Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan

Seruan Ilmu Terhadap Para Pendebat


SERUAN ILMU TERHADAP PARA PENDEBAT

Ilmu menyeru orang khawas dengan hikmah
Ilmu menyeru orang awam dengan nasehat-nasehat
Ilmu menyeru para pembangkang(orang suka debat) dengan bantahan,
maka ilmu menyelamatkan dirinya dan orang lain, dan inilah kesempurnaan manusia...

Lain nasehat, lain hikmah, kalau nasehat itu masuk di akal kita, ditelinga kita, sedangkan hikmah masuk di batin kita, di hati kita.(penjelasan kh nassaruddin saat bahas perbedaan ilmu bagi yang khawas dan awam)

ilmu mantiq adalah ilmu debat, ilmu mantiq adalah ilmu logika, ilmu debat, diskusi, ilmu menyusun kalimat sistematis yang dipelajari di pesantren.. (penjelasan Kh nasaruddin saat membahas seruan ilmu terhadap para pendebat)... 

( Kh Nassarudin Umar ) 

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
   

Bermuhasabah Diri Demi Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik Lagi


BERMUHASABAH DIRI DEMI MENJADI PRIBADI YANG LEBIH BAIK LAGI

۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞

"Berniatlah kalian dengan bersungguh-sungguh untuk memberikan hak satu sama lain, tunaikan bakti kalian kepada kedua orang tuamu, serta rendahkanlah diri kalian di hadapan mereka dengan penuh kasih sayang, sambunglah tali silaturrahim, perhatikan tetanggamu, carilah fakir miskin dan bantulah hajat-hajat mereka.

Perbaikilah prasangka-prasangka kalian, bersihkanlah hati kalian, dan saling tolong menolong dalam melakukan kebaikkan. Mudah-mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita boleh digolongkan bersama orang-orang soleh."

[Habib Umar bin Hafidz]

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyiidna muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
   

Mudah Terenyuh Dengan Pesan Kematian


MUDAH TERENYUH DENGAN PESAN KEMATIAN

Diantara akhlak salafus shalih adalah, banyak mengambil pelajaran, menangis, dan memperhatikan masalah kematian.

Ketika melihat iringan jenazah, mereka langsung ingat pada kematian, perihnya sekarat dan su’ul khatimah (kematian yang buruk).

Sampai-sampai hati mereka berguncang saat mengingat hal-hal tersebut.

Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, manakala melihat orang-orang yang mengusung jenazah, ia berkata ,

“Berangkatlah menuju Rabbmu, kami pasti akan menyusulmu”.

Ketika melihat jenazah, Makhul Ad- Dimasyqi berkata ,
”Berangkatlah dulu. Sesungguhnya kamipun memiliki ruh.

Ini nasehat yang sangat mengena walau hanya sederhana.

Ini juga kelalaian yang buruk; yang pertama (yang meninggal dunia) telah pergi, yang belakang (yang masih hidup) tidak mengambil pelajaran”.

“Kami melihat jenazah, “ kata Al A’masy.

Namun kami lupa diri tentang siapa yang mewafatkannya. Karena kesedihan telah membutakan manusia”.

Itu semua terjadi karena mereka selalu mengingat saat dirinya menjadi jenazah.

Mereka menangis bukan karena mayat orang lain tetapi menangisi diri mereka sendiri.

Sudah selayaknya, orang yang pasti akan mati selalu mengingatnya.

Saat kuburan menjadi tempat tidurnya. Cacing tanah menjadi kawannya. Munkar dan Nakir menanyainya.

Di kuburan, perut bumi menjadi tempat tinggalnya.

Hari kiamat adalah hari yang dijanjikan. Surga dan neraka telah disiapkan.

Orang-orang shalih itu, tiada yang mereka pikirkan kecuali hal ini.

Sebagai motivasi mereka untuk melakukan persiapan.

Maka mari sadari dan ambil pelajaran. Sebagaimana orang-orang shalih itu mengambil pelajaran.

Perbanyak menangis (karena Allah) dan mengoreksi diri.

Karena maut datang tanpa permisi.

Di sana, ada alam (neraka) yang mengerikan tanpa tergambarkan.

Mari kita memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari segala keburukan dunia dan akhirat.

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
   

Andai Kubur Bisa Berbicara



ANDAI KUBUR BISA BERBICARA

Wahai orang yang hidup di dunia...
Kalian telah meramaikan alam kehidupan yang sebentar lagi akan lenyap, sementara kalian telah membakar habis alam kehidupan yang secepatnya kalian akan berpindah ke sana... 

Wahai yang diajak kepada keselamatan...
Wahai yang rela mendapatkan kerugian...
Wahai yang amal dibungkus kemunafikan...
Wahai yang amalnya nanti pasti akan diminta pertanggungjawaban... Kenapa selalu menumpuk harta benda ?
Kenapa pura-pura buta akan kematian ?
Dimana kekayaan dan perhiasanmu ?
Dimana kecantikan dan keindahanmu ?

Dimana kesehatan dan kehormatanmu ?
Dimana kedudukan dan kekuasaanmu ?
Dimana ketundukan dan kerendahanmu ?
Dimana keangkuhan dan kesombonganmu ?
Dimana kekuatan dan kebanggaanmu ?
Semuanya akan berhenti di lubang kubur... Wahai saudaraku yang akan mati...
Bertaubatlah karena maut telah dekat...
Jangan ikuti hawa nafsu yang memikat...
Setiap hari selalu ada jenazah yang diantar...
Kenapa lupa mati yang tinggal sebentar... Ziarahilah kuburan, menangislah di sana, cucilah hatimu dengan air mata kesedihan...

Ingatlah orang yang telah tertimpa kematian, bagaimana hari yang sangat pedih itu datang kepada mereka dengan kesengsaraan... Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

القبر أول منازل الآخرة فإن نجا منه فما بعده أيسر منه وإن لم ينج منه فما بعده أشد منه “Kubur adalah tempat pertama dari alam akhirat. Jika seseorang selamat darinya maka setelahnya akan lebih mudah. Dan jika seseorang tidak selamat darinya maka setelahnya akan lebih berat" (HR. At-Tirmidzi no. 2308, Ibnu Majah no. 4267 dan Ahmad I/225, )

Bersungguh-sungguhlah dalam beribadah sebelum amal tidak lagi bermakna...
Bersegeralah untuk bertaubat sebelum kematian datang menyapa secara tiba-tiba...
Perbanyaklah bekal untuk kehidupan kubur selagi ada waktu yang tersedia... Bisa jadi amal seseorang akan mengubah kubur menjadi salah satu dari taman Surga, atau akan mengubah kubur menjadi salah satu dari lubang api Neraka... Dunia ini milik orang yang meninggalkannya, sedangkan akhirat milik orang yang berusaha dengan kesungguhan untuk mencarinya...
pencinta_rasulullah_saw
Dunia adalah rumah yang hancur, dan lebih hancur lagi hati orang yang mengejarnya...
Sedangkan akhirat itu adalah rumah yang makmur, dan lebih makmur lagi hati orang yang telah berusaha memburunya...
Malik bin Dinar rahimahullah berkata :
عجبا لمن يعلم أن الموت مصيره والقبر مورده كيف تقر بالدنيا عينه؟ وكيف يطيب فيها عيشه؟ ثم يبكي
"Sungguh mengherankan bagi orang yang mengetahui bahwa kematian adalah akhirnya, dan kubur adalah tempat tinggalnya, namun bagaimanakah pandangannya bisa sejuk dengan dunia ? Dan bagaimana pula ia bisa memperindah kehidupannya ? Lalu beliau menangis" 
Ya Allah...Ya Rabb...
Yang mengetahui seluruh rahasiaku...
Yang menguasai seluruh hidupku...
Yang menolong setelah kematianku...
Yang maha mendengar ratapanku...
Jangan Engkau siksa diriku dalam kuburku...

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim