap. Teman-temanku akan segera sembuh. • Ingatlah bahwa Allah (swt) selalu bersama Anda dalam penderitaan dan kesedihan ini. Pemulihan yang Baik • Semoga Allah memberi Anda kehidupan dan kesehatan agar Anda tidak putus asa bahwa Dia akan selalu menyertai Anda.


Kenapa Berhenti Berdo'a?

Banyak sekali terjadi di tengah-tengah masyarakat kita dimana seseorang mempertanyakan ketidak terkabulan do'anya bahkan tak jarang mereka berhenti dari berdo'a dengan alasan telah berdo'a berkali-kali tetapi do'anya tidak terkabul, dan orang-orang yang tidak berdo'a saja mendapat rizqi juga.

Demikianlah kasus yang menimpa sebagian umat Islam dalam berdo'a kepada Allah, sehingga untuk menjawab permasalahan ini harus diketahui dahulu makna do'a tersebut dan apa saja yang membuat do'a itu makbul atau tidak diijabah oleh Allah swt.


Ketika seorang Badui datang kepada Rasulullah saw dan bertanya: "Apakah Tuhan itu dekat sehingga kami dapat munajat/memohon kepada-Nya, ataukah jauh, sehingga kami harus menyeru-Nya? Ketika itu Rasulullah saw terdiam sehingga turunlah ayat berikut sebagai jawabannya: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a, apabila ia berdo'a kepada-Ku". (QS 2: 186).

Dari ayat ini sudah jelaslah bagi kita bahwa berdo'a itu adalah suatu bentuk permohonan dari seorang hamba kepada Tuhannya (Allah swt) dan Dia pasti akan mengabulkan do'a orang-orang yang berdo'a kepada-Nya. Ini adalah janji Allah, dan Dia tidak pernah ingkar janji (QS. 3:9). Hanya mungkin masalah waktu saja Allah akan mengabulkannya, selagi kita mengindahkan aturan-aturan yang telah digariskan Allah swt agar do'a kita dikabulkan, yang diantaranya adalah:

Mencari rejeki dengan cara yang tidak halal akan menghalangi terkabulnya do'a kita, sebagaimana yang dipaparkan Rasulullah saw: "Seorang laki-laki yang telah berkelana jauh dengan rambutnya yang kusut masai dan pakaian yang penuh debu, ia menengadahkan tangannya ke langit sambil berdo'a; 'Ya Allah, ya Allah', sedang makanannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram, dan dibesarkan dengan makanan haram, bagaimana Allah akan mengabulkan do'anya itu". (HR Muslim). Dan kitapun diperintahkan Allah swt lewat firmanNya: "Hai orang-orang yang beriman, makan-lah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu". (QS 2:172).

Hendaklah di dalam berdo'a memiliki keyakinan yang pasti tanpa keraguan sedikitpun bahwa do'anya akan dikabulkan oleh Allah dengan kekuasaan-Nya. Rasulullah saw bersabda: "Janganlah salah seorang dari kamu mengatakan; 'Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menghendaki, rahmatilah aku jika Engkau menghendaki', tetap hendaklah berkeinginan kuat dalam permohonannya itu karena sesungguhnya Allah tiada sesuatu pun yang memaksa-Nya untuk berbuat sesuatu." (HR. Abu Dawud)

Mintalah sesuatu yang masuk akal, seperti ingin memiliki/menguasai seluruh bumi, ingin menjadi orang yang paling kuat di atas bumi ini, mendo'akan kejelekan bagi orang lain, dan sebagainya, sebab hal itu dilarang oleh Rasulullah saw: "Janganlah kamu berdo'a buruk terhadap dirimu, begitupun terhadap anak-anakmu, dan terhadap harta bendamu !! Jangan sampai nanti do'amu itu bertepatan dengan suatu saat dimana Allah sedang memenuhi permohonan, hingga do'a burukmu itu benar-benar terkabul". (HR Muslim).

Tidak jarang ketidak terkabulan do'a itu justru dari pikiran ingin dikabulkan do'anya dengan segera, seperti yang disabdakan Rasulullah saw: "Tentu do'a seseorang akan dikabulkan oleh Allah, selama orang itu tidak terburu-buru (ingin dikabulkan), yaitu dengan mengatakan; "Saya telah berdo'a tetapi do'a itu tidak juga dikabulkan Tuhan !" (Mutafaq 'Alaih).

Jadi seyogyanyalah kita patut diri kita sendiri, mengapa do'a kita tidak dikabulkanNya, pasti ada masalah pada diri kita. Dan bukankah esensi berdo'a dalam arti yang lebih dalam adalah suatu bentuk kedekatan diri seorang hamba kepada Khaliq-nya. Seperti halnya Rasulullah saw, sebagai seorang yang tidak tercela, tidak meminta saja diberi oleh Allah swt masih saja gemar berdo'a, karena hakekat do'a itu adalah suatu ibadah.

Dan sahabat Umar bin Khaththab ra pun pernah berkata: "Saya tidak terlalu mementingkan terkabulnya do'a tetapi yang terpenting bagiku adalah do'a itu (adalah ibadah) sehingga apabila kepentinganku adalah berdo'a maka ijabahnya akan mengikutinya".

Saudaraku, kita belum seberapanya Rasulullah saw dan sahabatnya itu, patutkah kita ngambek dan berhenti berdo'a, hanya karena tidak makbulnya do'a kita, itupun karena ulah kita sendiri.

Keluarga Sakinah: 17 Jurus Membahagiakan Suami


Salah satu kunci keluarga sakinah adalah adanya cinta dan kasih sayang suami dan istri yang dibangun di atas spirit saling membahagiakan.

Di bawah ini adalah 17 tips bagi istri agar bisa membahagiakan suami. Tips ini merupakan ringkasan dari bukuHow to Make Your Husband Happy, karya Syaikh Muhammad Abdul Halim Hamid.

1. Sambutan yang manis
  • Sekembalinya suami dari bekerja, dinas luar kota, bepergian, atau kemana pun dia pergi, sambutlah dia dengan baik.
  • Temui dia dengan wajah riang gembira.
  • Bersolek dan pakailah wewangian.
  • Kabarilah dia dengan kabar-kabar baik yang menggembirakan. Tahan diri Anda untuk menyampaikan berita-berita buruk, setidaknya sampai dia telah beristirahat dengan cukup.
  • Berusaha keraslah untuk menyajikan makanan-makanan bermutu, dan sajikanlah selalu tepat waktu.
2. Percantiklah dirimu dan rendahkan suaramu
  • Usahakan agar Anda selalu tampil cantik dan merendahkan suara di hadapannya. Lakukanlah hal itu hanya untuk suami Anda, dan jangan menampakkan kecantikan Anda di hadapan laki-laki yang bukanmahram(laki-laki yang layak untuk engkau nikahi jika engkau belum menikah).
3. Senantiasa tampil mewangi dan selalu cantik
  • Rawatlah dengan baik tubuh dan kebugaran jasmani Anda.
  • Kenakanlah pakaian-pakaian yang menarik dan pakailah parfum yang aromanya disukai suami Anda.
  • Mandilah secara teratur. Apabila telah bersih dari haid, bersihkanlah setiap berkas darah atau bau tak sedap.
  • Gunakanlah jenis parfum, warna-warna, dan pakaian yang disenangi suami Anda.
  • Ubahlah gaya rambut, parfum, dan lainnya dari waktu ke waktu untuk menghindari kejenuhan.
  • Bagaimanapun, semua hal di atas harus dilakukan dengan tidak berlebih-lebihan, dan tentu saja, jangan melakukannya di hadapan laki-laki dan wanita yang bukan mahram.
…semua hal di atas harus dilakukan dengan tidak berlebih-lebihan, dan tentu saja, jangan melakukannya di hadapan laki-laki dan wanita yang bukan mahram…
4. Ketika melakukan hubungan intim.
  • Bergegaslah untuk melakoni hubungan intim ketika suami Anda merasa sangat berhasrat untuk melakukannya.
  • Jagalah kebersihan tubuh dan senantiasa tampil harum semaksimal mungkin. Pun demikian, jangan lupa untuk membersihkan setiap cairan yang keluar selama berhubungan intim.
  • Lontarkan ungkapan-ungkapan cinta yang mesra kepada suami Anda.
  • Biarkan suami Anda untuk memuaskan gairahnya.
  • Pilihkan waktu yang sesuai dan kesempatan yang baik untuk memuaskan suami. Beri dia stimulus untuk berhubungan intim sepulangnya dia dari perjalanan jauh yang memakan waktu lama.
5. Merasa puas dengan apa yang telah Allah berikan melalui suami.
  • Anda jangan pernah merasa depresi hanya karena suami Anda miskin atau memiliki pekerjaan dan karir yang biasa-biasa saja. Selama Anda dan suami dekat Allah –Sang Pemberi rezeki—, maka Dia pun akan menggelontorkan rezeki dan karunianya.
  • Anda mesti melihat orang-orang sekeliling yang miskin, sakit, cacat, dan lainnya. Lantas bandingkan dengan semua yang telah Allah karuniai kepada Anda dan keluarga.
  • Ingatlah selalu bahwa kekayaan sejati terletak pada tingginya keimanan dan keshalihan. Dua hal itu merupakan investasi terbaik untuk menjalani kehidupan yang kekal kelak.
…jangan pernah merasa depresi hanya karena suami Anda miskin atau memiliki pekerjaan yang biasa-biasa saja. Selama Anda dan suami dekat Allah Sang Pemberi rezeki, maka Dia pun akan menggelontorkan rezeki dan karunianya…
6. Jangan pusing dengan hal-hal keduniaan.
  • Jangan menjadikan hal-hal duniawi sebagai harapan dan minat Anda.
  • Anda tak perlu banyak memohon kepada suami Anda hal-hal yang tidak penting.
  • Kendati demikian, hidup zuhud bukan berarti tidak boleh menikmati hal-hal yang baik dan dibolehkan (baca: dihalalkan) syariat Islam. Namun pastinya, Anda harus memprioritaskan kehidupan akhirat kelak, dan memanfaatkan semua sarana dan faktor-faktor yang dapat memberikan keuntungan di surga.
  • Doronglah suami Anda untuk meminimalkan pengeluaran untuk hal-hal tidak penting, dan doronglah dia untuk menabung agar bisa memberi sedekah dan zakat kepada orang-orang miskin dan mereka yang membutuhkan.
7. Bersyukur dan memberikan apresiasi.
  • Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, mayoritas penghuni neraka adalah wanita, dikarenakan mereka tidak bersyukur.
  • Hasil dari rasa bersyukur adalah suami Anda akan lebih mencintai Anda, dan dia akan berupaya keras untuk membahagiakan Anda dengan beragam cara.
  • Sementara dampak dari tidak bersyukur adalah suami Anda akan kecewa, lantas mulai bertanya, “Mengapa saya harus berbuat baik kepada istri saya, sementara dia tidak pernah bersyukur dan hormat?!”
8. Kesetiaan dan ketaatan.
  • Bersikap setia terutama ketika suami didera musibah yang menimpa raga atau pekerjaannya, semisal kecelakaan atau kebangkrutan.
  • Dukunglah suami Anda dengan apa pun yang Anda miliki (baik materi ataupun non-materi).
…Bersikap setia terutama ketika suami didera musibah yang menimpa raga atau pekerjaannya, semisal kecelakaan atau kebangkrutan…
9. Memenuhi permintaan suami.
  • Penuhilah permintaan suami dan taatilah semua permintaan-permintaannya, jika memang tidak menyelisihi Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.
  • Dalam Islam, suami adalah pemimpin keluarga, dan istri adalah penyokong dan konsultan baginya.
10. Jika suami marah, buatlah dirinya merasa lega.
Hindari dan jauhi hal-hal yang bisa membuat marahnya berkepanjangan. Namun jika ternyata marahnya berkepanjangan, dan Anda tidak bisa ‘menjinakkannya’, maka cobalah untuk menenangkannya dengan langkah-langkah berikut:
  • Jika Anda bersalah dan melakukan kekeliruan, maka mintalah maaf kepadanya.
  • Namun jika dia yang melakukan kesalahan, maka Anda harus tetap bersikap tenang, jangan mengkritiknya dengan pedas, mendebat, menentang, atau bahkan berteriak. Tunggulah sampai kemarahannya mereda, lalu diskusikan segala sesuatunya secara damai.
  • Kemudian jika dia marah dikarenakan faktor-faktor eksternal, maka ada baiknya Anda diam, sampai kemarahannya sirna. Lalu tanyakan kepadanya apa yang membuatnya marah; apakah kelelahan, problem di kantor, ada orang yang menghinanya, dan lain sebagainya. Dan jangan banyak bertanya, namun fokus pada apa-apa yang membuatnya marah. Anda bisa bertanya kepadanya, “Kamu harus memberitahu kepadaku apa yang terjadi?”, “Aku harus tahu apa yang membuatmu marah?”, atau “Kamu membunyikan sesuatu, dan aku punya hak untuk tahu apa itu”.
11. Menjaga diri ketika suami tidak ada.
  • Jagalah diri Anda dari segala hubungan yang diharamkan.
  • Jaga setiap rahasia-rahasia keluarga, terutama yang berkenaan dengan hubungan suami-istri.
  • Menjaga rumah dan merawat anak-anak.
  • Menjaga uang dan segala harta bendanya.
  • Jangan sekali-kali keluar rumah tanpa izin suami, dan tanpa mengenakan hijab (jilbab) yang rapih.
  • Tolak kehadiran orang-orang yang tidak disenangi suami, jangan biarkan mereka masuk ke dalam rumah ketika suami tidak ada.
  • Jangan biarkan laki-laki non-mahran berduaan dengan Anda di mana pun.
…Tolak kehadiran orang-orang yang tidak disenangi suami, jangan biarkan mereka masuk ke dalam rumah ketika suami tidak ada…
12. Tunjukkan rasa hormat kepada keluarga dan teman-temannya.
  • Anda harus menyambut dan bersikap baik kerabat dan teman-teman suami Anda, terutama kedua orangtuanya.
  • Sebisa mungkin Anda harus menghindari masalah dengan para kerabatnya.
  • Anda harus menghindari memojokkan suami Anda ke posisi di mana dia harus memilih antara ibu dan istrinya secara dilematis.
  • Tunjukkan keramahtamahan Anda kepada tamu-tamunya, dengan cara menyiapkan tempat yang menyenangkan kepada mereka untuk duduk, menyajikan makanan yang paling baik, menyambut istri-istri mereka, dan lain sebagainya.
  • Dorong suami Anda agar secara rutin bersilaturahim ke kerabat keluarganya, dan agar mereka mengunjungi rumah Anda.
  • Telponlah orangtua suami Anda, kakak-kakak dan adik-adiknya; kirimi mereka surat, beri mereka hadiah, bantu mereka ketika terkena musibah, dan lainnya.
13. Kecemburuan yang terpuji.
  • Kecemburuan merupakan indikasi cinta dan sayangnya seorang istri kepada suaminya, namun tetap harus dalam batas-batas koridor ajaran Islam. Dalam artian, Anda boleh saja cemburu, tapi jangan sampai kecemburuan Anda dibarengi dengan caci-maki atau ghibah kepada orang lain.
  • Jangan mengikuti atau menciptakan keraguan-keraguan tidak mendasar di dalam diri Anda terkait suami Anda.
…Kecemburuan merupakan indikasi cinta dan sayangnya seorang istri kepada suaminya, namun tetap harus dalam batas-batas koridor ajaran Islam…
14. Kesabaran dan dukungan emosional.
  • Bersabarlah ketika Anda dan suami menghadapi kemiskinan dan keadaan-keadaan yang menegangkan.
  • Bersabarlah ketika musibah atau malapetaka menimpa Anda, suami, anak-anak, kerabat, atau harta benda Anda, baik musibah penyakit, kecelakaan, kematian, dan lain-lain.
  • Bersabarlah ketika suami Anda menerima tantangan dan rintangan dalam berdakwah (seperti diintimidasi, disiksa, dipenjara, atau bahkan dibunuh). Dukung dan kuatkan selalu suami Anda agar senantiasa berada di atas rel ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan selalu ingatkan dia akan surga yang dijanjikan Allah bagi orang-orang bertauhid lurus.
  • Jika suami Anda memperlakukan Anda secara tidak baik, maka bersabarlah dan balaslah perlakuan buruknya dengan perlakuan baik.
15. Mendukung suami untuk taat kepada Allah, berdakwah, dan berjihadfi sabilillah.
  • Bekerjasamalah dengan suami Anda dan ingatkan dia untuk melaksanakan berbagai ibadah wajib dan sunnah.
  • Dorong suami Anda agar melaksanakan shalat tahajud.
  • Ajak dia untuk rutin membaca Al-Qur’an dan memahami makna serta tafsirnya.
  • Ajak suami Anda untuk mendengarkan ceramah-ceramah keislaman.
  • Ingatlah selalu Allah.
  • Pelajarilah hukum-hukum dan ajaran Islam untuk muslimah.
  • Dukunglah aktivitas suami dengan memberinya berbagai opini bijak, dan redakanlah rasa sakitnya.
  • Luangkanlah waktu Anda untuk melakukan dakwah bersama suami.
  • Beri motivasi suami Anda untuk pergi berjihad, jika memang diharuskan dan kondisi memungkinkan. Ingatkan dia bahwa ketika dia berjihad, maka Anda dan anak-anak akan dijaga oleh Allah.
…Beri motivasi suami Anda untuk pergi berjihad, jika memang diharuskan dan kondisi memungkinkan. Ingatkan dia bahwa ketika dia berjihad, maka Anda dan anak-anak akan dijaga oleh Allah…
16. Merawat rumah dengan baik.
  • Upayakan agar rumah selalu bersih dan tertata dengan baik.
  • Ubahlah tata letak barang-barang di rumah Anda dari waktu ke waktu untuk menghindari kebosanan.
  • Pelajari semuaskillpemeliharaan rumah.
  • Pelajari bagaimana merawat anak-anak secara baik berdasarkan ajaran Islam.
17. Mengatur keuangan keluarga.
  • Jangan membelanjakan uang suami Anda, bahkan untuk berderma sekalipun, tanpa meminta izin darinya.
  • Rawatlah rumah, kendaraan, dan barang-barang pribadi suami, ketika dia tidak ada di rumah.
  • Upayakan agar anak-anak senantiasa ada dalam kondis bersih, rapih, terawat, berpendidikan, berakhlak baik, dan lain sebagainya. Ajarkan kepada mereka prinsip-prinsip Islam yang luhur; ceritakan juga kisah-kisah para nabi, sahabat Rasul, serta orang-orang shaleh terdahulu.

Penyebab Doa Tak Terjawab


Do’a adalah otaknya ibadah. Kegiatan berdo’a juga merupakan salah satu sarana bagi seorang muslim mendekatkan diri kepada-Nya. Dan lebih dari itu, do’a adalah tambatan segala pinta kepada Yang Esa.

Setiap hari, bahkan setiap saat seorang muslim senantiasa melantunkan do’a, menyampaikan segala permohonan dan harapan baik dikala lapang, terlebih dikala sempit. Dan Allah pun berjanji akan mengabulkan permohonan seorang hamba yang memohon pada-Nya: “Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a kepada-Ku”, ……. (Q.S.Al Baqoroh : 186).

Namun seringkali…..sekian banyak do’a telah dilantunkan, sekian banyak majlis dzikir telah merebak bak jamur di musim hujan, istighosah kubropun entah berapa kali dilaksanakan……kenyataanya, do’a tak kunjung mendapat jawaban. Persis seperti kondisi di negri ini. Krisis ekonomi tak kunjung berakhir, bencana demi bencana silih berganti menimpa. Berbagai upaya do’a telah dilakukan bersama, namun Alloh belum jua memberikan asa yang kita pinta. Gerangan apakah penyebab do’a-do’a kita belum terjawab

Ada sebuah kisah tentang masyarakat Basrah yang waktu itu sedang dilanda kemelut sosial. Kebetulan mereka kedatangan ulama besar yang bernama Ibrahim bin Adham. Masyarakat Basrah pun mengadukan nasibnya kepada Ibrahim bin Adham, "Wahai Abu Ishak (panggilan Ibrahim bin Adham), Allah berfirman dalam Al-Quran agar kami berdoa. Kami warga Basrah sudah bertahun-tahun berdoa, tetapi kenapa doa kami tidak dikabulkan Alloh?

Ibrahim bin Adham menjawab, "Wahai penduduk Basrah, karena hati kalian telah mati dalam sepuluh perkara. Bagaimana mungkin doa kalian akan dikabulkan Allah! Kalian mengakui kekuasaan Allah, tetapi kalian tidak memenuhi hak-hak-Nya. Setiap hari kalian membaca Al-Quran, tetapi kalian tidak mengamalkan isinya. Kalian selalu mengaku cinta kepada rasul, tetapi kalian meninggaklan pola prilaku sunnah-sunnahnya. Setiap hari kalian membaca ta’awudz, berlindung kepada Allah dari setan yang kalian sebut sebagai musuhmu, tetapi setiap hari pula kalian memberi makan setan dan mengikuti langkahnya. Kalian selalu mengatakan ingin masuk syurga, tetapi perbuatan kalian justru bertentangan dengan keinginan itu. Katanya kalian takut masuk neraka, tetapi kalian justru mencampakkan dirimu sendiri kedalamnya. Kalian mengakui bahwa maut adalah keniscayaan, tetapi nyatanya kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Kalian sibuk mencari-cari kesalahan orang lain, tetapi terhadap kesalahan sendiri kalian tidak mampu melihatnya. Setiap saat kalian menikmati karunia Allah, tetapi kalian lupa mensyukurinya. Kalian sering menguburkan jenazah saudaramu, tetapi kalian tidak bisa mengambil pelajaran dari peristiwa itu."

Terakhir ia mengatakan, "Wahai penduduk Basrah, ingatlah sabda nabi, "Berdoalah kepada Allah, tetapi kalian harus yakin akan dikabulkan. Hanya saja kalian harus tahu bahwa Allah tidak berkenan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main."

Kisah lain terjadi ketika di Basrah Irak, dilanda kekeringan, kesulitan air dan hujan tak jua turun. Maka penduduk Basrah sepakat untuk mengadakan sholat istisqo’ untuk meminta hujan. Para ulama dan tokoh masyarakat hadir untuk melakukan sholat dan berdo’a meminta keridhoan Alloh menurunkan hujan. Namun hingga beberapa kali sholat istisqo’ dilaksanakan, hujanpun tak jua turun

Hingga suatu malam di masjid, usai sholat istisqo’ siang harinya, Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani melihat seorang berkulit gelap, berwajah sederhana, dengan betis tersingkap yang terlihat kecil, dan perut buncit datang di malam buta, ketika masjid telah sepi. Yang belakangan diketahui Malik bin Dinar, ia adalah budak seorang yang sangat kaya raya di Basrah, yang malamnya habis untuk menangis karena bermunajat kepada Alloh dan siangnya habis untuk sholat dan puasa.

Budak tersebut di masjid melakukan sholat dua rakaat dengan bacaan surat yang tidak terlalu panjang. Ruku’ dan sujudnya juga sama pendeknya dengan lama berdirinya. Usai sholat dia menengadahkan tangan ke langit sambil berdo’a yang di dengar oleh Malik bin Dinar:” Tuhanku, betapa banyak hamba-hamba-Mu yang berkali-kali datang kepada-Mu memohon sesuatu yang sebenarnya tidak mengurangi kekuasaan-Mu. Apakah ini karena apa yang ada pada-Mu sudah habis? Ataukah perbendaharaan kekuasaan-Mu telah hilang? Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengan kecintaan-Mu kepadaku agar Engkau berkenan memberi kami hujan secepatnya”.

Setelah mendengar itu Malik bin Dinar berkata, “ Belum lagi dia menyelesaikan perkataannya, angin dingin tebal menggelayut di langit. Kemudian tidak lama, hujan turun dengan begitu derasnya. Subhaanalloh, do’a seorang budak yang serta merta dikabulkan-Nya

Kini.....marilah kita berkaca diri. Ketika do’a-do’a kita tak di dengar, ketika do’a-do’a kita tak terjawab, barangkali ada diantara sepuluh hal yang dikemukakan oleh Ibrahim bin Adham di atas terjadi pada diri kita. Bila memang ada, sudah selayaknyalah kita berbenah diri. Beristighfar sebanyak-banyaknya, demi memperoleh ampunannya. Melakukan taubat, taubatan nashuha, sambil terus berusaha melakukan berbagai upaya yang mendukung terhadap hal-hal yang kita pinta. Dan jangan pernah berhenti berdo’a, karena Alloh akan menganggap kita sebagai orang yang sombong bila kita tidak memohon pada-Nya. “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo’alah kamu kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” ( Q.S.Al Mu’min:60

Robb......bimbinglah kami, agar kami menjadi orang-orang yang senatiasa menggantungkan diri hanya kepada-Mu, dan senantiasa mengharap rahmat-Mu. Aamiin. Wallohu a’lam bishowwab.

Wirid, Fadhilah dan Keutamaan Surat Al Waqiah yang Bisa Kita Amalkan

Wirid, Fadhilah dan Keutamaan Surat Al Waqiah yang Bisa Kita Amalkan
(Image source: pixabay)

Keutamaan setiap surat dalam Al-Qur'an memiliki kebutuhannya masing-masing yang diberikan Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW. Sebagai salah satu contohnya adalah pada bacaan surat Al Waqiah yang memiliki banyak fadhilah dan keutamaan yang bisa kita manfaatkan untuk memohon rejeki pada Allah SWT. Dalam Al-Qur'an, Surat Al Waqiah terdapat pada juz ke 27, surat ke 56 dengan 96 ayat. Surat Al Waqiah merupakan surat makiyyah yang berarti kiamat. Surat Al Waqiah berisi tentang bagaimana hari kiamat akan terjadi dan balasan bagi orang mukmin dan kafir.

Lengkapnya, dalam surat Al Waqiah dibahas tentang penciptaan manusia, api dan segala jenis tumbuhan yang juga sekaligus menjelaskan tentang kekuasaan Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya adalah sebagai berikut :

"Barangsiapa yang membaca surat Al Waqiah setiap harinya, maka ia tidak akan ditimpakan kekafiran."

Wirid, Fadhilah dan Keutamaan Surat Al Waqiah

1. Dijauhkan dari kemiskinan

Jika kita membiasakan membaca bacaan surat Al Waqiah sebanyak satu kali setiap malam, maka kita akan mendapat pahala yang sangat berarti, yakni akan dijauhkan dari kemiskinan selama-lamanya.

2. Memperoleh kekayaan berlimpah

Jika kita membaca surat Al Waqiah sebanyak 14 kali setiap kali selesai menunaikan sholat ashar, maka kita akan mendapatkan berupa kekayaan yang berlimpah dan tidak akan ada habisnya. Sebagaimana hadits riwayat berikut ini :

"Ajarkanlah surat Al Waqiah kepada istri-istrimu. Karena sesungguhnya ia adalah surat kekayaan." (HR. Ibnu Adi)

3. Ditunaikan hajatnya berhubungan dengan rejeki

Jika kita membaca surat Al Waqiah sebanyak 41 kali dalam satu majlis, atau dengan kata lain sekali duduk, maka insyaallah akan ditunaikan hajat semua yang dimohonkan terutama yang berhubungan dengan rejeki.

4. Dijadikan hartawan dan dermawan

Supaya seseorang dapat menjadi orang kaya yang selalu bersyukur, maka bacaan surat Al Waqiah ini dibacakan sebanyak 3 kali sesudah selesai menunaikan sholat subuh dan juga 3 kali sesudah menunaikan sholat isya yang insyaallah tidak akan berlalu masa setahun tersebut melainkan akan dijadikan seseorang yang hartawan dan dermawan.

5. Dilimpahkan rejeki

Amalan surat Al Waqiah bagi orang sufi agar dilimpahkan rejeki, hendaklah melakukan puasa selama 1 minggu dan dimulai hari Jumat. Setiap selesai sholat fardhu, maka bacalah surat Al Waqiah sebanyak 25 kali sehingga sampai pada malam Jumat berikutnya. Dan pada malam Jumat berikutnya tersebut sesudah sholat magrib, maka baca surat Al Waqiah sebanyak 25 kali dan sesudah sholat isya dibacakan kembali sebanyak 125 kali di lanjutkan dengan membaca sholawat  atas nabi sebanyak 1000 kali. Setelah selesai maka perbanyak juga sedekah dan amalkan pula surat Al Waqiah sekali pada pagi hari dan petang. Insyaallah semua permohonan akan terkabulkan dan berhasil.

6. Mempermudah roh keluar dari jasad

Jika membacakan surat Al Waqiah di sisi mayat atau orang yang sedang nazak, maka insyaallah akan semakin dipermudahkan supaya keluarnya roh dari jasadnya. Maka dengan demikian orang ini tidak akan mengalami sakaratul maut yang terlalu lama.

7. Diringankan sakitnya

Jika membacakan surat Al Waqiah di sisi orang yang sakit, maka insyaallah orang tersebut akan diringankan sakitnya dan cepat sembuh.

8. Mendapatkan ketenangan jiwa dan raga

Bagi orang yang membacakan bacaan surat Al Waqiah walaupun tidak mengetahui artinya, maka ia akan mendapatkan ketenangan jiwa dan raga.

Dengan banyaknya fadhilah dan keutamaan surat Al Waqiah, maka hendaknya kita senantiasa selalu mengamalkannya agar mendapatkan fadhilah tersebut.


Doa yang Bisa Dibaca Setelah Sholat Wajib

Doa yang Bisa Dibaca Setelah Sholat Wajib
(Image source: pixabay)

Membaca doa setelah melakukan sholat wajib merupakan salah satu Anjuran dari Rasulullah SAW untuk umatnya. Imam Nawawi menjelaskan dalam kitab Al-Adzkar “Bahwa para ulama telah bersepakat (ijma') mengenai kesunnahan dzikir setelah melakukan sholat, yang ditopang oleh banyak hadits shahih dengan jenis bacaan yang amat beragam”. Ini dia beberapa bacaan doa setelah sholat  yang dapat Anda baca:

• Membaca Istighfar

Baca Istighfar sebanyak 3 kali

"Astaghfirullaahal 'adzim, aladzi laailaha illa huwal khayyul qoyyuumu wa atuubu ilaiih"

• Bacaan Selanjutnya

"Laa ilaha illallah wakhdahu laa syarika lahu, lahul mulku walahul khamdu yukhyiiy wayumiitu wahuwa 'alaa kulli syai'inn qodiir"

• Doa mohon lindung dari siksa neraka

Baca doa yang satu ini sebanyak 3 kali

"Allahumma ajirni minan-naar" 

• Melakukan pujian kepada Allah SWT

"Allahumma antas salam, wa minkas salam, wa ilayka ya'uudus salam fakhayyina rabbanaa bissalaam wa-adkhilnal jannata darossalaam tabarokta rabbanaa wa ta'alayta yaa dzal jalaali wal ikraam"

• Baca Ayat kursi dan Al-fatihah

Ini dia bacaan untuk ayat kursi:

"Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi idznih. Ya'lamu maa bayna aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min 'ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal 'aliyyul 'azhiim."

• Dzikir

"Subhanallah" 33x

"Alhamdulillah" 33x

"Allahu akbar"

"Lailaha illallah"

• Baca doa ini

"Bismillahir-rahmaanir-rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin, hamdan yuwaafii ni'amahu wayukaafii maziidahu. Ya rabbanaa lakal hamdu kamaa yan baghi lijalaali wajhika wa'azhiimi sulthaanika."

"Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa muhammadin wa'alaa aali sayyidinaa muhammad".

"Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaataana washiyaamanaa warukuu'anaa wasujuudanaa waqu'uudanaa watadlarru'anaa, watakhasysyu'anaa wata'abbudanaa, watammim taqshiiranaa yaa allah yaa rabbal'aalamiin".

"Rabbana dzhalamnaa anfusanaa wa-inlam taghfir lana watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin".

"Rabbanaa walaa tahmil 'alainaa ishran kama hamaltahul 'alal ladziina min qablinaa."

"Rabbanaa walaa tuhammilnaa maalaa thaaqata lanaa bihii wa'fu'annaa waghfir lanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa 'alal qaumil kaafiriin".

"Rabbanaa laa tuzigh Quluubanaa ba'da idzhadaitanaa wahablanaa nin ladunka rahmatan innaka antal wahhaab".

"Rabbanaghfir lanaa wa liwaalidinaa wa lijami'il muslimiin wal muslimaati wal mu'miniina wal mu'minati al ahyaa-i-minhum wal amwaati, innaka alaa kuli syai-in qadiir".

"Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanatan wafil aakhirati hasanatan waqinaa adzaaban-naar".

"Allahummaghfirlanaa dzunuubanaa wakaffir annaa sayyiaatinaa watawaffanaa maalabraari".

"Subhaana rabbika rabbil i'zzati ammaa yashifuuna wa salaamun 'alal mursaliina wal-hamdu lillaahi rabbil'aalamiina".

Artinya:

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”

“Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Dengan puji yang sebanding dengan nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Ya Allah Tuhan Kami, bagi-Mu segala puji dan segala apa yang patut atas keluhuran DzatMu dan Keagungan kekuasaanMu. "Ya Allah! Limpahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan sanak keluarganya”.

“Ya Allah terima sholat kami, puasa kami, ruku kami, sujud kami, duduk rebah kami, khusyu' kami, pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama sholat ya Allah. Tuhan seru sekalian alam”.

“Ya Allah, Kami telah aniaya terhadap diri kami sendiri, karena itu ya Allah jika tidak dengan limpahan ampunan-Mu dan rahmat-Mu niscaya kami akan jadi orang yang sesat. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan atas diri kami beban yang berat sebagaimana yang pernah Engkau bebankan kepada orang yang terdahulu dari kami. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan atas diri kami apa yang di luar kesanggupan kami. Ampunilah dan limpahkanlah rahmat ampunan terhadap diri kami ya Allah. Ya Allah Tuhan kami, berilah kami pertolongan untuk melawan orang yang tidak suka kepada agamaMu”.

“Ya Allah Tuhan kami, janganlah engkau sesatkan hati kami sesudah mendapat petunjuk, berilah kami karunia. Engkaulah yang maha Pemurah”.

“Ya Allah Ya Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan dosa dosa orang tua kami, dan bagi semua orang Islam laki-laki dan perempuan, orang orang mukmin laki-laki dan perempuan. Sesungguhnya Engkau dzat Yang Maha Kuasa atas segala-galanya”.

“Maha suci Engkau, Tuhan segala kemuliaan. Suci dari segala apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir. Semoga kesejahteraan atas para Rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam”.


5 Hadist Tentang Keutamaan Bersabar

5 Hadist Tentang Keutamaan Bersabar
(Image source: pixabay)

Dalam Islam ada konsep yang disebut Sabr yang secara harfiah berarti daya tahan, ketekunan atau kesabaran. Ini adalah salah satu dari dua bagian dari iman seseorang dan untuk alasan yang baik. Di dunia ini, kita semua akan menghadapi banyak badai. Beberapa dari kita selama badai akan berusaha untuk mencoba dan mengendalikan cuaca, mereka akan mengutuk, berteriak dan berteriak, tetapi begitu mereka selesai meratap, mereka tidak punya pilihan selain menghormati kemarahan yang telah terjadi.

Beberapa tidak memiliki kedewasaan emosional untuk menghormati pendapat orang lain sehingga mereka gagal untuk menyadari bahwa itu menimpa kita semua. Mereka memilih peristiwa ini sebagai sesuatu yang hanya terjadi pada mereka. Tapi ini tidak benar, yang harus kita lakukan adalah berubah menjadi lebih baik lagi.

Ibarat kata seperti orang yang belajar menerima badai sebagai bagian dari kehidupan, tetapi juga memiliki kesabaran dan keberanian untuk tidak kecewa dengan Allah akan termasuk orang-orang yang mendapatkan surga. Dialah yang bisa mengatakan, Alhamdulillah (segala puji bagi Allah) dalam keadaan apa pun yang Allah beri ganjaran. Berikut ini 5 Hadits tentang sabar yang harus kita pahami lebih dalam.

1. Hadist tentang ganjaran dari kesabaran

Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri Radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda:

وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ

Artinya: "Siapa yang sungguh-sungguh berusaha untuk bersabar maka Allah akan memudahkan kesabaran baginya. Dan tidaklah seseorang dianugerahkan (oleh Allah Subhanahu wa ta'ala) pemberian yang lebih baik dan lebih luas (keutamaannya) daripada (sifat) sabar." (HR Al Bukhari).

2. Hadist tentang kesabaran ketika mendapatkan musibah

Diriwayatkan oleh imam Al-Bazzar dan imam Abu Ya’la dari sahabat Abu Hurairah r.a. imam An-Nawawi, Rasulullah SAW bersabda:

قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُوْلَى

Artinya: "Sabar itu ketika pertama kali mendapatkan musibah."

3. Hadist tentang keteguhan dan ketahanan dalam bersabar untuk mencari ridha Allah SWT

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {مَا تَجَّرَعَ عَبْدٌ جُرْعَةً أَفْضَلُ عِنْدَ اللهِ مِنْ جُرْعَةِ غَيْظٍ كَظَمَهَا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ تَعَالَى}.

Dari Ibnu ‘Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada seorang hamba yang meneguk satu tegukan (menerima musibah) yang lebih utama di sisi Allah dari pada satu tegukan yang berat yang ditahan untuk mencari ridha Allah ta’ala,” (HR Ahmad dan At-Thabarani)

4. Hadis tentang makna sabar dan pengibaratannya

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {لَوْ كَانَ الصَّبْرُ رَجُلاً لَكَانَ رَجُلاً كَرِيْمًا}.

Dari ‘Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika kesabaran itu adalah seorang laki-laki, maka sungguh ia adalah laki-laki yang mulia,” (HR Abu Nu’aim).

5. Hadist tentang beratapa indahnya seseorang yang bersabar

عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له

Artinya: “Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya." (HR Muslim Nomor 2999).

Itulah 5 hadist yang membahas tentang kesabaran dan keteguhan hati. Sudah seharusnya kita sebagai umat muslim memiliki rasa sabar yang tinggi terhadap apa yang ada disekitarnya.


Sumber tambahan:

https://kumparan.com/berita-hari-ini/hadist-tentang-sabar-sifat-yang-harus-ada-dalam-diri-manusia-1upU1nCiuj1/full

https://www.orami.co.id/magazine/hadits-dan-ayat-alquran-tentang-sabar/


Tugas Malaikat Munkar dan Nakir di Alam Kubur

Tugas Malaikat Munkar dan Nakir di Alam Kubur
(Image source: pixabay)

Malaikat adalah makhluk mulia yang diciptakan Allah SWT sebagai yang dijuluki sebagai tentara-tentara Allah SWT. Malaikat diciptakan dari cahaya. Para malaikat ciptaan-Nya selalu taat dan patuh serta tidak pernah ingkar akan tugas yang telah diberikan ke pada mereka.

Tidak ada yang tahu pasti berapa jumlah malaikat yang diciptakan oleh Allah SWT. Semua malaiakt tersebut memiliki satu tugas utama yakni beriman kepada sang pencipta. Malaikat Allah tidak diciptakan dengan kesombongan dan tidak akan merasakan capek sesuai dalam Q.S.Al-Anbiyah:19-20.

Para malaikat ini diciptakan untuk menjalankan tugas yang berbeda. Dalam rukun Iman yang kedua diwajibkan untuk kita beriman kepada para malaikat Allah. Terdapat sepuluh nama malaikat yang wajib diketahui yakni, malaikat Jibril, malaikat Mikail, malaikat Izrail, malaikat Israfil, malaikat Raqib, malaikat Atid, Malaikat Munkar, malaikat Nakir, malaikat Ridwan dan malaikat Malik. 

Dua di antaranya yang akan dibahas adalah malaikat Munkar dan Malaikat Nakir. Nama kedua malaikat tersebut tidak tercantum di Al-Qur’an. Tetapi, dalam hadis nabi Muhammad SAW kedua malaikat ini disebut sebagai malaikat yang akan menguji roh di alam kubur. 

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa setiap manusia yang telah meninggal dan telah dikuburkan akan menjumpai dua malaikat yang bertugas menjaga kubur. Kedua malaikat tersebut memiliki sosok yang menyeramkan. Malaikat Munkar dan Nakir digambarkan sebagai sosok yang sangat kasar dan keras wujudnya berwarna hitam kebiruan.

Kedua malaikat ini memiliki suara yang sangat besar mirip dengan suara sebuah petir. Memiliki bola mata seperti api yang membara. Penampakan giginya sanagat runcing layaknya tombak. Rambutnya panjang dan terseret di atas tanah. Serta memiliki senjata di kedua tangannya sebagai senjata jika ruh tidak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh ke dua malaikat tersebut.

Tugas malaikat Munkar dan Nakir adalah menanyakan pertanyaan mengenai keimanan diantaranya siapa tuhanmu?, Siapa Nabimu? Apa agamamu?. Jika roh tersebut mampu menjawab dengan Allah, Muhammad dan Islam, maka kuburnya akan dilapangkan dan diterangkan. Tetapi, jika tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut akan mendapat siksaan hingga hari kebangkitan tiba. 

Semua pertanyaan ini tidak serta merta kan dijawab sesuai keingina para roh. Tetapi semua pertayaan terjawab berdasarkan keimanan yang dimiliki oleh setiap roh. Bagi yang berima maka tubuh roh akan mampu mejwab semua pertanyaan dari kedua malaikat. Tetapi, bagi orang kafir tidak bisa menjawab kedua pertanyaan ini dan akan mendapatkan ganjaran hingga hari dibangkitkannya kemudian. 

Demikianlah tugas malaikat munkar dan nakir yang wajib diketahui sebagai umat Islam. Beriman kepada malaikat merupakan rukun Iman yang kedua dan wajib untuk diikuti jika ingin mendapatkan balasan surga diakhirat kelak. 


Hukum Menikah Beda Agama dalam Islam bagi Perempuan

Hukum Menikah Beda Agama dalam Islam bagi Perempuan
(Image source: pixabay)

Tahukah Anda hubungan pernikahan bukan hanya sekadar terjadi di dunia, tapi juga dipertanggungjawabkan di akhirat? Inilah yang menjadi sebuah dasar bagi kaum muslim untuk membina rumah tangga berdasarkan iman yang dimiliki. Lantas bagaimana jika perempuan muslimah menaruh perasaan terhadap seorang lelaki dari golongan non-muslim?

Katanya Cinta adalah Fitrah?

Tidak bisa disalahkan apabila suatu perasaan suka, kagum, dan lain sebagainya mampu sampai ke dalam hati seorang perempuan. Sebab, perempuan memang diciptakan dengan segala kelembutan yang dimiliki, termasuk soal perasaan. Di sinilah Anda sebagai seorang perempuan harus menjaga hati itu agar tidak mudah tergoda dan termakan rayuan semata.

Ada banyak leaki-laki hanya memberikan perhatian sebagai teman, tapi perempuan langsung merasa nyaman dan menganggapnya sebagai bentuk perwujudan dari cinta. Inilah mengapa seorang perempuan muslimah harus menjaga pandangannya, auratnya, dan juga hatinya agar tidak mudah menaruh perasaan pada laki-laki yang salah. Apakah mencintai seorang laki-laki non-muslim adalah kesalahan?

Jatuh Cinta Kepada Laki-laki Non-Muslim

Hukum menikah beda agama dalam Islam bagi perempuan adalah haram, karena tidak sah secara agama dan juga negara. Perempuan muslimah yang dinikahi oleh laki-laki non-muslim sama saja dengan melakukan perzinaan. Anda yang sedang mengalami perasaan cinta terhadap laki-laki non-muslim, ada baiknya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. Memohon ampunan dan perlindungan kepada-Nya agar dikuatkan iman.

Pernikahan secara agama dan diakui oleh negara hanya dapat dilakukan apabila sepasang calon pengantin memiliki agama yang sama. Itu artinya Anda harus membawanya menjadi seorang mualaf agar dapat menikah sebagaimana dengan ketentuan. Jangan pernah memaksa untuk menentang aturan Allah, karena tidak akan pernah sah pernikahan Anda tersebut di mata Sang Pencipta.

Pernikahan dan Surga yang Begitu Dekat

Tahukah Anda bahwa dengan pernikahan bisa mendekatkan dengan surga yang dijanjikan Allah? Inilah salah satu keistimewaan dalam pernikahan, karena Anda akan mendapatkan keberkahan dan membuka rezeki dari berbagai arah. Bahkan Allah swt menjanjikan surga jika seorang perempuan muslimah dinikahi oleh laki-laki muslim demi mencapai sakinah, mawaddah, wa rahmah bersama.

Biduk rumah tangga yang ingin diberkahi oleh Allah swt dan mencapai surga-Nya tentu adalah pernikahan yang seiman. Tidak akan pernah terjadi surga untuk Anda apabila melakukan pernikahan beda agama. Sebab, syarat sah menikah secara agama dan hukum adalah sama-sama memiliki agama Islam. Jauhilah zina karena termasuk perbuatan dosa, dan menikah beda agama pun masuk dalam kategori zina.

Berusahalah untuk lebih dekat dengan Allah swt agar diberikan jodoh yang seiman dan sesurga di hari akhir kelak. Hukum menikah beda agama dalam Islam bagi perempuan memang sangatlah ketat, tapi janji Allah akan surga tidak akan pernah ingkar. Jika memang laki-laki non-muslim tersebut yang Anda cintai mau menjadi seorang mualaf, maka bisa dipertimbangkan, dan tetaplah bimbing agar istiqomah.

Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih

Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih
(Image source: pixabay)

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ibadah shalat tarawih disebut dengan istilah qiyam Ramadhan. Berbeda dengan puasa, shalat tarawih alias Qiyam Ramadhan ini hukumnya sunah yang dianjurkan. Adapun waktu pelaksaannya setelah shalat Isya pada malam hari sampai terbitnya fajar selama bulan Ramadhan. 

Terdapat dua macam rakaat shalat tarawih yang di gelar di Indonesia yaitu 11 rakaat dan 23 rakaat. Secara umum, niat bacaan untuk shalat tarawih 11 rakaat dan 23 rakaat itu sama. Pelaksanaan shalat tarawih 11 rakaat itu sendiri didasarkan pada beberapa hadis nabi.

Pertama, hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas:

"Aku berdiri di samping Rasulullah; kemudian Rasulullah meletakkan tangan kanannya di kepalaku dan dipegangnya telinga kananku dan ditelitinya, lalu Rasulullah shalat dua rekaat kemudian dua rekaat lagi, lalu dua rakaat lagi, dan kemudian dua rekaat, selanjutnya Rasulullah shalat witir, kemudian Rasulullah tiduran menyamping sampai bilal menyerukan adzan. Maka bangunlah Rasulullah dan shalat dua rekaat singkat-singkat, kemudian pergi melaksanakan shalat subuh," (HR. Muslim)

Kedua, hadis yang diriwayatkan dari Abu Salamah:

"Diriwayatkan dari Abu Salamah Ibn ‘Abdul Rahman bahwa Abu Salamah bertanya kepada Aisyah r.a bagaimana cara shalat Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. Aisyah menjawab "Baik di bulan Ramadhan ataupun di luar bulan Ramadhan, Rasulullah saw selalu melakukan shalat (malam) tidak lebih dari sebelas rakaat. Rasulullah melaksanakan shalat empat rakaat; dan jangan ditanyakan tentang baik dan panjangnya shalat yang beliau lakukan. Kemudian shalat lagi empat rekaat, dan jangan ditanyakan tentang baik dan panjangnya shalat yang beliau lakukan. Lalu beliau shalat (witir) tiga rakaat," (HR Bukhari).

Namun, ada juga yang menganjurkan untuk melaksanakan sholat tarawih sebanyak 23 rakaat, termasuk 3 rakaat shalat witir di dalamnya. Hal tersebut dilakukan karena juga memiliki beberapa dasar.

Pertama, sebuah hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas. Ia meriwayatkan bahwa, "Rasulullah shalat tarawih di bulan Ramadhan sendirian sebanyak 20 rakaat." (HR Baihaqi dan Thabrani).

Kedua, hadis yang diriwayat oleh Ibnu Hajar, "Rasulullah shalat bersama kaum muslimin sebanyak 20 rakaat di suatu malam Ramadhan."

Dan ketiga, dalam sejarah Islam, Khalifah Umar bin Khattab menyelenggarakan shalat tarawih dan witir 23 rakaat. Hal ini dapat dilihat di dalam kitab al-Muwaththa’ Yazid bin Huzaifah yang berkata: "Kaum muslimin pada masa Umar bin Khattab melakukan shalat tarawih (dan witir) di bulan Ramadan sebanyak 23 rakaat." Hal ini dilanjutkan pada masa khalifah Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib dan menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Terlepas dari perbedaan jumlah rakaat sholat tarawih, sholat tarawih itu sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah, entah itu di masjid ataupun di tempat-tempat lain yang mulia. Kenapa dianjurkan untuk berjamaah? Sebab, derajat melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah lebih tinggi daripada shalat sendirian. Apalagi, nuansanya adalah bulan suci Ramadhan dimana Allah SWT melipatgandakan pahala amal ibadah. 

Berikut di bawah ini akan dijelaskan bacaan niat sholat tarawih:

1. Niat Shalat Tarawih

“Ushalli sunnatat tarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’ala.”

Artinya, “Aku niat sholat tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, saat ini, karena Allah SWT.”

2. Tata Cara Sholat Tarawih

Adapun tata cara sholat tarawih sendiri di rumah adalah seperti ini:

  • Membaca niat
  • Takbiratul ihram
  • Membaca surah Al-Fatihah
  • Membaca surah Al-Quran 
  • Rukuk
  • Itidal 
  • Sujud pertama
  • Duduk diantara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua dengan langkah yang sama seperti diatas, lalu diakhiri dengan tasyahud akhir dana salam. Melaksanakan sholat sebanyak 8 rakaat dengan 2 rakaat masing-masing diakhiri dengan salam, atau 20 rakaat dengan setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam.
  • Lanjutkan dengan melaksanakan shalat witir sebanyak 3 rakaat 1 salam dengan membaca niat:

“Ushalli sunnatal witri tsalaasa raka'atim mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala.”

Artinya, “Aku niat sholat witir tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”



Sifat Wajib Allah yang Harus Diketahui

Sifat Wajib Allah yang Harus Diketahui
(Image source: pixabay)

Seperti yang kita ketahui bahwa Allah Subhana wa Ta’la memiliki 20 sifat wajib. Yang mana, sifat wajib Allah ini mencerminkan keagungan dan kesempurnaan Allah yang tidak akan dimiliki oleh selain Allah. 

Dengan mengetahui dan memahami sifat wajib Allah akan meningkatkan keimanan kita kepada Allah Subhana wa Ta’ala. 

Maka dari itu, dalam tulisan kali ini akan coba membahas tentang beberapa sifat wajib Allah dan artinya sebagai berikut :

1. Qudrat (Berkuasa)

Sifat wajib Allah yang pertama adalah Qudratyang artinya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan Allah Subhana wa Ta’ala. Dalam hal ini, Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah : 20). 

2. Iradat (Berkehendak)

Sifat wajib Allah selanjutnya adalah Iradat yang artinya Allah berkehendak atas segala suatu. Maka dari itu, semua peristiwa yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah Subhana wa Ta’ala. Jika Allah berkehendak, maka jadilah dan tidak akan ada seorangpun yang bisa mencegah-Nya. 

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :

“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap doa yang Dia kehendaki.” (QS. Hud : 107). 

“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : “Jadilah!” maka terjadilan ia.” (QS. Yasiin) : 82).

3. ‘Ilmun (Mengetahui)

Sifat wajib Allah lainnya adalah ‘Ilmun. Allah memiliki sifat ‘Imun artinya Allah mengetahui atas segala seuatu baik yang nampak maupun yang tidak nampak.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :

“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,” (QS. Qaf : 16). 

4. Hayat (Hidup)

Allah Subhana wa Ta’ala memiliki sifat Hayat artinya Allah Maha Hidup, tidak akan pernah mati, binasa, ataupun musnah. Dia kekal selamanya. 

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :

“Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” (QS. Al-Furqon : 58). 

5. Sama’ (Mendengar)

Allah memiliki sifat Sama’ artinya Allah Subhana wa Ta’ala Maha Mendengar apa yang diucapkan hambanya baik yang diucapkan maupun yang disembunyikan. Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :

“Dan Allah-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (QS. Al-Maidah : 76). 

5. Bashar (Melihat)

Bahar artinya Allah Maha melihat segala sesuatu. Semua peristiwa yang ada di dunia ini tidak ada yang luput dari penglihatan Allah Subhana wa Ta’ala. Karena penglihatan Allah ini tidak terbatas.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :

“Dan Allah melihat atas apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hujurat): 18)

“Dan sesungguhnya perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” (QS. Al-Baqarah : 265).

6. Qalam (Berfirman)

Sifat wajib Allah berikutnya adalah Qalam yang artinya Allah berfirman melalui kitab-kitab yang diturunkan melalui perantara para Nabi dan Rasul. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran sebagai berikut :

“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya,” (QS. Al-A’raf : 143).